AveSticker

Osob Kiwalan, Secuil Sejarah Malang

Oct 06 2010850 Dilihat

“Ayo ngipok, ndelok kodew komes-komes (ayo ngopi melihat cewek semok-semok)”, ajakan dari sahabat untuk pergi ke warung kopi. Osob kiwalan atau bahasa yang dibalik-balik, kata-kata yang dibaca dari belakang dan disesuaikan dengan selera para penggunannya, kadang kalau tidak enak didengar ya dirubah-rubah. Osob kiwalan atau boso walikan khas Kota Malang sering terdengar ditengah masyarakat. Jika ada orang yang tidak mengerti dipastikan orang itu baru mgninjakkan kaki di Kota Malang. Di wilayah Malang Raya, osob kiwalan menjadi bahasa sehari-hari. Jika anda berkunjung ke Malang, terdengar kosa kata aneh dan lucu yang diucapkan orang-orang seperti kadit itreng (tidak ngerti), ojir (uang), oker (rokok) dll. Banyak warga asli Malang yang tidak mengetahui asal sejarah bahasa “gaul” ini. Banyak yang menyangka osob kiwalan ada sejak 1980an bahkan ada yang menyangka 1990an, osob kiwalan sudah ada sejak akhir 1940-an.

syadhu : melestarikan budaya

Sejarah osob kiwalan

Osob kiwalan diciptakan oleh Suyudi Raharno sebagai alat berjuang dibantu oleh kawan akrabnya Wasito. Dua orang ini sama-sama sebagai anggota dari GRK yang berjuang, di seputar akhir maret 1949, pada masa class action II atau Agresi Militer Sekutu II, yang diboncengi pasukan Belanda. Kala itu Belanda banyak merekrut orang-orang sekitar Malang, atau orang asli kota, untuk dijadikan mata-mata yang bertugas menyusup dalam pasukan GRK (Gerakan Rakyat Kota). Tugas mata-mata untuk memperoleh informasi rahasia tentang pola perjuangan GRK. Perjuangan GRK selalu dipatahkan oleh Belanda karena informasi dari mata-mata (limbangnidiasmoro.multiply.com/journal/item/9). Pejuang GRK dibawah komando Suyudi Raharno, yang mengetahui penyebab kegagalan karena ada mata-mata disekitar mereka. Lahirlah osob kiwalan sebagai bahasa komunikasi antar pejuang. Osob kiwalan sebagai sandi, kunci keberhasilan pejuang GRK mengusir penjajah dari malang.

Menjaga Budaya

Budaya yang mengakar kuat ini perlu dilestarikan. Dan mereka, pencipta osob kiwalan perlu diberi tanda kehormatan sebagai rasa terima kasih kita kepada pahlawan bangsa. Bung Karno pernah berkata bangsa yang besar, bangsa yang bisa menghargai pahlawan mereka. Maka dari itu mereka layak mendapatkan atas jasa-jasa mereka. Dengan melestarikan peninggalan mereka yang baik-baik. Seiring dengan perkembangan Kota Malang sebagai pusat pendidikan di Jawa Timur menjadi rujukan mengenyam pendidikan bagi masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya. Osob kiwalan tidak tergerus waktu justru malah berkembang. Mahasiswa dari luar Malang, mulai menggunakan osob kiwalan di pergaulan sehari-hari. Ungkapan menjaga budaya yang baik, dan mengambil budaya yang lebih baik, cocok untuk warga Malang. Jayalah terus Malang menuju Kota Pendidikan!

Kosa kata osob kiwalan popular : nakam (makan), ewul (lapar), oskab (bakso), oges lecep (nasi pecel), ongis nade (singo edan), napalal maya (lalapan ayam), gnaro ngalam (orang Malang), kera Ngalam (arek Malang), silop (polisi), rudit (tidur), ojir (uang), ipok (kopi).

Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang, tinggal di Jakarta

Topik Terkait

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Tangi (1)

by Feb 10 2026

Dua sosok lelaki tua, tiba-tiba mendekati tubuh Niero yang terbaring tak berdaya. Mereka berteriak t...

Merajut Budaya Menjaga Tradisi (3)  

by Feb 09 2026

Keliling Kampung, Menuai Kebersamaan Langit di Desa Miau Baru Kecamatan Kongbeng pada Kamis malam (3...

Merajut Budaya Menjaga Tradisi (2)  

by Feb 07 2026

Menari Laksana Enggang, Melenggok Laksana Bidadari Setiap daerah memiliki tarian tersendiri, dengan ...

Merajut Budaya Menjaga Tradisi (1)  

by Feb 05 2026

Perahu Naga, Kisah Tentang Kekuatan dan Kesetiaan Nenek Moyang Suku Dayak Kayan Suatu pagi. seusai p...

  • asty says:

    Salam utas AWIJ!!!!

  • syadhu says:

    ono kodew sepet hahahhaa
    peace salam awij utas

  • kilah says:

    suatu saat nanti kalo aumes rajalep-rajalep yang menempuh studi di ngalam, kaib itu kera ngajamul, kera ayabarus alias kenob, kera iridek, dan kera-kera liane wes nggawe asahab ngalaman, maka asahab ngalam osi idad asahab nasional.

    malas utas awij….

  • Arivandro says:

    Hei Sam.
    Sedikit koreksi Polisi iku Silup dan tdk semua kata iku dibalik. “Napalal Maya” iku mekso, opo maneh nduwur iki ngarang thok, “aumes, rajalep-rajalep, kaib, idad”. iku ora onok.
    Cba itreng gk umak karo iki : “Ndewor, Idrek, Ngacak Oji,Tewur tengab, Ngayambes, Oromaut”

  • arlina says:

    arivando : ndewor idrek iku opo sam? ayas kadit itreng…
    tak pikir-pikir sampaik ngungib tapi jek tetep kadit itreng

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top