AveSticker

Nelangsa Si Palu

Feb 23 202657 Dilihat

Suatu ketika si Palu atau bahasa Jawanya disebut “petil atau amer”
sedang merenung akan nasibnya.
Dalam benak si Palu selalu bertanya akan situasi yang dialaminya.
Meski begitu, ia pernah juga bersyukur akan kerja kerasnya.

Si Palu terharu, tersenyum sambil bernapas lega.
Ia bersyukur ketika tuannya yang selalu mengajak kerja keras demi sesuap nasi,
karena ada keluarga kecil yang hidup sederhana menunggu jerih payah sang tuan.
Si Palu kembali bersyukur, karena dalam bekerja keras untuk mencari nafkah
tuannya sangat menjaga kehormatannya.

Pernah suatu ketika si Palu diajak kerja oleh Ki Dalang.
Seharian bahkan sampai subuh, ia diketuk-ketukan oleh si tuan.
Banyak orang pun terhibur akan nasihat Ki Dalang dalam lakon cerita.
Ada pesan nasihat kehidupan dalam cerita Ki Dalang.

Si Palu menarik napas dalam-dalam dengan penuh rasa bangga,
karena digunakan orang hebat untuk menyampaikan pesan kebaikan.
Di mana tuannya mengajak si Palu untuk mengukir keadilan menjadi sejarah.
Kali ini si Palu pun amat bersyukur, karena tuannya sangat menjaga kehormatannya.
Si Palu merasa naik kasta.

Suatu ketika, si Palu terlihat murung.
Kenapa… karena ia merasa dimanfaatkan oleh si tuan.
Ia merasa malu ketika harus menangguk-angguk
untuk sesuatu yang tidak diinginkannya.

Bagaimana tidak!!!
Si tuan memaksa si Palu untuk menentukan nasib seseorang,
di mana seseorang itu harus kalah menerima nasib
karena suatu keadaan di mana ia tidak berdaya.
Si tuan merasa sangat berwibawa dan terhormat, tetapi si Palu menangis pilu.
Si Palu merasa zolim akan apa yang telah dilakukannya.

Kenapa si tuan memanfaatkannya untuk mencari kehormatan, kemuliaan,
dan kemewahan dengan mengorbankan kehormatannya.
Mengapa tuanku tidak tahu perasaanku, betapa malunya aku.

Di mana mukaku ketika nanti aku harus bertemu dengan orang tuaku.
Apa yang harus aku katakan pada Tuhanku jika nanti aku ditanya, gumam si Palu.
Bukankah kemuliaan, kemewahan, dan kehormatan telah didapatkan?
Tetapi mengapa harus tamak kepada nurani!

Si Palu berdoa seraya berkata,
“Ya Tuhan, titipkan aku kepada orang yang termasuk dalam orang-orang yang berpikir.”

Share to

Alumni S-2 FIA Univ. Brawijaya Malang. Berorganisasi di KOMDEK Malang, Averoes Community, Lakpesdam NU Kota Malang s/d GP ANSOR Jawa Timur. Pernah bekerja di Panwaslu Kecamatan 2008, Pimred Pandanwangi Newsletter 2010, Jurnalis NIMD Belanda & KID Jakarta, Komisioner KPU Kota Malang 2009-2014, Dewan Riset Daerah Kota Malang dll

Topik Terkait

Kisah Nabi Sulaiman dan Program MBG Prab...

by Mar 10 2026

Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam yang dianugerahi kekayaan melimpah oleh Allah SWT merupakan kisah i...

John Herdman dan Harapan Baru Garuda

by Mar 07 2026

Indonesia selalu haus akan arah. Bukan sekadar kemenangan instan. Bukan sekadar trofi yang datang da...

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Jika P...

by Feb 28 2026

Marahnya perempuan bukan sekadar emosi. Ia adalah event. Bisa muncul tiba-tiba, bertahan lama, dan m...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Meneroka Gadis Lentera

by Feb 24 2026

Saat terik matahari telah menampak diri Ragaku terkoyak akan gejolak yang tiada henti Jiwa yang seak...

Rokok Non Cukai dan Celah yang Terbuka

by Feb 22 2026

Di balik etalase warung, di bawah meja kayu yang catnya sudah mengelupas, bertumpuk bungkus rokok ta...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top