AveSticker

Belajar Sejarah di Museum Vredeburg

Oct 22 2010357 Dilihat

Jika ingin belajar sejarah Indonesia menjelang detik-detik kemerdekaan dan kehidupan penduduk Indonesia pasca kemerdekaan di kota Yogyakarta, maka ada baiknya kita  berkunjung ke museum benteng Vredeburg. Museum ini berada di Jenderal A.Yani No. 6 Yogyakarta. Tidak sulit menemukan tempat ini karena tepat berada di persimpangan jalan besar menuju keraton Yogyakarta.

Cukup dengan Rp. 2000 kita bisa masuk museum ini dan belajar sejarah Indonesia. Museum Vredeburg adalah museum yang dibangun pada jaman kolonial untuk mempertahankan Yogyakarta sebagai daerah jajahan. Pertama kali kita masuk akan disuguhi pintu benteng yang besar dan bertuliskan ‘VREDEBURG” lalu di dalamnya terdapat beberapa bangunan bergaya khas eropa dengan pintu yang tinggi dan atap yang runcing. Bangunan tersebut ada yang berfungsi sebagai tempat tinggal perwira, tempat latihan prajurit, tempat menyimpan persenjataan serta gudang-gudang mesiu.

suasana di dalam museum

Kita bisa naik ke tangga benteng untuk merasakan sensasi menjadi prajurit. Dari atap benteng kita bisa lihat keadaan kota Yogyakarta.

Selain itu untuk melengkapi museum ini ada ruangan khusus untuk menceritakan sejarah Indonesia pra dan pasca proklamasi di Yogyakarta lewat diorama. Dioramara

Gerbang Museum

bangunan tua di dalam museum

ma menyajikan patung-patung kecil yang dipajang dalam etalase berdiri dan menceritakan sebuah peristiwa/momen penting dalam sejarah. Berbagai momen penting diceritakan dalam diorama tersebut diantaranya peristiwa perjuangan rakyat dengan pendudukan pribumi pada hotel kolonial, aksi mogok bekerja pribumi sebagai protes terhadap penjajahan, pembentukan gerakan Budi Utomo, peristiwa pembentukan gerakan sosial pemuda di Yogyakarta seperti Jong Java, pembentukan organisasi perempuan, pertemuan Sultan Yogyakarta dengan Negara Jepang, pemindahan Ibukota Indonesia dari Batavia ke Jogjakarta, pembentukan Koran pertama di Yogya “Kedaulatan Rakyat”, peresmian gedung Universitas Gajah Mada (UGM) di lingkungan keraton dan lain sebagainya.
Sangat menarik, kita bisa belajar banyak lewat museum ini. Terutama pada peristiwa penting dalam sejararah Negara Indonesia. Tidak perlu buka buku sejarah Indonesia, disini lebih lengkap dan pelajaran sejarah jadi mudah dimengerti. Benar, saya sudah membuktikan.  ?

Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang. Pernah bekerja par time di Komunitas Averroes.

Topik Terkait

Sound Horeg “Medan Tempur Kelas Sosial...

by Jan 15 2026

Lebih dari Sekadar Getaran Fenomena Sound Horeg sangat identik bahkan seolah sudah menjadi tradisi b...

Dokter Wang Jie

by Jan 12 2026

Hamparan gabah kering memenuhi terpal biru, di depan pabrik penggilingan beras berkapasitas puluhan ...

Wahana Misteri

by Jan 08 2026

Bunyi letusan senjata api laras panjang, membahana ke seantereo hutan. Menggetarkan nyali tiap orang...

Pasar Buku Wilis di Kota Malang

by Jan 08 2026

Pasar buku Wilis merupakan salah satu tempat penjualan buku terlengkap yang terdapat di Kota Malang....

Meski Mahal, Vespa Matic Tetap Banyak Di...

by Jan 08 2026

Apa alasan yang membuat Vespa matic yang harganya mahal tetap diminati? Padahal dari segi fitur ngga...

Api Alam Tak Kunjung Padam di Bangkalan

by Jan 08 2026

Api tak kunjung padam merupakan kekayaan alam yg dimiliki warga Desa Genteng Kecamatan Konang Kabupa...

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top