AveSticker

Memancing Belut

Sep 16 20101.026 Dilihat

Mengisi liburan hari raya ternyata tidak selalu dirayakan ditempat rekreasi atau bepergian keluar kota untuk untuk mengunjungi sanak family. Ada juga sebagian orang yang mengisi libur peringatan idzul fitri dengan memancing belut. Sebut saja Cak To (41) sebutan lelaki warga jalan sebuku ini, bersama dua orang temannya lebih memilih ke sawah untuk mencari belut dari pada ke tempat rekerasi.

Dengan berboncengan sepeda motor, membawa dua pancing belut (kail) dan cacing sebagai umpan, leleki bertopi ini menuju sawah di Kampung Jambangan. Tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk menuju lokasi yang berada di depan sebuah Sekolah Dasar tersebut. Waktu telah menunjukan jam 2 siang, “ saat yang tepat untuk memancing karena pada jam segini biasanya cepat nggondol ” pikir Cak To dalam benaknya.

Memancing Belut

Setelah memarkir motornya di sisi bahu jalan, rupanya lelaki penghobi memancig ini bergegas mencari tempat yang strategis untuk memulai hobinya tersebut. Kaleng berisi cacing dan peralatan mancing tersebut ditenteng dengan  tangan kirinya, sementara tangan kanan sibuk mencari leng (lubang belut). Satu lubang belut ditemukan, tanpa pikir panjang pancing yang sejak tadi berada ditangan kananya dimasukkan kelubang belut tersebut. Sedikit dipelintir tali pancing tersebut, dari mulut cak to keluar suara “ thek…. thek…..thek….” sebagai tanda memberikan panggilan. Tak lama kemudian tali pancing bergerak masuk sebagai tanda umpan telah disantap si belut, sontak tangan kanan lelaki berkulit sawomatang ini menarik perlahan tali pancing yang ada dalam genggamannya. Tangan kiri bersiap memegang belut dari dalam lobangnya, seekor belut sebesar ibu jari kaki berhasil didapatkan oleh Cak To.

Memancing Belut

Memancing selalu membawa keasyikan tersendiri, terutama saat umpan yang dipasang di gondol (makan) belut atau ikan yang kita pancing. Pantas kiranya bagi cak to yang punya hobi mancing selalu menyempatkan diri menyalurkan hobinya meskipun dihari raya dizul fitri. Tetapi demi yang namanya hobby orang selalu punya waktu atau menyempatkan diri untuk melakukan apa saja demi mewujudkan kesenangannya.

Share to

Alumni S-2 FIA Univ. Brawijaya Malang. Berorganisasi di KOMDEK Malang, Averoes Community, Lakpesdam NU Kota Malang s/d GP ANSOR Jawa Timur. Pernah bekerja di Panwaslu Kecamatan 2008, Pimred Pandanwangi Newsletter 2010, Jurnalis NIMD Belanda & KID Jakarta, Komisioner KPU Kota Malang 2009-2014, Dewan Riset Daerah Kota Malang dll

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top