Redaksi • Jan 04 2026 • 115 Dilihat

Mendisiplinkan anak bukan hanya tentang memberikan hukuman, melainkan sebuah sistem pengajaran perilaku yang dapat diterima melalui kombinasi tiga komponen utama: kehangatan, struktur, dan konsekuensi.
Berikut adalah cara menerapkan ketiga prinsip tersebut:

Kehangatan bukan merujuk pada suhu, melainkan menunjukkan kasih sayang dan dukungan kepada anak untuk memperjelas bahwa Anda mencintai dan menerima mereka. Ini berfungsi sebagai fondasi agar strategi disiplin lainnya dapat bekerja efektif, ibarat melakukan “deposit” kepercayaan dalam sebuah hubungan.
Struktur berkaitan dengan menetapkan batasan, aturan, dan harapan yang konsisten serta dapat diprediksi. Anak-anak membutuhkan kebebasan untuk bereksplorasi, tetapi mereka juga membutuhkan batasan untuk belajar.

Konsekuensi adalah segala sesuatu, baik atau buruk, yang terjadi sebagai respon terhadap perilaku anak. Prinsip ini didasarkan pada Operant Conditioning (Pengondisian Operan), yang menyatakan bahwa perilaku ditentukan oleh konsekuensinya.
Ada empat cara menggunakan konsekuensi untuk mengubah perilaku:
Jika anak mengamuk (tantrum) setelah waktu layar habis dan Anda memberikan perhatian berlebih (seperti menceramahi panjang lebar) atau mengembalikan iPad agar mereka diam, Anda justru mengajarkan bahwa mengamuk adalah cara efektif untuk mendapatkan perhatian atau waktu layar tambahan.
Cara yang lebih efektif untuk menangani tantrum sering kali adalah dengan menarik perhatian Anda (mengabaikan perilaku buruk tersebut) atau memberikan hukuman negatif (mengambil hak istimewa) secara tenang.
Bayangkan mengasuh anak itu seperti sebuah perjalanan darat (road trip) dengan tujuan membentuk anak yang baik dan bahagia. Anda bisa saja mengemudi dengan menginjak gas dan memutar setir secara acak (memberikan konsekuensi sembarangan), tetapi itu tidak akan membawa Anda ke tujuan tanpa dasar-dasar yang kuat.
Dalam hal ini, kehangatan dan struktur ibarat bensin dan peta perjalanan. Anda memerlukan keduanya agar mobil dapat berjalan ke arah yang benar. Tanpa bensin (hubungan yang hangat) dan peta (aturan yang jelas), konsekuensi apa pun yang Anda terapkan tidak akan efektif membawa anak ke tujuan yang diharapkan
Nesi, J. (2022, 8 Agustus). How to do discipline: A deep dive on evidence-based discipline for toddlers to teens. Technosapiens.
Menulis dan mengajak yang lain untuk menulis adalah cara kami untuk terus belajar. Ada sedikit harapan barangkali apa yang kami sajikan dalam media ini juga bisa menjadi inspirasi bagi siapapun.
Sudah menjadi hobi para Mahasiswa jika berburu takjil dan nasi gratis di bulan Ramadhan. Banyak masj...
Pak Kret, Thailand, menjadi saksi penyelenggaraan turnamen bergengsi Piala Thomas dan Uber 2018. Tur...
Sejarah dunia modern telah akrab dengan peristiwa terorisme. Aksi-aksi peledakan, penyerbuan, penyer...
Malang – Sektor inovasi wisata dan pertanian pada level desa semakin bergeliat pada era pasca ...
Sektor pertanian kini sedang berada di persimpangan jalan. Sebagai penopang hajat hidup sebagian bes...
“Kuda pacuan dipelihara sebelum dan sesudah bertanding, menang atau kalah. Tapi pemain bola hanya ...

Belum ada komentar.