AveSticker

Demokrasi: Sejarah, Praktik, dan Dinamika Pemikiran

Mar 06 20151.047 Dilihat

demokrasi-sejarah-konsep-dan-dinamika-pemikiran

Judul: Demokrasi: Sejarah, Praktik, dan Dinamika Pemikiran
Penulis: Saiful Arif
Pengantar: Daniel Sparringa
Penerbit: Averroes Press
Seri: Buku Seri Demokrasi ke-1
Tahun: 2006
Tebal: 106
ISBN: 9793997052

Kira-kira 500 tahun Sebelum Masehi, sejarah demokrasi dicatat karena ada sekelompok kecil manusia di Yunani dan Romawi yang mulai mengembangkan sistem pemerintahan yang memberikan kesempatan yang cukup besar bagi publik untuk ikut serta dalam merancang keputusan.

Sejarah Demokrasi

Perkembangan yang paling penting bagi sejarah demokrasi, dalam berbagai literatur, telah terjadi di Eropa. Tiga di antaranya di sepanjang Pantai Laut Tengah (Yunani dan Romawi), yang lainnya di Eropa Utara.

Sudah lazim diceritakan, istilah demokrasi berasal dari Yunani Kuno, democratia. Plato yang memiliki asli Aristocles (427-347 SM) sering disebut sebagai orang pertama yang memperkenalkan istilah democratia itu. Demos berarti rakyat, kratos berarti pemerintahan. Demokrasi menurut Plato kala itu adalah adanya sistem pemerintahan yang dikelola oleh para filosof. Hanya para filosoflah yang mampu melahirkan gagasan dan mengetahui bagaimana memilih antara yang baik dan yang buruk untuk masyarakat. Belakangan diketahui sebetulnya yang diinginkan oleh Plato adalah sebuah aristokrasi.

Selain Plato dan Aristoteles, salah satu nama lain yang dianggap memberikan kontribusi adalah Chleisthenes. Dialah tokoh yang telah mengadakan berbagai pembaruan Athena dalam sebuah sistem pemerintahan kota (Hornblower dalam Dunn, 1992). Pada 508 SM, Chleisthenes membagi peran warga Athenda ke dalam 10 kelompok, di mana masing-masing terdiri dari beberapa demes yang mengirimkan wakilnya ke Majelis yang terdiri dari 500 orang wakil.

Selain Chleisthenes, juga dikenal nama lain seperti Solon (638-558 SM yang dikenal sebagai tokoh pembuat hukum, Pericles (490-429 SM yang dikenal sebagai jenderal yang negarawan, Demosthenes (385-322 SM) yang dikenal sebagai orator (Ghofur, 2002).

Sering dikisahkan bahwa di Yunani dan Romawi pada 500 SM itulah pertama kali dilahirkan suatu sistem pemerintahan yang memberi partisipasi rakyat melalui sejumlah besar warga negara. Sistem pemerintahan yang demikian merupakan perkembangan dari model sebelumnya yang didominasi oleh sistem kerajaan, kediktatoran, aristokrasi atau oligarki.

Transisi Demokrasi di Indonesia

Buku yang ada di genggaman Anda ini adalah sebuah pengetahuan awal tentang demokrasi. Walaupun demokrasi telah dibicarakan dan diujicobakan selama 2500 tahun lalu, tetapi terus membicarakan demokrasi tidak akan ada habisnya. Sebagaimana masyarakat yang memiliki watak dinamis, begitu pula demokrasi.

Sebagai sebuah proses, demokrasi diharapkan menghasilkan tujuan yang bisa semaksimal mungkin disepakati bersama dalam suatu masyarakat. Demokrasi, bagaimanapun juga sudah diakui secara global sebagai cara yang memiliki resiko paling kecil dalam upaya menghindari otoriterisme, atau dalam rangka mencapai tujuan bersama, atau untuk memenuhi semua keinginan masyarakat. Tetapi disadari demokrasi adalah cara yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam prosesnya. Dengan kata lain, demokrasi merupakan cara terdekat dengan fitrah manusia yang bisa menoleransi semua keadaan, tetapi cara paling sulit dilakukan untuk mencapai tujuan.

Daniel Sparringa yang mengantarkan buku ini menyatakan bahwa transisi demokrasi di Indonesia membawa berbagai kesadaran baru di kalangan masyarakat luas akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan pengambilan keputusan politik yang mempengaruhi kehidupan publik. Pengetahuan tentang nilai-nilai demokratis yang esensial tiba-tiba menjadi komoditas informasi yang penting dalam membangun kualitas baru dalam bersikap dan bertabiat dalam politik. Seminar, lokakarya, pelatihan, dan penerbitan buku-buku yang membahas tema ini menjadi dunia baru yang ramai yang diminati begitu banyak kalangan.

Daniel Sparringa juga menegasakan bahwa buku yang berjudul Demokrasi, Sejarah, Praktik dan Dinamika Pemikiran yang merupakan prakarsa dari para aktivis Averroes Malang ini menjadi istimewa karena mencoba memperkaya khasanah publik tentang tema dan isu-isu strategis dalam demokrasi, baik sebagai wacana akademis dan politik maupun sebagai sebuah praktik sosial dan politik. Saya sangat girang karena prakarasa ini dapat membuka mata dan hati kita pada kesadaran kritis tentang demokrasi sebagai sebuah produk sejarah dan kemanusiaan.

Share to

Lahir di Lamongan Jawa Timur. Senang membaca tulisan siapapun

Topik Terkait

Nyai Pondok! Konseptor SNI Bidang Pangan...

by Mar 03 2026

E fructu arbor cognoscitur. Ungkapan latin yang berarti, “sebatang pohon bisa dikenali dari buahny...

Broken Strings: Luka Sunyi, Kuasa Tersem...

by Feb 15 2026

Ada luka yang tidak lahir dari pukulan, tetapi dari kalimat yang diulang pelan-pelan. Broken Strings...

Pendidikan Islam Berbasis Peradaban: Akt...

by Feb 13 2026

Perkembangan teknologi digital telah menggeser makna pendidikan dari proses pembentukan manusia menj...

Rival, Cinta, dan Luka di Masa Putih Abu...

by Feb 12 2026

IPA dan IPS sering kali dipandang sebagai dua dunia yang tak pernah bisa menyatu. Yang satu dikenal ...

Jejak Kupu-Kupu di Tanah yang Terluka &#...

by Jan 30 2026

Antologi puisi Jejak Kupu-Kupu merupakan terjemahan dari buku bahasa arab berjudul Atsarul Farasyah ...

Menjamah Novel Wigati dan Seluk Beluknya

by Jan 08 2026

Penulis novel laris dengan judul “Hati Suhita” ternyata juga memiliki banyak tulisan lainnya. Sa...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top