AveSticker

Budaya

Tak Layakkah Dangdut Koplo Disebut Musik Populer?

Pop dan Populer Membincang soal dangdut koplo yang disebut oleh L. Riansyah dalam artikelnya yang berjudul “Dangdut Koplo, Sang Predator Musik Populer”, saya merasa kurang nyaman atas penggunaan i...

by • 30 Nov 2014

“Arep ngundakno sewu mboten tego, mas”

“Kulo niki yok nopo, rodok bingung, arep ngundakno sewu sego karo teh’e dadi enem ewu gak tego, mas. Niki mawon jektas kulo undakno seminggu niki,” tukas mbok sri, penjual warung langganan saya....

by • 25 Jan 2014

Besutan dan Kematian Seni Resistensi Masyarakat

Penggemar ludruk semestinya belum melupakan nama-nama seperti: Besut, Paman Jamino dan Rusmini atau Asmunah, nama-nama aktor yang identik dengan kesenian ‘Besutan’ yang merupakan cikal bakal ludru...

by • 14 Jan 2013

PENDIDIKAN (dan) KOMODITI? (Bag 2)

Beranjak pada tingkat perguruan tinggi, pemerintah Jerman menyadari penuh tentang pentingnya pendidikan yang layak bagi masyarakat. Departemen pendidikan setempat secara konsisten memiliki peraturan d...

by • 25 Aug 2012

Kemana Kita Mengubur Barang Bekas?

HARI masih terlalu pagi untuk beraktivitas di kampus. Hanya ada tukang sapu halaman yang sibuk dengan pekerjaannya. Sang dosen yang menjadwal mengajar pada jam pertama di pagi hari juga belum hadir. B...

by • 06 Mar 2012

Surabaya dan Cagar Budaya: Regulasi Kebudayaan Salah Kaprah (Bag 3)

Bagian Pertama Artikel Surabaya dan Cagar Budaya Bagian Kedua Artikel Penolakan Politik Identitas Bermaksud memperbaiki, jadinya merusak mungkin itulah kalimat yang setidaknya dapat menggambarkan tent...

by • 15 Feb 2012
back to top