AvePress.com

Belajar dari Komentar

Iklan 160x600

Erwin dan Gunawan

Mendengar nama Erwin dan Gunawan mungkin orang  akan  bertanya–tanya siapa sih mereka berdua ?  Atau  kenapa saya harus membaca kisah mereka berdua, apa istimewanya? Sangat

Erwin
Erwin - Pengamen

Mendengar nama Erwin dan Gunawan mungkin orang  akan  bertanya–tanya siapa sih mereka berdua ?  Atau  kenapa saya harus membaca kisah mereka berdua, apa istimewanya? Sangat wajar kalau para pembaca akan berpendapat seperti di

atas, memang tidak ada yang istimewa dengan dua nama tersebut, tidak juga layaknya Shinta dan Jojo yang ngetop lewat video lucunya yang menggegerkan  dunia maya.

Erwin adalah seorang anak desa yang berjuang hidup sendirian di tengah hiruk pikuknya Kota Malang. Parasnya yang masih anak-anak ini kelihatan tegar walau setiap harinya Erwin harus bergelut di tengah arus lalu lintas kota demi mengumpulkan rupiah dan untuk mempertahankan hidup.  Datang dari Kecamatan Dampit Kabupaten Malang anak berusia 11 tahun ini berharap dapat memperbaiki nasib. Ngamen memang bukan cita-cita yang diinginkan oleh Erwin. Dia harus drop out sejak kelas tiga SD karena tinggal pisah oleh kedua orang tuanya atau lebih kongkritnya adalah korban perceraian. Bergelut tanpa kenal menyerah mengais rezeki dari belas kasihan setiap pengendara yang lewat  atau berhenti di trafic light sudut kota yang bising dan penuh polusi.

Berbekal tutup botol yang buat seperti alat musik tar-tar bocah Dampit ini menghampiri setiap pengendara. Panas hujan tidak pernah dirasakan lagi sebagai hambatan atau pengahalang untuk mengumpulkan uang. Pagi siang bahkan sampai malam hari kedua tangan berkulit legam ini senantiasa menemani tubuh yang kurus terus menari-nari memainkan alat musik tersebut. Lagu-lagu anak jalanan sangat familiar dan dinyanyikan berkali-kali. Sementara anak yang lain seusia dia sibuk bermain dan belajar untuk mempersiapkan kelanjutan hidupnya dimasa depan. Memang semua anak-anak pasti punya cita-cita.

Lazimnya usia anak-anak jika kita tanya apa sih cita-cita mereka, tentu sebuah harapan atau cita-cita yang sangat mulia yang mereka inginkan. Menjadi dokter, menjadi tentara, ingin menjadi polisi, ingin menjadi  guru bahkan ingin jadi presiden. Mungkin tidak ada anak-anak jika ditanya cita-citanya ingin menjadi pengamen, pengemis atau ingin menjadi maling. Bahkan anak seorang pengemis pun jika ditanya cita-citannya  tidak ada yang ingin menjadi pengemis seperti orang tuanya.

Erwin dan Gunawan adalah sebuah kisah faktual yang ada di tengah kehidupan kita. Kepolosannya nampak dari setiap ucapanya ketika menjawab setiap pertanyaan yang saya  lontarkan, tidak sedikitpun yang ditutup-tutupi tentang kisah hidupnya. Bagaimana dia  istirahat di malam  hari,  bocah yang mengaku berasal dari Dampit tersebut menuturkan bahwa jika menjelang malam tiba  ia menuju bangunan di salah satu pasar  yang ada di kota Malang. Menempati  di salah satu lorong bangunan tepat berada di dekat kandang ayam bocah drop out SD tersebut melewatkan malam bersama temanya walau kadang harus tidur sendirian.

Kita bisa membayangkan betapa tidak nyaman tidur di tempat demikian, bagaimana jika hujan tiba, bagaimana jika tiba-tiba sakit, bagaimana pula jika tiba-tiba diusir pemilik bangunan tersebut. Sungguh tidak bisa dibayangkan jika hal tersebut terjadi dengan kita, sementara anak seusia Erwin tersebut masih sangat butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Dengan penghasilan rata-rata 25.000 rupiah tiap hari dari hasil mengamen, bocah belasan tahun ini mengambil 15.000 – 20.000 rupiah untuk makan. Meski begitu Erwin  masih sempat menyisihkan uangnya untuk ditabung.

Berbeda dengan Erwin, Gunawan temanya masih terbilang lebih beruntung karena meski mengamen bocah kelas tiga SD ini masih tinggal bersama kedua orang tuanya. Bocah Asal Wendit Malang ini setiap hari sepulang sekolah mengamen bersama ibunya di kawasan blimbing. Saat dijumpai di warung pangsit di perempatan Blimbing, bocah yang belum tahu arti kehidupan sudah harus kehilangan masa-masa kecil yang seharusnya dilewati dengan bermain dengan teman sebayanya. Alasan ekonomi keluargalah yang membuat masa anak-anaknya dilewati dengan kesibukan mencari uang.

Gunawan
Gunawan - pengamen

Mungkin cerita Erwin dan gunawan adalah sebagian kisah perjalanan hidup dari banyak rakyat miskin di setiap kota di Negara ini. Masih banyak Erwin dan Gunawan yang lain hidup di negara ini, bahkan mungkin lebih buruk lagi kisah perjalanan hidupnya di negeri yang konon punya kekayaan alam yang sangat melimpah.

Alim Mustofa

Alumni S-2 FIA Univ. Brawijaya Malang. Berorganisasi di KOMDEK Malang, Averoes Community, Lakpesdam NU Kota Malang s/d GP ANSOR Jawa Timur. Pernah bekerja di Panwaslu Kecamatan 2008, Pimred Pandanwangi Newsletter 2010, Jurnalis NIMD Belanda & KID Jakarta, Komisioner KPU Kota Malang 2009-2014, Dewan Riset Daerah Kota Malang dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan 160x600

AvePress.com

Belajar dari Komentar