AvePress.com

Belajar dari Komentar

Akibat Ilmu Sakti Guru Bahadur (Episode 47)

Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meilia, Jill Carissa, Yuni Sulistyowati, Chairil J.M, Fitria Anwar, Irman F.R

Produksi: Genta Buana Pitaloka
Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meilia, Jill Carissa, Yuni Sulistyowati, Chairil J.M, Fitria Anwar, Irman F.R Heryana, Lilis Sugandha, Anika Hakim, Choky Andriano, Rizal Muhaimin, Lyra Virna
Sutradara: Dasri Yacob
Tahun: 2000

Kembali pada cerita, dengan latar yang memperlihatkan gejolak yang masih terjadi dalam lingkungan Kerajaan Malwapati. Teror dari Bahadur masih terus menghinggapi. Prabu Angling Dharma mengutus Batik Madrim untuk menuju Desa Leran karena Suliwa mendapatkan cerita dari Ghulam Shabir bahwa di sana ada masyarakat yang menjadi pengikut Syekh Aliyudin Khan dengan menyamar sebagai rakyat biasa. Berangkatlah Batik Madrim menuju Desa Leran. Di sana, Batik Madrim bertemu dengan Syekh Ibadullah sebagai pimpinan masyarakat Desa Leran.

Batik Madrim memperkenalkan diri sebagai utusan Sang Prabu Malwapati, sekaligus menyampaikan maksud untuk meminta bantuan karena Kerajaan Malwapati sedang menghadapi gejolak. Batik Madrim menyampaikan bahwa Ghulam Shabir-lah yang menyuruhnya untuk meminta bantuan kepada Syekh Ibadullah. Lantas, mereka bersiap bersama-sama untuk menuju Kerajaan Malwapati.

Sedangkan di dalam Kedaton Malwapati, saat Sang Prabu sedang beristirahat, tiba-tiba perutnya terasa sakit seperti ada kiriman tenun yang merasuk berupa sihir kalajengking sutra yang akan menyerang jantung Prabu Angling Dharma. Suliwa yang mendengar teriakan tersebut lantas memanggil Ghulam dan Salim Khan untuk membantu. Dengan lafal bacaan doa-doa yang mereka panjatkan, akhirnya Sang Prabu berhasil diselamatkan. Ghulam mengira bahwa ini masih merupakan ulah Bahadur dan Khasmala yang mengirimkan teluh kepada Gusti Prabu Angling Dharma.

Batik Madrim beserta rombongan menuju Malwapati. Dalam perjalanannya, mereka dihadang oleh sekelompok begal yang akan menjarah barang dan bekal yang dibawa. Batik Madrim melawan para begal tersebut. Tiba-tiba datanglah Nyai Dewi Sintawati yang datang membantu. Para begal berhasil dikalahkan dan mereka kabur. Kemudian, Batik Madrim menjelaskan kepada Nyai Dewi Sintawati bahwa ada gejolak di Malwapati sehingga harus meminta bantuan warga dari Desa Pesisir Leran.

Perjalanan dilanjutkan, namun ketika memasuki sebuah desa, Batik Madrim merasakan ada keanehan yang terjadi. Banyak warga yang marah-marah dan mengamuk seperti binatang yang sedang mencari mangsa. Dengan mantra yang dibacakan Sang Patih, belum mampu menyembuhkan warga desa tersebut. Lalu Ki Mundir mencoba membantu Batik Madrim karena merasakan ada yang aneh sedang terjadi. Ia menganggap bahwa ini merupakan kiriman dari Bahadur dan Khasmala.

Warga yang kerasukan tersebut berusaha dibantu oleh Ki Mundir dengan doa-doa yang dibaca. Yang merasuk ke dalam jasad warga desa merupakan Jin Gul-Gul kiriman dari Bahadur. Mereka sengaja mengirimkannya agar rombongan Sang Patih tidak jadi menuju Malwapati.

Akhirnya, kiriman teluh Jin Gul-Gul berhasil diusir dari jasad warga desa dan warga desa kembali seperti sediakala. Batik Madrim menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Lalu salah satu warga menjelaskan bahwa semalam ada sebuah cahaya yang masuk ke dalam rumah, lantas warga menjadi aneh seperti kerasukan dan meminta hal-hal aneh, yakni ingin makan daging sapi mentah. Lantas, Batik Madrim membenarkan apa yang dirasakan oleh Ki Mundir. Bahadur dan Khasmala tahu keberadaan mereka.

Cerita di atas mengisahkan bahwa seseorang yang hidup bermasyarakat seyogianya saling tolong-menolong. Dengan tidak memandang apa keyakinannya, karena tujuan hidup adalah bisa bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, perbuatan yang tidak baik dengan tujuan mencelakai orang lain pasti akan mendapatkan balasannya.

Very Yudha

Pantang lari dari gelanggang corong palayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AvePress.com

Belajar dari Komentar