AveSticker

Partai Politik Harus Ikut Lakukan Pendidikan Politik

Mar 01 2011392 Dilihat

BATU – Minimnya peran  partai politik (parpol) untuk ikut serta melakukan pendidikan politik bagi masyarakat diakui sebagian besar kalangan parpol yang ada di Kota Batu. Aktivitas parpol selama ini dirasa hanya terjebak dalam rutinitas lima tahunan ketika ada perhelatan pemilihan umum saja. Ketika tidak ada pemilihan umum maka kerja partai politik tidak ada alias ’’nganggur’’.

’’Harus diakui memang hampir semua partai politik mengalami hal itu. Ketika selesai pemilu ya sudah semuanya selesai. Baru ada aktivitas lagi menjelang pemilu yang akan datang,’’ kata Aditya Lindu Purbajati Wakil Sekretaris DPC PKB Kota Batu dalam acara Rembug-an Demokrasi yang diselenggarakan KPU Kota Batu dan Averroes Community Senin Malam (28/02) di halaman Kantor KPU Kota Batu. Dari pantauan avepress.com nampak hadir dalam Rembug-an Demokrasi Walikota Batu Edy Rumpoko, Ketua KPU Jatim Andri Dewanto Ahmad serta berbagai elemen parpol Kota Batu.

Andri berharap partai politik di Kota Batu dapat memperkuat kelembagaan partai agar dapat menjalankan fungsinya sebagai penyalur aspirasi rakyat dengan baik. Selama ini menurut dia, masyarakat masih mengalami kesulitan untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dialaminya kepada stakeholder partai sebab struktur partai tidak sampai ke bawah.’’Di tingkat desa misalnya, hampir tidak ada partai yang memiliki struktur sampai di sana. Padahal kepengurusan partai hingga ranting itu diperlukan agar masyarakat yang ada di desa tidak jauh-jauh ke kota untuk menyampaikan uneg-unegnya,’’ papar Andri.

Ditambahkannya, proses rekruitmen kader partai harus melalui mekanisme yang jelas. Dia mencontohkan seperti melalui pelatihan kader partai. Dengan begitu menurut Andri proses ideologisasi partai akan terus berjalan.’’Ideologi itu terus dapat ditransfer ke masyarakat. Ini memang sulit, namun patut dicoba. Saya yakin dengan ini money politik dalam pemilu akan lebih berkurang. Sebab masyarakat memilih partai berdasarkan ideologinya, bukan uang,’’ tegas mantan ketua KPU Kabupaten Malang itu.

Di tempat yang sama pengamat politik Universitas Muhammadiyah Malang Wahyudi mengakui bila parpol di Indonesia memang masih sulit menjalankan fungsinya dengan baik. Menurut dia, proses transaksional dalam pemilu di Indonesia masih sulit untuk dihindarkan.’’Bahkan saya pernah menjadi pelaku sejarahnya. Saya pernah diminta tolong untuk mengumpulkan ibu-ibu untuk kampanye salah satu calon legislatif. Katanya ibu-ibu itu mau diberi beras. Oleh sebab itu sinergitas antara pemerintah daerah, kalangan LSM dan partai untuk ikut melakukan pendidikan politik bagi masyarakat itu penting,’’ katanya.

 

Share to

Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung.

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top