AvePress.com

Belajar dari Komentar

Meneroka Gadis Lentera

Saat terik matahari telah menampak diri Ragaku terkoyak akan gejolak yang tiada henti Jiwa yang seakan penuh gairah akan berbagai wacana aksi Sebuah harapan membara

Saat terik matahari telah menampak diri

Ragaku terkoyak akan gejolak yang tiada henti

Jiwa yang seakan penuh gairah akan berbagai wacana aksi

Sebuah harapan membara akan hilangnya dera nestapa sang ksatria tanpa gelar

Turut menyuburkan bumi tapi tak diakui

Pengorbanan yang tiada henti namun dunia bungkam tak berkutik

Aku yang tak henti-hentinya bertanya

Mana semboyan yang katanya setara dan sama?

Mana pembuktian yang dilakukan atas pengakuan?

Sungguh picik!

Berbagai kata hanya terlontar sebagai ilusi penenang isu kekerasan

Dusta telah terlalu lama mengonstruksi pola pikir

Sepersekian abad diciptakan bersama tetapi menopang menindih

Stigma dan statement yang melekat seolah semakin menggila

Kami hanya ingin benar-benar merdeka

Turut andil menjadi bagian atas peran penting diantara pergaulatan keemasan dunia

Tak hanya tokoh yang selalu bersembunyi dibalik tabir

Kini saatnya kami berdiri diantara kesejajaran posisi

Merentas kebohongan atas tipu daya patriarki

Mendobrak perwujudan keadilan tak berbatas

Demi citra diri yang terus tegak berdikari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AvePress.com

Belajar dari Komentar