AveSticker

Rhenald Kasali, Pakar Menejemen yang Pernah Tak Naik Kelas

Feb 10 2018198 Dilihat

Satu lagi yang patut dibanggakan dari salah satu putra terbaik bangsa dengan prestasinya di tingkat dunia, ia adalah Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, yang merupakan Guru Besar Menejemen Universitas Indonesia (UI). Pasalnya, ia menjadi satu-satunya dari kalangan akademisi di Asia Tenggara yang masuk dalam 30 Top Global Gurus in Management berturut-turut selama tahun 2016 hingga 2017 oleh lembaga riset internasional The Global Gurus.

Capaian prestasi tersebut membuktikan atas pengakuan dunia terhadap kualitas pendidikan di Indonesia, khusunya di UI. Selain itu, Rhenald memang menjadi salah satu akademisi kebanggan Kampus Kuning tersebut. Rhenald dikenal sebagai pengajar yang banyak menyabet penghargaan nasional dan internasional dan juga sebagai akademisi yang produktif. Ia bahkan sudah menghasilkan puluhan karya ilmiah. Yang terbaru adalah buku Reinventing, Distruotion dan Tomorrow is Today yang diterbitkan oleh PT Gramedia di tahun 2017 lalu.

Namun, siapa yang menyangka jika sang orang “guru menejemen tingkat dunia” itu pernah tidak naik kelas sewaktu kelas lima Sekolah Dasar (SD). Rhenald kecil merasa terpukul dan sangat malu pada orang tuanya. Peristiwa itulah yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Mulai saat itu juga ia selalu duduk di bangku paling depan hingga mengenyam pendidikan tinggi.

Rhenald terlahir dari keluarga sederhana pada 13 Agustus 1960 di Jakarta dari pasangan Samuel Kasali dan Sonya Andrea. Kondisi ekonomi orang tua mulai memburuk ketika sang ayah dijatuhi Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan pelayaran. Sang ayah dengan keahlian minim, terpaksa bekerja serabutan. Dari keterpurukan ekonomi tersebut Rhenald kecil sampai makan dengan hanya lauk garam, bahkan sering pula tidak makan sama sekali (Sumber; Tirto.id).

Meski begitu, bagi Rhenald, kedua orang tuanya adalah sumber inspirasinya. Kendatipun dalam kondisi ekonomi tersulit, sang orang tua tetap mendukung pendidikannya dari SD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari tingginya semangat untuk kuliah, seusai lulus dari SMA, ia memantabkan niat untuk kuliah di UI, kampus elit di Indonesia yang paling sulit ditumbus oleh calon mahasiswa kala itu. Hingga akhirnya, ia diterima sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UI.

Sebagai mahasiswa yang berlatar belakang keluarga tidak mampu, tentu tidak bisa hanya dengan mengandalkan biaya pendidikan dari orang tuanya yang tidak seberapa. Ia harus bekerja sambilan untuk sekadar menyambung hidup.

Rhenald lulus Strata Satu (S1) sebagai sarjana ekonomi UI tahun 1985. Kendati jebolan kampus terkemuda di Indonesia, namun karena efek ekonomi negara yang terus memburuk membuatnya kembali harus mencari pekerjan lebih keras dan sempat memasuki dunia jurnalisme. Akan tetapi, Rhenald tetaplah Rhenald, seorang pria yang dilahirkan dari keluarga sederhana dengan motivasi dan semangat juang yang tinggi.

Dan akhirnya, berkat semangatnya, ia diterima di University of Illionis at Urbana, Champaign, Amerika Serikat dari S2 hingga S3 bidang ekonomi menejemen. Hingga kini ia mengabdikan diri sebagai guru besar menejemen dan terus menginspirasi Indonesia.

Share to

Penikmat kopi dan buku, penyanjung cinta dan keindahan (Rompis).

Topik Terkait

Mengenal KH Chamzawi Syakur

by Jan 08 2026

Beliau lahir di Sulang Kabupaten Rembang Jawa Tengah pada tanggal 8 Agustus 1951. Istrinya bernama S...

Belajar Kearifan Hidup dari Kiai Hamid

by Nov 12 2021

Sebagai salah satu kabupaten yang memiliki nuansa sejarah perjuangan penyebaran agama Islam, Kabupat...

Ronaldo Messi, Cerita Kembali dan Pergi

by Sep 24 2021

Sejauh apapun kaki melangkah, pada akhirnya akan kembali ke rumah. Sekuat apapun dipertahankan, sega...

Para Medusa Modern

by Sep 12 2021

Medusa, perempuan cantik, pendeta Dewi Athena. Saking cantiknya dewa-dewa di Olympus menyukainya. Sa...

Richard Stallman

Stallman: Kebebasan Berbicara, Bukan Bir...

by Sep 04 2021

Apa Anda pengguna sistem operasi UNIX? Jangankan untuk menggunakan, sepertinya tidak banyak yang tah...

Mengintip Agnes Mo di Panggung Dunia

by Mar 14 2018

“Cinta ini | kadang-kadang tak ada logika |Berisi smua hasrat dalam hati” “Dengarlah mataharik...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top