AveSticker

Kereta Proletar Berbenah

Nov 13 2010640 Dilihat

Kamis (4/11) penulis menumpang kereta Matarmaja. Kereta kelas ekonomi jurusan Malang ke Pasar Senen, Jakarta menjadi pilihan kebanyakan orang karena biaya murah. Dengan uang Rp. 51.000,- penumpang bisa melakukan perjalanan sampai ke Jakarta. Jika dibandingkan dengan alat transportasi lain, Matarmaja menjadi pilihan favorit kaum proletar. Kaum proletar yang berpikir biaya yang murah dalam memilih alat transportasi, dengan harapan fasilitas memadai. Fasilitas yang terdapat dalam transportasi jenis Kereta kelas ekonomi, hanya toilet, keamanan itu sudah maksimal dikelasnya.

Pertama masuk gerbong 8, keadaan kereta bersih dan toilet bersih ( baca : tidak bau). Bila dibandingkan dengan tahun lalu ketika penulis menumpang kereta yang sama, kondisi gerbong kumuh dan toilet bau sampai radius 500 m jadi dalam gerbong yang ada toiletnya (namun tetap tidak ada airnya).

Selain itu, ketika pemeriksaan tiket, kereta proletar mencoba untuk mencitrakan diri bersih “pungutan liar”. Dengan dikawal 2 satpam petugas pemeriksa tiket melakukan tugasnya. Sampai di stasiun Cirebon, 14 jam perjalanan dari malang dengan kereta ini, ada petugas yang membersihkan gerbong dan toilet. Usaha PT.Kereta api indonesia (KAI) sebagai wakil pemerintah dalam menyediakan pelayanan transportasi kereta, harus kita apresiasi dan kenyataan mereka bisa melakukan perbaikan tanpa menaikkan harga tiket. Artinya tidak semua perbaikan harus menambah biaya pengeluaran, dengan sedikit berpikir membuat formulasi pelayanan yang lebih baik atau menerima masukan dari pelanggan.  PT KAI berhasil membuat citra baik ditengah guncangan kecelakaan perkeretaapian di negeri ini.

Masih banyak yang harus dilakukan oleh PT KAI untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya terlebih kereta kelas ekonomi. Jika PT KAI melakukan kinerja berbasis kinerja bukan hanya anggaran, apresiasi publik akan sendirinya akan memudahkan turunnya anggaran.

Sumbe Foto     : http://www.titiw.com dan http://www.thejakartapost.com

Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang, tinggal di Jakarta

Topik Terkait

Kisah Nabi Sulaiman dan Program MBG Prab...

by Mar 10 2026

Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam yang dianugerahi kekayaan melimpah oleh Allah SWT merupakan kisah i...

John Herdman dan Harapan Baru Garuda

by Mar 07 2026

Indonesia selalu haus akan arah. Bukan sekadar kemenangan instan. Bukan sekadar trofi yang datang da...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Beberapa Hal yang Harus Dilakukan Jika P...

by Feb 28 2026

Marahnya perempuan bukan sekadar emosi. Ia adalah event. Bisa muncul tiba-tiba, bertahan lama, dan m...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Nelangsa Si Palu

by Feb 23 2026

Suatu ketika si Palu atau bahasa Jawanya disebut “petil atau amer”sedang merenung akan nasibnya....

  • ZARKASI LAROS says:

    lho, bukannya tarif ka sempat naik per 1 oktober lalu? apa karena memang nggak kerasa naik? dompetmu yang suruh njawab, Cud.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top