Citizen Journalist • Jan 08 2026 • 140 Dilihat

Pasar buku Wilis merupakan salah satu tempat penjualan buku terlengkap yang terdapat di Kota Malang. Berbagai lapak menyediakan bermacam-macam buku baik untuk anak kecil sampai pengajar. Ketika penulis sampai, suasana di Wilis pada pukul 15.00 WIB masih sangat sepi pembeli.
Sesampainya disana penulis akan mewawancarai salah satu penjual buku yang sering menjadi langganan bagi mahasiswa maupun dosen. Dia akrab disapa Mas Aan (50 tahun) oleh teman-teman mahasiswa. Dia sudah menjual buku sejak tahun 2009 d Wilis, bahkan sebelum di Wilis sudah menjual buku d Facebook.
“Dalam Bulan Ramadhan ini pembeli sangat sedikit kurang lebih hanya terjual 5-10 buku. Bahkan tidak hanya ketika ramadhan ini, semenjak seminggu sebelum ramadhan ya sudah sepi. Mungkin prediksi saya minggu keempat ramadhan yang ramai seiring dengan orang luar yang keluar atau masuk Malang”.
Menurutnya segmen penjualannya adalah kepada mahasiswa yang aktif di organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan para aktivis. Karena menurutnya sangat menyenangkan bisa berdiskusi dengan mahasiswa dan bertukar pikiran dengan mereka. Buku yang dijual sangat variatif, akan tetapi kebanyakan buku atau novel yang dijual adalah lebih mengerah ke isu-isu sosial.
“Saya tidak terlalu mempermasalahkan pembeli yang terkadang membeli buku tidak asli. Meskipun saya sendiri sangat menganjurkan untuk beli asli, yang penting mau baca. Karena buku asli tergolong mahal, sedangkan uang mereka tidak cukup untuk membeli yang asli,” tuturnya.
Sementara itu Aan menilai bahwa pemerintah belum mampu mengatur mengenai bagaimana efektifitas peningkatan literasi. Program seperti taman pintar, duta literasi atau kampanye literasi itu belum efektif. “saya sangat berharap pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang pasti, bahkan kalau perlu masyarakat secara luas dipaksa untuk membaca. Selan itu kami juga berharap penulis tidak dikenakan pajak penghasilan, dan juga perlu subsidi kertas agar buku bisa terbeli oleh masyarakat,” ujarnya dalam wawancara pada Rabu (13/4/2022).
Penulis: Faizal Gamar Irvany (peserta Short Course Citizen Jurnalist)
Ketika membahas sepak bola Afrika, orang biasanya memulai dari tempat yang sama. Federasi yang beran...
Di ruang rawat inap VVIP Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie (AWS), Samarinda. Nampak belasan orang me...
Kemarin, sepulang dari kegiatan Pra Muscab IKA PMII di Malang, saat sedang scrolling media sosial se...
Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...
Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...
Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Belum ada komentar.