AveSticker

Selamat Jalan Sitor Situmorang

Jan 01 2015434 Dilihat

Bila nanti ajalku tiba
kubur abuku di tanah Toba
di tanah danau perkasa
terbujur disamping Bunda.

Bila ajalku nanti tiba
bongkah batu alam letakkan
pengganti nisan di pusara
tanpa ukiran tanpa hiasan

kecuali pesan mahasuci
restu Ibunda ditatah di batu
Si Anak Hilang telah kembali!
Kujemput di pangkuanku!

Puisi di atas merupakan salah satu dari sekian banyak puisi yang lahir dari tangan seorang Sitor Situmorang. Dalam puisi yang berjudul Tatahan Pesan Bunda tersebut, Sitor Situmorang seakan ingin menitipkan pesan bahwa kelak, ketika ia telah menutup usia dan tubuhnya telah rebah untuk selama-lamanya ia ingin dikebumikan di tanah Toba, bersebelahan dengan makam sang Bunda. Dan agaknya pesan tersebut kini akan menjadi kenyataan. Pasalnya dalam usia 91 tahun, 21 Desember 2014 waktu Belanda, Sitor Situmorang diketahui wafat di negeri kincir angin.

Selamat Jalan wahai Sitor Situmorang. Aku yakin meskipun suatu hari nanti akan lahir sosok sastrawan sehebat atau bahkan lebih hebat darimu, namun, percayalah, sosokmu tak akan pernah terganti bagi bumi pertiwi.

Share to

Topik Terkait

Retorika Yang Terus Diulang

by Feb 18 2026

Di sudut ruang hampa sesosok manusia sedang termenung Menyeret tiap tinta pada selembar kertas usang...

Sepi yang Fana

by Nov 08 2018

Aku terjerat tali yang sangat panjang Menahan ku masuk dalam jurang Jurang yang gelap dalam mata Era...

Ibu

by Oct 22 2018

Kau pergi dan menaning di balik tirai Kembali dengan segenggam senyuman Tanpa seuntai kata Kau berik...

Rieke Dyah Pitaloka via https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/LJnfJlZruzpTK65h9tBaE3IuFcA=/383x288/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2129504/original/061381500_1525153766-20180501-Rieke-Diah-JT1.jpg

Diri Ku dan Dunia

by Oct 12 2018

Diri ku bukanlah aku dalam bayang mu Diri ku bukanlah aku dalam hujan mu Diri ku bukanlah aku dalam ...

Sajak Jalanan

by Oct 02 2018

Puisi ku bukan puisi jalanan Bukan pula puisi sastrawan Puisi ku bukan milik gerangan Bukan pula mil...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top