AveSticker

Hindari Mati Gaya di Raya Porong, Lewat Jalan Alternatif Saja

Mar 08 20111.496 Dilihat

Desa Pejarakan, Jabon, tanpa penghuni. (dok pribadi)

SEJAK semburan lumpur lapindo bikin geger pada akhir Mei 2006 lalu, dampak paling nyata adalah kemacetan di sepanjang Raya Porong hingga Traffic Light Gempol. Jelas dan nyata-nyata kemacetan itu bikin stres para pengguna ruas jalan tersebut. Sementara, angka kecelakaan lalu lintas menjadi tinggi di sana karena permukaan jalan yang bergelombang disertai truk bermuatan berat yang sering lewat sana.

Kali Porong dari atas jembatan. (dok pribadi)

Sebenarnya, kemacetan itu disebabkan adanya tiga titik vital yang ada di sepanjang Porong-Gempol. Yakni exit tol, pertigaan Kejapanan dan Traffic Light Gempol. Exit tol Porong menjadi pangkal masalah tersebut. Sebab, sebelum ada luberan lumpur, antara Porong-Gempol dihubungkan oleh ruas tol. Sayangnya, ruas itu sekarang lumpuh karena terkena dampak luberan lumpur. Maka, jangan buang waktu anda karena terjebak macet di ruas Porong-Gempol. Saat ini, pemerintah pusat bekerjasama dengan Pemprov Jatim tengah mempersiapkan relokasi Raya Arteri Porong. Kira–kira Agustus tahun ini akan rampung dan bisa segera digunakan. Namun, bukan jalan itu yang menjadi alternatif mengurai kemacaten.

Pintu masuk Tol Gempol 2. (dok pribadi)

Melainkan jalur alternatif mengelilingi tanggul dari Apollo-Gerbang tol Gempol 2-Jabon-Kalitengah untuk pengguna dari arah Malang atau Pasuruan. Sedangkan dari arah exit tol atau Sidoarjo, bisa melalui Pasar Ngaban atau Jalur Perlintasan Kereta Tanggulangin belok ke arah timur. Jangan takut tersesat karena terdapat ramu lalu lintas yang dipasang DLLAJ Jatim sebagai petunjuk. Dengan lebar jalan sekitar 4 meter, ruas alternatif tersebut relatif lancar. Beberapa kondisi ruas alternatif tersebut memang tidak mulus karena banyak lubang dan tidak beraspal. Selain itu, pemandangan dan panorama yang lepas batas juga lumayan untuk dinikmati. Di bagian ruas tol buntung Gempol (begitu biasa disebut), akan banyak ditemui gunungan pasir dari beberapa daerah. Pemandangan itu mirip dengan open space showroom pasir. Itu mirip dengan pasar loak pasir yang dibeber di jalanan. Saat melintasi jembatan Kali Porong, pandangan mata bisa makin lepas batas. Bukan karena banyaknya warga yang BABS-MCKS atau Buang Air Besar dan Mandi Cuci Kakus Sembarangan di pinggir kali. Namun, tapal batas pemandangan itu bisa lepas hingga ke pusat semburan lumpur dengan asap yang tampak kecil. Di luar tanggul terdapat kampung suwung dengan rumah-rumah warga yang sudah diratakan. Sebuah masjid dua lantai dengan kubah perkasa berdiri paling gagah diantara perumahan itu. Selain macet, sisa reruntuhan nestapa korban lumpur bisa anda rekam dari sana. (*)

Share to

Alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang. Pernah memimpin Newsletter Simpul Demokrasi. Pegiat peternakan di Jawa Timur

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top