AvePress.com

Belajar dari Komentar

Sosok dan Jejak Langkah Almarhumah Hj. Saadatul Fitria: Melodi Klasik, Ketulusan Persahabatan, dan Rumah yang Menghidupkan

“Magadir Magadir Ya Ghalbil Ala Magadir. Magadir Witsumbil Ala Magadir. Magadir Ya Ghalbil Ala. Magadir Witsumbil Ala Magadir Ya Ghalbil Ala. Magadir Witsumbil Hayati. Masawi

“Magadir Magadir Ya Ghalbil Ala Magadir. Magadir Witsumbil Ala Magadir. Magadir Ya Ghalbil Ala. Magadir Witsumbil Ala Magadir Ya Ghalbil Ala. Magadir Witsumbil Hayati. Masawi Lakmanal Hana.”

Lantunan klasik Magadir yang dipopulerkan oleh mendiang penyanyi legendaris Aljazair, Warda Al-Jazairia, sesungguhnya asing di telinga seorang anak pedalaman Kalimantan. Iramanya yang kental dengan nuansa padang pasir dan petikan gambus bukanlah lanskap audio yang akrab dalam keseharian masa tumbuh kembangnya.

Namun, di sudut-sudut ruang pergerakan mahasiswa di Malang, nada-nada itu menjelma menjadi memori kolektif yang tak terpisahkan. Adalah Saadatul Fitria—atau yang akrab disapa Mbak Bul²—sosok yang memperkenalkan melodi tersebut. Lewat suaranya yang merdu, senandung itu kerap mengalun, meresap pelan-pelan ke dalam ruang dengar hingga melahirkan sebuah adagium lama:witing tresno jalaran soko kulino.

Dua dekade lebih berlalu sejak perjumpaan pertama itu diinisiasi oleh Fauzan Fuadi—pria yang kelak menjadi suaminya—di bawah panji Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang. Relasi yang bermula dari simpul organisasi itu bertransformasi menjadi ikatan batin yang erat, laiknya hubungan adik dan kakak.

Momen Subuh di Mbhetek dan Riuh Tawa Persahabatan

Memori tentang Mbak Bul² selalu menyisakan kehangatan, bahkan dari cerita-cerita yang beraroma jenaka. Ingatan kembali terlempar pada sebuah dini hari menjelang subuh di base camp cabang PMII dekat kawasan Mbhetek, Malang.

Dalam keremangan cahaya lampu jalanan yang menembus jendela—karena saklar lampu ruang tengah sengaja dimatikan—seorang perempuan berbalut mukena tampak baru saja selesai mengambil air wudu. Pintu depan terbuka perlahan. Bagiku yang tertidur pulas di atas meja rapat yang panjang dan lebar, siluet itu tampak asing.

Panik dan rasa kaget yang membuncah seketika mengubah kesadaran menjadi histeris. Spontan, sebuah piring berisi sisa-sisa gorengan di atas meja kuraih. Siap dilemparkan ke arah sosok yang kupikir makhluk astral tersebut.

“Istighfar Ronall…. Istighfar. Ini aku Mbak Bul², piye thaaa.. Lek turu mbok dungo sek, ben rha kagetan,” ucapnya tenang, meredakan ketegangan yang detik kemudian melebur menjadi gelak tawa bersama diheningnya pagi buta.

Kisah-kisah kecil semacam itu merajut kedekatan yang tidak lekang oleh gerusan waktu dan jarak. Ruang, tempat, dan kesibukan dunia nyata tidak pernah benar-benar berhasil memutus komunikasi di antara kami.

Pendidik, Ibu, dan Seniman yang Merawat Nurani

Di luar kenangan masa muda, sosok Mbak Bul² tumbuh menjadi perempuan multiperan yang menginspirasi. Di tengah kesibukannya sebagai seorang istri dan ibu bagi dua buah hati tercinta, ia tetap konsisten merawat denyut pergerakan sosial dan kebudayaan.

Perannya sebagai Ketua Umum DPD Perkumpulan Seni Qasidah Indonesia (PASQI) Kabupaten Gresik menjadi saksi bagaimana ia mendedikasikan energi untuk merawat kesenian tradisi dan dakwah kultural. Aktivitasnya kerap dibagikan lewat jejak digital yang memancarkan energi positif.

Mulai dari apresiasinya terhadap karya desainer mode muslimah lokal yang ia sebut sebagai “cuci mata para wanita yang bikin happy”, hingga curahan kasih sayang yang tulus kepada sang suami, Fauzan Fuadi.

“Seiring dengan bertambahnya usiamu imamku, semoga semakin disayang oleh Allah, dilimpahkan segala kebaikan, dipermudah segala urusan, dan dijauhkan dari segala macam mara bahaya. Semoga Allah senantiasa memberi hidayah dan rahmat-Nya kepadamu. Amiin, selamat ulang tahun suamiku….” Semoga Allah menjadikanmu sebagai imam rumah tangga yang penuh tanggung jawab dan kebijaksanaan, serta selalu patuh pada ajaran Allah. Aamiin.” Barakallah fii umrik ya ayah,” tulismu, pada 13 Maret 2021 beberapa tahun lalu.

Atau untaian doa hangat pada perayaan ulang tahun sang anak, Kayzuran Fareesya Arafat (Faris). “” Terimakasih ya Allah banyak sekali anugerah kebahagiaan diultah dek faris banyak doa- doa yang mengalir dan tertorehkan untuk Kayzuran Fareesya Arafatku.

Suasana ultah faris kemaren pas kondisi hujan, tapi alhamdulillah banyak yang datang, makasih semua yang sudah meluangkan waktunya datang diultah faris, dan mohon maaf jika memang semuanya yg kenal faris tidak terundang, karna memang ruangannya juga terbatas banget , sekali lagi matur nuwun semuanya Dan juga karna kakak Fada dipondok, kemaren pas pas sambang kakak, kita rayain ultah adek faris dipondoknya kakak, yang penting bisa saling membahagiakan adek dan kakak,” tulismu pada Ultah ke-8 Faris, 3 Oktober 2022 lalu.

Bagi Mbak Bul², urusan penampilan dan estetika ditaruh di urusan kesekian setelah kewajiban ibadah dijalankan. Prinsip hidupnya sederhana namun kokoh:“My Life Is My Family.”

Dalam perbincangan lewat gawai beberapa waktu lalu, terselip sebuah refleksi mendalam bahwa seorang perempuan adalah sembatu—batu pijakan, penyeimbang, dan penguat dalam sebuah bangunan keluarga. Segala pencapaian orang-orang tercinta di sekitarnya berporos pada ketulusan doa yang dipanjatkan dari lubuk hatinya yang bersih.

Keabadian Doa yang Terus Mengalir

Kini, embusan napas itu memang telah kembali kepada Sang Pencipta. Raga Hj. Saadatul Fitria telah berpulang, namun amal kebaikan, ketulusan budi, dan warisan kasih sayangnya terus hidup di hati orang-orang tercinta serta para sahabat yang mengenalnya.

Jarak fisik hari ini terasa samar. Di ruang batin, ia seolah hanya sedang terdiam khusyuk memanjatkan doa, belum sempat membalas pesan-pesan singkat di layar gawai.

Al-Fatihah teruntuk Almarhumah Hj. Saadatul Fitria.Semoga husnul khatimah, mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan ketulusan amalnya senantiasa mengalir tanpa putus.***

Ronall J Warsa

Ronall J Warsa. Berdomisili di Rapak Mahang, Kutai Kartanegara. Menulis berbagai cerpen,puisi, dan penggemar fotografi. Buku yang diterbitkan antara lain; Demokrasi dan Kemiskinan, Budaya Politik Demokratis, Obituari Andry Dewanto Ahmad : Catatan Keluarga, Sahabat & Kolega, Kariyau Hutan. Dapat dihubungi di Ig raja_warsa atau email: theothernald@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AvePress.com

Belajar dari Komentar