Ronall J Warsa • May 10 2026 • 126 Dilihat

Tidak mudah bagi anak-anak eksakta (ilmu pasti, red), untuk dapat dianggap mampu memimpin atau mengorganisir kelompok sosial dengan latar belakangnya itu. Bagaimana tidak! Dalam keseharian dibangku kuliah. Asupan otak yang diterima mereka, mulai dari perihal kimia dasar, fisika dasar, biologi, kalkulus, hingga matematika industri. Sesuatu yang jauh berbeda dengan anak-anak non-eksata. Yang mana asupan otaknya, Berhubungan erat dengan fokus teoritis&analitis, dinamis, hingga kualitatif. Yang memeluk erat perihal sosial, budaya, perilaku masyarakat.
Tantangan itulah yang dihadapi oleh Zain Fuadi, semasa menyelesaikan S1-nya. Ia bak tokoh pewayangan Bambang Ekalaya, seorang ksatria di kaum Nishada. Dimana tetap gigih menuntut ilmu, selalu dapat diandalkan sahabat-sahabatinya. Dengan karakteristik tekun, jujur, serta setia pada janji. Maka jangan heran, jika aplikasi teknik, praktikum laboratorium, hingga efisiensi dan teknologi. Menjadi irisan-irisan lain, yang memperkuat jiwa kepemimpinan lelaki kelahiran 27 Maret 2001 ini.
Berbekal dahaga keingintahuan atas perihal lain diluar, apa yang digelutinya tersebut diatas. Zain Fuadi lantas mengikuti Mapaba di Komisariat Country pada 2019 lalu. Seiring waktu berjalan, ia terus menyelami organisasi biru-kuning, dimana pada 2021 ia menjadi Koordinator Kaderisasi di Rayon Nusantara Unitri. Tak disangka, konstelasi pergantian kepemimpinan terjadi. Ia yang bukan siapa-siapa, tiada terduga memenangkan pertempuran ide besar kepemimpinan dengan menjadi Ketua Komisariat di 2022.
Konsekuensi atas perihal itu, membuat dirinya mengalami persis pola pembelajaran kepemimpinan dan organisasi layaknya Bambang Ekalaya dengan Guru Durna. Jika versi wayang, kendala mereka berada pada kelas sosial. Sehingga ia harus mengamati sang guru yang mengajari murid-murid lainnya, dari kejauhan. Dengan tekun ia mempraktikan pelajaran, dan membuat patung tanah liat serupa gurunya. Untuk menemani dirinya berlatih disampingnya persis.
Anak pertama dari dua bersaudara, pasangan petani dari Dusun Guluk-guluk Timur, Kabupaten Sumenep ini. Lantas mengalami kendala, berupa terputusnya pertemuan fisik dan pendampingan langsung oleh Guru Durna. Dimana mereka dipisahkan bukan oleh kelas sosial, namun oleh jarak dan ruang, dipagari oleh Laut Jawa dan Selat Makasar.
“Beberapa waktu lalu saya jadi pengurus di Cabang Kota Malang, namun untuk sementara belum melanjutkan ke PKC Jawa Timur. Dikarenakan saat ini fokus saya terpecah menjadi dua. Pertama sebagai Asisten Dosen di Unitri. Kedua, fokus menjadi auditor Lembaga Pemeriksa Halal (LPH),” jelas alumni Annuqayah itu.
Perlu diketahui pengalaman organisasi pria berambut ikal ini, tidak semata PMII saja. Ia pernah menjabat sebagai Presidium Sidang Wilayah III (Jawa, Bali, Mataram), IMTPI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia) 2019-2022. Sekretaris Jenderal Pusat IMTPI 2022/2023, lalu pernah juga menjadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan TIP (Teknologi Industri Pertanian) 2023.
Lika-Liku Kepemimpinan Berbasis Neurosains
Zain Fuadi memahami jika, pada era kecepatan arus informasi dan perubahan zaman yang jauh diatas pola generasi Boomers. Menerapkan kepemimpinan dengan pendekatan interdisipliner. Membutuhkan aksi nyata baik dalam perihal akademik maupun non akademik. Menggabungkan pendekatan saraf kognitif, ia memainkan teori manajemen untuk memacu dan mempengaruhi rekan-rekannya. Itu terlihat dengan terciptanya suasana komfetitif anggota, dalam menyelesaikan setiap persoalan dengan suasana riang gembira.
Pada 2022 lalu, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional. Berkaitan dengan bidang akademik, termasuk berbagai kegiatan mahasiswa dalam pergulatan ilmu pengetahuan di kesehariaan sebagai mahasiswa. “Saya mengajukan proposal penyelesaian permasalahan, secara global. Tentu pengajuan awalnya melalui kampus. Sehingga kemudian dipilih sebagai delegasi, bersaing dengan mahasiswa-mahasiswi lain se-Indonesia,” terangnya.
Kesempatan itulah yang ia terapkan, ketika menjadi Ketua Komisariat. Proses itu sendiri tidakla mudah, ia harus menghadapi 71 orang mahasiswa-mahasiswi berprestasi dilevel kampus. Sebelum kemudian terpilihlah nama Zain Fuadi dan Zahra, rekannya. “Tahapan itu tidak mudah, setelah level internal kampus lalu kemudian maju dilevel kampus seluruh Indonesia. Alhamdulillah, kami menyabet penghargaan tersebut. Ini salah-satu momentum penerapan kepemimpinan berbasis neurosains. Bagaimanapun saya citra diri PMII, dan merupakan sentral acuan gerakkan sahabat/sahabati di komisariat,” tegasnya.
Segera ia kemudian, menyelesaikan skripsinya. Mengangkat judul “Efisiensi Pengolahan Limbah Sampah Organik Cair, Menggunakan Maggot di Kedungkandang Kota Malang”. Skripsi ini membahas penanganan sampah organik, yang mampu menghasilkan nilai ekonomi tinggi. Sehingga selain mampu mengurangi sampah dilingkungan. Penerapannya dapat menambah nilai jual, terhadap hasil akhirnya yang berupa pupuk organik serta pengelolaan maggot.

Sample: Pendampingan pengambilan sampel Air untuk pengujian IKL, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Usai lulus kuliah, Zain ditawari pekerjaan sebagai Asisten Dosen di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Tak mau berhenti disitu, pada 2024 lalu. Proposal penelitian dan pengabdiannya, meraih Hibah Penelitian Unggulan dari Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi). Ia berterimakasih kepada seluruh anggota tim peneliti, yang telah bekerja keras dalam menyusun proposal. Juga kepada pimpinan, yang telah memfasilitasi para peneliti untuk mendapatkan hibah dikti.
“Kita melakukan pengajuan proposal, dengan tujuan mengatasi keluhan masyarakat terhadap lingkungan yang tercemar. Penelitian berkaitan dengan, “Pengaplikasian arang aktif dari tongkol jagung, cangkang kemiri, dan kelapa sawit”.
Untuk menurunkan kadar BOD, COD, TSS dan kandungan-kandungan lain, studi kasus di tambak udang Kabupaten Situbondo. Hasil penelitiannya mampu mengurangi parameter-parameter utama, dalam analisis pencemaran maupun kualitas limbah air,” tukasnya.
Sehingga penelitian itu, hasilnya sangat efektif untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang tercemar karena tambak. Harapannya hal ini dapat dikembangkan, oleh para pelaku pembudidayaan tambak ikan, udang dll. Sehingga cemaran yang dapat merusak lingkungan, dapat dicegah bersama tanpa harus merusak ekosistem lain di sekitarnya.
Kegemarannya meneliti, makin diakui setelah jurnalnya lolos Publikasi Jurnal Internasional (Q1&Q2). Adapun judul jurnal ilmiahnya antara lain; Pertama yakni, Techno-economy of activated corncob-char and empty fruit bunch-char using fast pyrolysis: a modelling approach. Kedua, Efisiensi Pengolahan Limbah Sampah Organik Menggunakan Maggot. “Kenapa karya berupa jurnal penting dipublikasikan di kancah nasional maupun internasional. Agar hasil penelitian tidak dinikmati untuk wilayah tertentu saja, namun juga untuk semua wilayah di dunia, agar bumi tetap terjaga kelestariannya,” jelas Zain Fuadi.
Filosofi Rendah Hati, Dunia Pewayangan.
Ia terus tumbuh berkembang dalam dunia profesionalisme, dengan tetap tekun dan rendah hati sebagaimana filosofi tokoh pewayangan idolanya yakni Bambang Ekalaya. Manajer Auditor merupakan jabatannya diluar, pekerjannya sebagai asisten dosen di Unitri. Posisi yang tidak mudah didapatnya, karena lagi-lagi sebagai kaum pemburu ia berada di strata paling bawah. Bermula menjalani kerjaan tambahan, sebagai driver alias supir. Kebetulan beberapa kali ia sering diminta mengantarkan, beberapa orang auditor bertugas ke lapangan.

Pendataan: Pendataan dan koordinasi pada OKKPD Jatim, dalam hal pengajuan beras Fortifikasi UD. Damai di Kabupaten Lumajang.
Dari situlah terjalin komunikasi, salah-seorang auditor diantaranya ketika itu bertanya izasah pendidikan terakhir yang dimiliki oleh Zain. Disebutkannyalah jika ia lulusan S1, dengan gelar S.TP. Kontan saja hal itu menarik para auditor yang sedang diantarkannya. Maka dimintalah Zain, untuk menyerahkan lamaran dan bergabung ke Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Gantri Lamongan. Pada setengah tahun pertama dirinya, diangkat menjadi auditor.
Tak disangka pada suatu hari ia ditunjuk oleh pimpinan LPH, dengan jabatan sebagai Manajer Auditor yang membawahi 5-6 orang saat terjun kelapangan bertemu dengan klien-klien Pemilik Usaha (PU). Dengan pola kerja melakukan manajemen permintaan-permintaan PU, dalam hal pengajuan Sertifikasi dll. Sekali melakukan kegiatan penelitian LPH, dirinya bisa turun ke lapangan selama satu minggu penuh, Minimal 3-4 hari, paling sedkit, untuk mengetahui kondisi objek penelitian.
“Wilayah penugasan Jawa Timur hingga Bali, namun akhir-akhir ini sering pula ditugaskan ke Jawa Tengah. Ini semua dijalani dengan penuh semangat, karena kita bukan siapa-siapa. Awal-awal bertugas sebagai manajer auditor, saya seringkali dihadapkan bertemu rekan dan lingkungan baru. Tentu disitu saya harus mampu menyatukan pemikiran hingga mengatur pola pekerjaan.” jelasnya.
“Apalagi dari segi umur, saya terbilang muda dan harus berhadapan dengan beragam orang dengan berbagai macam watak. Sehingga saya harus pintar-pintar memberikan rewards dan punishment, walau dengan tindakan sederhana,” tambah Zain.

Sosialisasi: Zain (pojok kanan atas, kedua) saat melakukan sosialisasi dan koordinasi bersama Korwil SPPG Se-Malang Raya, untuk Penerbitan sertifikat Halal, SLHS, ISO dan Penjamah Makanan.
Ia mengakui pengalaman di PMII Country dan PMII Cabang Kota Malang, amat banyak membantunya dalam aplikasi manajemen kepemimpinan. Dasar-dasarnya telah diberikan di organisasi, tidak jauh berbeda. Intinya bagaimana melakukan planning, actuating dan controlling. Sehingga lagi-lagi ia merasa beruntung mempelajari berbagai macam kasak-kusuk saat memimpin komisariat. Sehingga mampu dan terampil dalam mengatur anggota serta menjadi orang yang profesionalitas dalam memimpin.
“Besar harapan saya, agar karier yang saya bangun mampu dipertahankan dan harus tumbuh dan berkembang lebih. Bagaimanapun sebagai alumni komisariat, saya mendapat beban untuk menjadi contoh bagi sahabat-sahabati lain dibawah atau kader-kader penerus,” harapnya.
Kini Zain Fuadi juga berusaha keras menyelesaikan Program Magister (S2) Teknologi Industri Pertanian (TIP) di Universitas Brawijaya Malang. Kali ini dirinya mengambil tesis, yang mengarah kepada Manajemen Lingkungan. Dengan rencana penelitian berupa cara mengurai limbah cair organik pada tambak udang. Menggunakan media arang aktif tempurung kelapa, tempurung kemiri, dan kelapa sawit. Untuk mengurangi vibro pada budidaya tambak udang di Situbondo.
“Sebagai aktivis, tentu semangat itu terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat maupun juga di dunia profesionalisme. Sehingga apa yang saya geluti saat ini, merupakan lanjutan dari perihal-perihal dasar yang dibentuk didalam kawah candradimuka bernama PMII. Pengalaman berupa kebahagiaan, kekompakkan, kebersamaan, hingga persahabatan itu sungguh luar biasa. Walau bercampur dengan berbgai carut-marutnya problem di organisasi. Namun pelajaran itulah yang membentuk saya, guna menghadapi berbagai gejolak di hari-hari depan. Seorang pelaut hebat, tidak berasal dari lautan yang tenang. Ia menjadi hebat karena mampu mengendalikan kapal, melewati ombak besar dan terjangan badai,” tutup Zain Fuadi, sembari tersenyum.
Ronall J Warsa. Berdomisili di Rapak Mahang, Kutai Kartanegara. Menulis berbagai cerpen,puisi, dan penggemar fotografi. Buku yang diterbitkan antara lain; Demokrasi dan Kemiskinan, Budaya Politik Demokratis, Obituari Andry Dewanto Ahmad : Catatan Keluarga, Sahabat & Kolega, Kariyau Hutan. Dapat dihubungi di Ig raja_warsa atau email: theothernald@gmail.com
Menyamakan Anies Baswedan dan Cristiano Ronaldo sebenarnya bukan ide yang aneh. Yang aneh justru key...
Terinspirasi lalu tenggelam dalam, karakter oposan novel Rahuvana Tattwa karya KH. Agus Sunyoto. Seo...
Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...
E fructu arbor cognoscitur. Ungkapan latin yang berarti, “sebatang pohon bisa dikenali dari buahny...
Nama Amitabh Bachchan bukan sekadar milik dunia perfilman India. Ia telah menjadi bagian dari ingata...
Antologi puisi Jejak Kupu-Kupu merupakan terjemahan dari buku bahasa arab berjudul Atsarul Farasyah ...

Belum ada komentar.