AvePress.com

Belajar dari Komentar

Retorika Yang Terus Diulang

Di sudut ruang hampa sesosok manusia sedang termenung Menyeret tiap tinta pada selembar kertas usang Denyut nadinya begitu tenang Walaupun segelintir resah datang menyisakan peluh

Di sudut ruang hampa sesosok manusia sedang termenung

Menyeret tiap tinta pada selembar kertas usang

Denyut nadinya begitu tenang

Walaupun segelintir resah datang menyisakan peluh basah

Kata demi kata terus diramu

Menafsirkan sebagian hasrat yang hadir menelisik renjana

Membingkai makna yang dengannya terdekap sayatan pilu yang membiru

Raga itu hanyut didalam euforia dunianya

Bagian dari sisi semesta yang paling ia suka

Dimana ia bercerita tentang bayangan yang dikaguminya

Berbincang pelan berbisik tanpa usik

Secangkir kopi turut menemaninya diantara lentera yang terus menyala

Tak mengoyak siratan makna istimewa didalamnya

Sekalipun robusta itu telah berkali-kali ia seduh

Secercah analogi telah dirangkai begitu rapi membingkai bait-bait ratapan

Alenia-alenianya seakan menjelma bagai siluman

Menghujam sihir merasuk kedalam ego yang dibuat candu oleh ramuan

Merangkul mengikat erat saat kaki mulai beranjak pergi

Jarum jam terus berputar namun rasanya berlalu tak begitu lama

Kecintaannya akan sajak membuat manusia keras kepala ini gandrung

Sesaat begitu ragu lalu terduduk kembali pada kerasnya kursi kayu

Dilanjutnya membuka lembaran kertas berikutnya

Menuruti teka-teki yang menghampiri murungnya jiwa

Diterkannya sebuah isyarat sapaan begitu mesra

Yang menariknya melangkah menuju sisi dimana ia bergelut dengan kerasnya ego

Menikam beribu bahasa kalbu berselimutkan debu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AvePress.com

Belajar dari Komentar