AveSticker

Ekspedisi Pegunungan Karst Karangan (2)  

Jan 28 2026342 Dilihat

Mengangkat Derajat Alam, Manusia, Hingga Mempertahankan Warisan Budaya Dunia

Kesadaran melestarikan alam sekaligus mengembangkan potensi wisata, merupakan dua hal yang harus dikolaborasikan. Tentu hal ini, pemicunya tidak saja berada ditangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Namun juga muncul, karena keinginan kuat masyarakat adat di sekitar bentang alam yang dikelilingi pegunungan karst itu sendiri.

Mengembangkan potensi wisata ekologis, tidak harus bersandar pada modal keuangan atau investasi besar di awal. Modal awal justru berbasiskan kebijakan dan kekuatan masyarakat. Keberadaan pegunungan karst yang tersembunyi. Dapat dikelola dengan memadukan keunggulan utama yang telah ada, seperti adat, karya, flora&fauna. Menjadi satu kesatuan yang saling mengikat, sehingga tidak saja menghasilkan kesejahteraan juga turut menjaga kelestarian lingkungan.

Itulah yang coba diusahakan oleh masyarakat di sekitar lokasi pegunungan karst di Kecamatan Karangan, Kutai Timur. Mereka menyadari potensi besar untuk memajukan wilayah, dengan memanfaatkan keunggulan ekologis alam.

Kedepan kehidupan mereka, jika mampu dikelola dengan cermat dan bijak. Tentu pondasi ekonomi masyarakat, selain ditopang sektor perkebunan, perikanan&kelautan. Juga dapat ditopang oleh pembangunan ekonomi berbasiskan wisata alam.

Apalagi geliat masyarakat dunia yang haus akan konsep wisata adventure, sekaligus mencari lokasi wisata-wisata tersembunyi. Akan terus meningkat tajam seiring kemajuan informasi dan kemudahan yang didapatkan pada era sekarang.

Ketua LSM Pemuda Karangan Peduli Bumi (PKPB) Saipul Anwar, mengatakan keberadaan pegunungan karst di Karangan yang teramat luas. Memerlukan kesadaran masyarakat, tentang betapa pentingnya arti karst bagi kehidupan manusia. Selain sebagai sumber air dan memegang penting dalam ekosistem kehidupan.

“Keberadaan pegunungan dan goa karst, memiliki pesan mendalam mengenai kearifan sejarah manusia purba. Dimana ia menjadi titik awal sejarah dan warisan dunia, mengenai penyebaran manusia ke segenap wilayah nusantara atau yang dikenal dengan sebutan Indonesia,” tukasnya.

Tim Ekspedisi: Nampak beberapa anggota tim, melakukan foto bersama sebelum menuju ke lokasi goa karst.

“Di Karangan saja terdapat banyak potensi wisata dan situs sejarah yang dapat dioptimalkan. Mulai dari goa Tapak Tangan, Haji, Tengkorak, dan goa Kelalawar.

Belum lagi keberadaan lungun atau peti mati masyarakat dayak jaman dahulu. Plus sumber-sumber air panas, hingga danau-danau purba mulai dari danau Tebo hingga Deberu Kerumia,” ucapnya ketika berbincang di Goa alias Liang Haji.

Sulit memang untuk tidak mengakui secara jujur. Jika Kecamatan Karangan, memiliki materi luar biasa sebagai sebuah kesatuan wisata alam yang begitu menantang. Jika selama ini yang tampil dipublik adalah pegunungan karst Gombong Selatan, Kebumen. Karst Kapur Utara yang tersebar di Kudus, Pati, Grobogan, Blora hingga Rembang Jawa Tengah. Atau perbukitan Maros Pangkajene di Sulawesi Selatan.

Kawasan Karst Sangkulirang – Tanjung Mangkaliat, yang termasuk didalamnya pegunungan karst di Karangan memiliki luasan mencapai 293 ribu hektar. Ternyata juga menghadirkan berbagai macam kejutan yang menakjubkan mata para petualang.

“Untuk danau Deberu Kerumia hingga sekarang amat jarang diketahui pubik. Kalau danau Tebo berada di dalam pegunungan Karst. Maka danau yang saya sebutkan di awal tadi, berada di pinggiran pegunungan karst. Dengan jarak tempuh sekitar 63 kilo meter dari kecamatan,” jelasnya.

Sumber Air Panas: Dalam perjalanan menyusuri goa, terdapat aliran sumber air panas alami.

Ditambahkan Saipul, akses jalan dapat ditempuh hingga mencapai daerah Km.34, selebihnya wisatawan harus berjalan kaki selama enam jam. Arah perjalanan sendiri ke danau menuju pegunungan karst Kasilan, dapat sekaligus menuju lokasi goa Kasilan maupun goa Rawe.

Dalam menjaga pegunungan karst yang merupakan bagian dari warisan dunia, tentu membutuhkan pemahaman yang baik dari semua pihak. Mulai dari masyarakat, LSM, pemerhati budaya&lingkungan, pemerintah hingga pihak swasta.

Diharapkan semuanya dapat bergerak sinergis, dengan pengelolaan karst yang tidak saja berdampak pada dunia pariwisata. Tetapi juga pada sektor-sektor lainnya seperti sosial, budaya, ekonomi, hingga pendidikan. Karena ini bukan sekedar mengangkat derajat manusia semata tetapi mengangkat derajat alam dan lingkungan sebagai garda depan kehidupan.

Seperti yang diungkapkan Minggu, juru kunci goa Haji dan Tapak Tangan. Agar keberadaan goa-goa maupun pegunungan karst, secara keseluruhan tidak boleh ditelantarkan begitu saja. Walau dirinya serta seluruh masyarakat adat Dayak Basaf ,secara turun-temurun diperintahkan tetap menjaga dan mempertahankan kelestarian kondisi goa-goa seperti sedia kala.

“Tetapi hal itu tidak akan bermanfaat banyak, jika tidak disokong oleh kebijakan yang memihak pada adat maupun alam. Kami butuh dukungan semua pihak, untuk kemudian benar-benar memfokuskan diri dalam pengembangan wisata alam ini. Silahkan mengembangkan pariwisata alam untuk kemajuan daerah, kamimenyambutnya dengan antusias,” ujarnya.

Tinggal bagaimana, kebijakan pemerintah mampu mendukung penuh pemanfaatan potensi-potensi pariwisata di Karangan. Sehingga pegunungan karst sebagai warisan dunia tidak saja menjadi simbol namun menjadi pondasi dari perbaikkan kondisi masyarakat dan lingkungan. (BERSAMBUNG)

 

Share to

Ronall J Warsa. Berdomisili di Rapak Mahang, Kutai Kartanegara. Menulis berbagai cerpen,puisi, dan penggemar fotografi. Buku yang diterbitkan antara lain; Demokrasi dan Kemiskinan, Budaya Politik Demokratis, Obituari Andry Dewanto Ahmad : Catatan Keluarga, Sahabat & Kolega, Kariyau Hutan. Dapat dihubungi di Ig raja_warsa atau email: theothernald@gmail.com

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top