AveSticker

Sepak Bola, Anak, dan Kepercayaaan Diri

Jan 26 2026124 Dilihat

Sepak Bola, Anak, dan Kepercayaaan Diri via AICanva

Sepak bola dimasa anak-anak kadang menjadi keasikan sendiri bagi dunia mereka, namun tidak bagi sebagian orang dewasa. Hal itu mengaitkan banyak aspek, dari aspek psikologis dengan sikap fanatisme sampai dengan kejujuran menilai proses dan bisnisnya.

Pada era 2000an awal, gegap gempita warga Gresik sangat bangga atas capaian klub bola kebanggaan menjuarai liga, saat itu nama klub masih bernama PS Petro Kimia Putra. Klub sepak bola asal kota pudak pada 2002 menjadi juara liga.

Saat itu klub dilatih oleh pelatih asal Moldova bernama Serghei Dubrovin dan Imam Supardi sebagai asisten pelatih yang kemudian semakin bagus di level nasional. Bagi pencinta sepak bola nasional mungkin nama tidak asing dengan panggilan Supardi.

Ingatan masa indah kompetisi sepak bola dengan atribut fanatisme Kebo Giras saat itu mungkin menjadi momen sulit saya lupakan. Hal ini menjadi sesuatu yang memengaruhi keputusan saya terkait sepak bola terhadap anak.

Setiap ada keperluan terkait sepak bola, dari versi digital dalam bentuk permainan sampai dengan latihan bersama klub sekolah. Saya hampir sulit menolak, kemudian mencoba mendukung dalam bentuk apapun.

Keputusan dukungan ini termasuk dengan pertimbangan situasi sepak bola lokal, sebagian besar kita sudah tahu bagaimana kebijakan Nagara dan PSSI sebagai induk. Sepak bola dan politik nampaknya sulit dipisahkan pada era ini dan lokal kita. Namun, diluar itu semua kita mengambil langkah sangat sederhana dengan cara mengembalikan lagi nilai filosofis olahraga. Yaitu, sehat, dengan mengembalikan prinsip ini kemudian tidak perlu lagi terlalu risau dengan kondisi eksternal.

Keputusan akhir diambil untuk melibatkan anak dalam sepak bola sekolah. Dilatih oleh guru olah raga. Bertemu di lapangan pada akhir pekan. Beli kostum, sepatu, dan perangkat standar.

Kepercayaan Diri Anak

Sepak bola ini menjadi pilihan utama kami untuk anak seperti sebuah kelucuan. Karena genetik kami ini petani. Kami tidak ada generasi dunia olah raga sama sekali. Namun, sehat adalah alasan paling dasar yang sedang kami usahakan. Selain itu tentu ada hal lain yaitu kepercayaan diri.

Membangun kepercayaan diri bagi anak menjadi pekerjaan rumah yang berhubungan dengan orang, waktu, dan nafas panjang. Sudah pekerjaan pasti yang harus diatur dengan pengaturan jangka panjang. Teladan dan nasehat saja tidak cukup. Harus ditempa dengan sikap tegas.

Sepak bola menjadi pilihan paling dekat dengan karakteristik diatas. Body charge atau body crash adalah salah satu kondisi biasa dalam sepak bola. Kemenangan sepaket bersama kekalahan selalu hadir di saat yang sama. Setiap hasil membawa dampak, bagi yang menang membawa kebahagiaan dan yang kalah bisa membawa hikmah tentunya, hehehe.

Semua itu menjadi bagian pembelajaran paling nyata bagi anak. Tidak perlu cas-cis-cus untuk menjelaskan. Langsung dirasakan, diolah, kemudian direspon.

Seperti itulah sepak bola, orang tua dan anak.


Diketik saat menunggu anak main sepak bola di lapangan. Salam olah raga, salam sehat!

Share to

Penyuka perkembangan teknologi informasi.

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top