
Produksi: Unlimited Production, Skop Productions, Legacy Pictures, AZ Films, dan Komet Productions
Pemain: Arya Saloka, Acha Septriarsa, Dimas Aditya, Faqih Alaydrus, Donnya Damara, Nova Eliza
Sutradara: Guntur Soeharjanto
Tahun: 2026
Film Munafik: Melawan Iblis merupakan adopsi dari film Malaysia tahun 2016 karya Syamsul Yusof, dengan sentuhan tangan dingin sang sutradara Guntur Soeharjanto. Kisah film ini merupakan perjuangan seorang pemuka agama, yakni Ustad Adam, dalam membantu masyarakat melalui proses ruqyah. Cerita yang membawa penonton lebih dekat dengan budaya dan kehidupan nyata sehari-hari. Dalam hal ini, ruqyah dilakukan dengan membacakan doa-doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala guna mendapatkan kesembuhan dari gangguan dan teror makhluk halus.
Kisah film berfokus pada kehidupan seorang ustad bernama Adam yang disegani masyarakat sekitar. Potret latar belakang cerita mengambil wilayah pesisir Pulau Jawa. Ustad Adam membantu masyarakat yang terkena gangguan makhluk halus dengan cara membacakan lantunan doa-doa yang ditujukan kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan agar diberikan kesembuhan.
Sampai pada suatu hari, Ustad Adam mencoba membantu me-ruqyah seorang perempuan desa bernama Mutia yang terkena guna-guna dan tubuhnya kerasukan. Dengan sekuat tenaga, Ustad Adam berusaha melawan jin yang masuk ke dalam diri perempuan tersebut. Jin yang merasuk berjanji, meskipun ia kalah, akan menuntut balas dengan membunuh seluruh keluarga Ustad Adam. Akhirnya, jin tersebut mampu diusir dan Mutia muntah darah bercampur kelabang dari dalam mulutnya. Mutia kembali seperti sedia kala dan berkumpul dengan keluarganya.
Setelah dari rumah Mutia, Ustad Adam pulang ke rumah dan bertemu dengan keluarganya, Aini, istrinya, dan Amir, anaknya. Ustad Adam sangat mencintai keluarganya. Jika berjanji, Ustad Adam pasti berusaha menepatinya, meskipun dalam keadaan kurang tidur karena semalam membantu me-ruqyah masyarakat yang sedang terkena gangguan.
Amir, anaknya, menagih janji bahwa ia akan diajak jalan-jalan ke pantai.
Kemudian sang ustad mengajak dan berangkat menuju ke pantai untuk bermain bersama. Dalam perjalanan, sang istri khawatir karena melihat wajah ustad yang letih akibat kurang istirahat. Namun, sebagai suami dan ayah, ia berusaha tidak menghiraukan hal tersebut dan tetap berusaha menyenangkan keluarganya.
Namun, naas. Dalam perjalanan menuju pantai, Ustad Adam melihat bayangan seorang perempuan. Konsentrasinya terganggu dan akhirnya mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan. Tiada disangka-sangka, mobil ustad yang sedang berhenti ditabrak oleh kendaraan lain yang melintas. Istri dan anaknya terlempar keluar. Ustad Adam berusaha menyelamatkan istrinya, tetapi Allah berkehendak lain. Istrinya meninggal dunia, sedangkan Amir, anaknya, berhasil diselamatkan.
Kejadian tersebut membuat sang ustad berubah sikap. Ia menyalahkan takdir Tuhan karena telah mengambil istri yang disayangi dan dicintainya. Keseharian ustad yang sebelumnya sering berjamaah ke masjid dan menolong warga yang membutuhkan mulai ia tinggalkan pelan-pelan. Ia lebih fokus mencari orang yang menabrak mobilnya sewaktu perjalanan ke pantai. Pihak yang berwajib yang membantu masih belum menemukan titik terang mengenai siapa pengendara mobil tersebut.
Sahabat sang ustad, bernama Anwar, merasa gusar karena Ustad Adam tidak pernah lagi salat berjamaah ke masjid. Pak Kyai, gurunya, pun merasakan hal yang sama dan menilai bahwa Ustad Adam masih belum ikhlas dengan kepergian istrinya. Gurunya kemudian meminta Anwar untuk membantu Ustad Adam agar dapat mengikhlaskan kepergian istrinya.
Cerita bergeser pada kehidupan keluarga kaya raya di desa tempat Ustad Adam tinggal. Seorang juragan tanah bernama Haji Mansur dikenal sangat dermawan kepada masyarakat. Sembako dan bantuan uang tunai setiap bulan selalu diberikan kepada warga desa. Haji Mansur mempunyai seorang anak tunggal perempuan bernama Fitri. Ia bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit di desanya. Fitri merupakan seorang perempuan yang ditinggal ibu kandungnya karena sakit, dan akhirnya bapaknya menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Zulfa.
Ketika Fitri bekerja di rumah sakit, dari sinilah pertemuan awal dengan Ustad Adam terjadi. Fitri sebagai seorang perawat menjalankan tugasnya membantu Ustad Adam pasca mengalami kecelakaan. Setelah selesai bekerja di rumah sakit, Fitri pulang ke rumah. Namun, pada malam harinya, ia mengalami gangguan aneh dan janggal sesaat setelah terbangun. Gangguan yang dialami berupa sosok yang menyerupai dirinya sendiri, merasuk dan bersikap aneh. Pembantu di rumah Fitri yang mengetahui hal tersebut kemudian menghubungi Anwar. Saat itulah Ustad Adam dijemput oleh Anwar dan berusaha dibujuk untuk membantu me-ruqyah Fitri yang sedang mengalami gangguan makhluk halus.
Ustad Adam berusaha melafalkan doa-doa guna melawan jin yang merasuk ke tubuh Fitri, dibantu oleh Anwar. Namun, kekuatan jin yang merasuk begitu kuat. Dengan sekuat tenaga, sang ustad meminta bantuan kepada Allah SWT dengan melantunkan doa-doa. Setan yang merasuk akhirnya berhasil diusir. Kejadian kembali terulang, hampir sama dengan yang dialami Mutia. Fitri muntah darah bercampur kelabang, membuat sang ustad berpikir tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah Fitri sembuh, Ustad Adam bermaksud menemuinya untuk menanyakan suatu hal dalam dirinya, apakah ada sebuah kejadian di masa lalu yang pernah dialaminya. Fitri menceritakan bahwa ia sangat menyayangi ibunya. Ketika ibunya meninggal, ia sangat terpukul dan merasa kehilangan.
Di sisi lain, berkat bantuan pihak yang berwajib, Ustad Adam akhirnya mengetahui siapa pelaku yang menabrak mobilnya dan menyebabkan istrinya meninggal. Mobil tersebut milik Haji Mansur yang pada saat itu dikendarai oleh Fitri. Ustad Adam marah dan kecewa kepada Fitri. Meskipun Fitri sudah meminta maaf, sang ustad masih bersikeras tidak memberikan maaf kepadanya. Fitri menyesali apa yang menimpanya. Ia bersumpah akan mencari tahu mengapa dirinya melakukan hal tersebut sehingga menyebabkan istri Ustad Adam meninggal.
Sampailah pada suatu malam, Fitri melihat ayah dan ibu angkatnya belum tidur hingga larut malam. Keduanya berjalan keluar rumah menuju gudang belakang rumah. Fitri pun membuntuti mereka. Ia kaget sesaat setelah mengetahui bahwa ayah dan ibu angkatnya melakukan pesugihan untuk mendapatkan kekayaan. Jadi, selama ini ayahnya menjadi kaya raya dari hasil pesugihan.
Fitri kemudian disekap dan akan dijadikan tumbal. Namun, Fitri sempat menelepon Ustad Adam untuk meminta pertolongan.
Selama ini, Haji Mansur dan istrinya merupakan penyembah setan yang menyekutukan Tuhan. Mereka melakukan pesugihan dengan meminta tumbal nyawa manusia. Salah satunya adalah ibu kandung Fitri yang menjadi tumbalnya. Sang ustad berusaha melawan Haji Mansur dan istrinya. Fitri mengetahui kelemahan ayahnya yang terdapat pada cincin yang dipakainya. Haji Mansur dan istrinya akhirnya berhasil dikalahkan.
Cerita di atas memberikan sebuah pesan bahwa tiada Tuhan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rezeki dan kesehatan hanya diminta kepada Allah semata. Jangan sampai menyekutukan Allah dengan iblis dan setan yang terkutuk, karena karma akan datang jika melakukan kemusyrikan.
Perjuangan seorang ayah demi menjaga keutuhan keluarga juga menjadi bagian penting dalam kisah ini. Jika terjadi sesuatu pada istri, anak, atau keluarga terdekat, seseorang harus berusaha dengan ikhlas untuk menerima semuanya. Karena semua itu merupakan kehendak dan takdir yang sudah digariskan. Sebagai makhluk, manusia diminta untuk terus berusaha, beribadah, dan berdoa kepada Allah SWT.










