AveSticker

Rekonstruksi Teknis Pemeliharaan Dan Pemanfaatan SDA Di Era 4.0

Oct 06 2021144 Dilihat

Ilustrasi pemanfaatan teknologi dan pemeliharaan sumberdaya alam via pelakubisnis.com

Pasca perkembangan era industri tahun 80an mulai berdiri pabrik-pabrik besar. Produksi massal dengan menggunakan sistem industri pada saat itu dapat dikatakan jauh dari kata ramah lingkungan. Hal tersebut kemudian membuat banyak efek negatif terhadap lingkungan dan alam.

Seiring berjalannya waktu sampai pada era kesadaran 1990-an, peristiwa mencairnya es di kutub kian masif. Perubahan iklim dan peristiwa efek rumah kaca yang semakin tidak dapat diprediksi membuat berbagai pihak khawatir. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya peraturan dan undang-undang untuk mengatur keseimbangan industri dengan alam. Dunia saling bersinergi untuk melaksanakan program yang bersifat restoratif kepada alam dan lingkungan.

Pada era kesadaran ini juga mulai berkembang sistem perindustrian yang juga memperhatikan keamanan konsumen, karyawan, dan lingkungan. Hal-hal yang mempengaruhi kontaminasi dan perusakan lingkungan mulai mendapatkan formula penawarnya. Beberapa upaya diantaranya adalah pengurangan emisi gas dengan meminimalisir penggunaan bahan bakar fosil, mengurangi penggunaan plastik dalam produksi, dan penggunaan bahan dasar yang ramah lingkungan lainnya.

Memasuki era industri 4.0 di mana pengetahuan teknologi memasuki era yang sangat terperinci, bahkan efek-efek mikro pun diperhatikan. Salah satu program yang merupakan komitmen bersama adalah Sustainable Development Goals (SDGs) yang beberapa di antaranya sangat mempertimbangkan keterkaitan alam, seperti energi bersih yang terjangkau, penanganan perubahan iklim, menjaga ekosistem laut, dan menjaga ekosistem darat. Para pelaku industri sepakat bahwa era 4.0 dalam pengembangannya juga harus mempertimbangkan tiga faktor kunci, yakni;

  1. Redistributif (lebih memperhatikan pemerataan, sehingga tercipta keseimbangan ekonomi)
  2. Restoratif (mempertimbangkan perbaikan mutu lingkungan)
  3. Regeneratif (mempertimbangkan arus ekonomi yang mengarah pada daya dukung lingkungan)

Dari ketiga faktor di atas diharapkan akan membuat keseimbangan antara industri dan alam. Tidak hanya upaya penyeimbangan, melainkan pula mengembalikan daya optimal lingkungan dalam mendukung kehidupan sehari-hari. Sederhananya, jika sayur-sayuran banyak terkontaminasi zat kimia, maka akan kembali sehat dan organik ketika alam kembali sehat. Apalagi saat ini teknologi sudah memiliki berbagai macam sensor untuk mendeteksi bermacam parameter yang terkandung dalam banyak hal, seperti sensor asap, sensor kandungan air, dan sensor sensor lainnya, termasuk sensor kandungan zat.

Salah satu pemanfaatan teknologi 4.0 yang populer di masyarakat adalah penggunaan sistem hidroponik untuk metode penanaman sayur secara mandiri. Dalam prosesnya, metode penanaman hidroponik memiliki syarat wajib dalam kandungan air, yakni; pertama, kandungan zat terlarut dalam air yang mengalir tidak lebih dari 220ppm, dan kedua nilai keasaman air yang ideal yakni antara pH 5,5-6,5. Dua parameter kandungan air di atas dalam pengembangan teknologi 4.0 dapat dilakukan sensor yang mampu menangani agar tidak sampai lebih atau kurang dari kadar yang ideal. Tentu saja ini merupakan efek redistributif dari pemanfaatan teknologi di era 4.0 yang semakin maju.

Contoh di atas merupakan ilustrasi bagaimana dan di posisi mana pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dituntut untuk lebih open minded dalam pemanfaatan perkembangan era 4.0. Tidak hanya merawat dan melestarikan sumber daya alam, namun juga dapat memanfaatkannya dengan lebih optimal lagi.

Penulis: Hafid Ahmad Fahmianto

Share to

Topik Terkait

Ketika Diskusi Dibubarkan: Kampus, Demok...

by Jun 17 2026

Kemarin, sepulang dari kegiatan Pra Muscab IKA PMII di Malang, saat sedang scrolling media sosial se...

Grup WhatsApp dan Demokrasi yang Terlalu...

by Jun 13 2026

Tidak ada tempat yang lebih demokratis di era modern selain grup WhatsApp. Semua orang punya hak bic...

Menuju Piala Dunia: Nasionalisme yang Da...

by Jun 06 2026

Tidak semua rasa cinta pada negara hadir setiap hari. Ada yang muncul hanya ketika perlu—dan Piala...

Lemahnya Kontrol Sosial dan Ancaman Degr...

by Jun 05 2026

Lemahnya kontrol sosial merupakan salah satu persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat Indon...

Ketika Satir Menjadi Popularitas: Dari M...

by Jun 02 2026

Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...

Beberapa Kebiasaan Aneh Gen Z yang Seben...

by May 30 2026

Ada fase dalam hidup ketika seseorang mulai merasa generasi setelahnya sedikit membingungkan. Kalima...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top