Meneroka Gadis Lentera
Saat terik matahari telah menampak diri Ragaku terkoyak akan gejolak yang tiada henti Jiwa yang seakan penuh gairah akan berbagai wacana aksi Sebuah harapan membara
Belajar dari Komentar
Saat terik matahari telah menampak diri Ragaku terkoyak akan gejolak yang tiada henti Jiwa yang seakan penuh gairah akan berbagai wacana aksi Sebuah harapan membara
Suatu ketika si Palu atau bahasa Jawanya disebut “petil atau amer”sedang merenung akan nasibnya.Dalam benak si Palu selalu bertanya akan situasi yang dialaminya.Meski begitu, ia
Di sudut ruang hampa sesosok manusia sedang termenung Menyeret tiap tinta pada selembar kertas usang Denyut nadinya begitu tenang Walaupun segelintir resah datang menyisakan peluh
Aku terjerat tali yang sangat panjang Menahan ku masuk dalam jurang Jurang yang gelap dalam mata Erat mengikat ku hingga dalam Ku tak tahu siapa
Kau pergi dan menaning di balik tirai Kembali dengan segenggam senyuman Tanpa seuntai kata Kau berikan belaian yang begitu hangat Dalam gelap kau berdoa Dalam
Diri ku bukanlah aku dalam bayang mu Diri ku bukanlah aku dalam hujan mu Diri ku bukanlah aku dalam angan mu Diri ku bukanlah aku
Puisi ku bukan puisi jalanan Bukan pula puisi sastrawan Puisi ku bukan milik gerangan Bukan pula milik anak zaman Negri ku tak lagi pertiwi Bukan
Bila nanti ajalku tiba kubur abuku di tanah Toba di tanah danau perkasa terbujur disamping Bunda. Bila ajalku nanti tiba bongkah batu alam letakkan pengganti
Belajar dari Komentar