AveSticker

Masyarakat Transparan menurut Gianni Vattimo

Oct 04 2010778 Dilihat

Gianni Vattimo adalah salah satu dari tokoh postmodernisme Italia. Lahir pada 1936 di Torino. Vattimo banyak menerbitkan karya-karya di bidang hermeneutika dan ontologi seperti Being, History and language in Heidegger 1963, The Subject and The Mask pada 1974 dan The Transparent Society pada 1989.

Ada beberapa pokok penting menurut Gianni Vattimo mengenai modernism dan postmodernism dalam bukunya  The Transparan Society” yaitu:

  1. Masyarakat postmodern mengalami perubahan makna emansipasi dari yang ditemukan masyarakat modern. Emansipasi masyarakat modern yang mengutamakan pemberdayaan rasio telah berubah menjadi krisis atas humanisme karena semakin lemahnya metafisika sebagai akibat pemberdayaan rasio yang semakin kuat.
  2. Teknologi telah mengasingkan manusia oleh karenanya teknologi harus dikembalikan pada esensinya sebagai yang berasal dari metafisika dan reduksi atas manusia.
  3. “Transparan” menurut Vattimo adalah suatu keadaan di mana berbagai macam dialektika yang dijumpai dalam keberasalan masing-masing subkultur masyarakat semakin terbebas serta tidak tertuju pada orientasi tunggal.
  4. Emansipasi masyarakat transparan terwujud jika manusia dapat membuat diri mereka memaknai kebenaran pada berbagai sumber yang mereka yakini.
  5. Seni dan Budaya menjadi petunjuk dalam menunjukkan fenomena postmoderisme. Seni postmodern adalah seni yang disorientasi dan konstitutif, artinya orientasi tidak tunggal serta membangun dunia makna sendiri.
  6. Terjadi perubahan esensi utopis menadi heteroutopia. Hal ini dikarenakan pembentukan komunitas mempunyai pemaknaan sendiri-sendiri serta simbolis tersendiri.
  7. Masyarakat transparan adalah masyarakat yang mampu mengemansipasi sendiri kebenarannya sesuai dengan hidupnya. Emansipasi  diri sebagai bentuk kebijaksanaan individu dalam bertindak yang harus melihat  latar belakang, serta pengalaman kebenaran.
Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang. Pernah bekerja par time di Komunitas Averroes.

Topik Terkait

Menakar Electoral Threshold dalam Rancan...

by Jul 09 2026

Pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terus bergulir memasuki bu...

Asia Datang Beramai-Ramai, Pulang Bersam...

by Jul 05 2026

Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen yang paling membanggakan bagi sepak bola Asia. Untuk perta...

Afrika Tidak Kehilangan Bakat, Afrika Ke...

by Jun 28 2026

Ketika membahas sepak bola Afrika, orang biasanya memulai dari tempat yang sama. Federasi yang beran...

Matahari yang Enggan Terbenam: Jokowi, B...

by Jun 24 2026

Dalam sepekan terakhir, selain dinamika Munas Kombes NU, salah satu berita politik yang menarik perh...

Diantara Menjadi Dokter, Notaris, Atau G...

by Jun 18 2026

Di ruang rawat inap VVIP Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie (AWS), Samarinda. Nampak belasan orang me...

Ketika Diskusi Dibubarkan: Kampus, Demok...

by Jun 17 2026

Kemarin, sepulang dari kegiatan Pra Muscab IKA PMII di Malang, saat sedang scrolling media sosial se...

  • erwin firmansyah says:

    mbak terima kasih atas artikelnya,,saya juga mahasiswa sosiologi UB angkatan 2009,,,artikel ini sangat membantu saya dalam memahami pemikiran Vattimo,,terimas kasih kakak

  • Ardyan says:

    mbak astiii…
    tak copy mbak,buat tugas postmo..
    makasih ya mbak 🙂

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top