Ludruk, Matinya Sebuah Nama
Ludruk masih seperti dulu, menyampaikan kritiknya dengan canda tawa. Spirit perjuangan Ludruk masih terjaga tapi masyarakat tak lagi meminatinya. Saya sempat berhipotesa bahwa meredupnya Ludruk
Belajar dari Komentar
Ludruk masih seperti dulu, menyampaikan kritiknya dengan canda tawa. Spirit perjuangan Ludruk masih terjaga tapi masyarakat tak lagi meminatinya. Saya sempat berhipotesa bahwa meredupnya Ludruk
Surabaya, Kompas – Apresiasi masyarakat terhadap ludruk, terutama generasi muda, terus merosot dan dikhawatirkan dalam waktu satu dasawarsa lagi kesenian tradisi ini akan kehilangan bukan
Penggemar ludruk semestinya belum melupakan nama-nama seperti: Besut, Paman Jamino dan Rusmini atau Asmunah, nama-nama aktor yang identik dengan kesenian ‘Besutan’ yang merupakan cikal bakal
Krisis ekonomi yang melanda bangsa ini pada 1997 rupanya juga berimbas pada krisis kebudayaan. Bagaimana tidak, untuk memenuhi kebutuhan pokok saja masyarakat kalang kabut, apalagi
Penggemar ludruk semestinya belum melupakan nama-nama seperti: Besut, Paman Jamino dan Rusmini atau Asmunah, nama-nama aktor yang identik dengan kesenian ‘Besutan’ yang merupakan cikal bakal
Belajar dari Komentar