AveSticker

Mengenal Dunia Kerja Sejak Kecil, Mak Suprihatin Mulai dari Nol

Jan 08 202648 Dilihat

Petani menjadi salah satu profesi yang paling dikenal di Indonesia. Berkecimpung didalam dunia pertanian menjadi hal yang biasa jika melakukan hal-hal berat disetiap harinya. Walaupun dari keluarga petani dan tidak lulus SD, kerja keras yang dilakukan Mak Suprihatin dari Tulungagung sungguh luar biasa.

Mengenal Mak Suprihatin

Sebagai perempuan dari desa, Mak Suprihatin sudah membantu orangtua disawah dan mencari rumput untuk hewan peliharaan berupa sapi. Beliau putus sekolah sejak kelas 2 SD dan memutuskan untuk mencari nafkah. Mak Suprihatin menawarkan hasil panen padi kesana-kemari menggunakan sepeda kuno dengan mengayuh sampai berkilo-kilo meter. Dengan membawa sekarung padi seberat 40 kg dibawah terik matahari, tak mematahkan semangatnya untuk membantu keluarga.

Hampir 35 tahun mak suprihatin bekerja membantu orangtua dan beliau menikah diusia muda yaitu 15 tahun. Beliau bekerja, mengurus suami, anak dan orangtuanya. Di sisilain, suami mak Suprihatin bekerja sebagai pengangkut barang (cikar) menggunakan tenaga sapi.

Dari hasil kerja kerasnya, beliau sekarang sudah menjual banyak karung padi dan bahkan sekarang menjadi pemborong padi dari petani-petani lain yang kemudian digiling menjadi beras dan dijual ke toko-toko.

Sekilas tentang Usaha Mak Suprihatin

Menurut mak suprihatin, tidak mudah merintis usahanya dan berbakti pada orangtua karena sejak kecil ditinggal oleh ayahnya. Mak suprihatin sedikit demi sedikit menabung untuk membuka gilingan padi sendiri dan membuka lowongan pekerjaan untuk tetangga sekitar. Meski sudah bisa membuka usaha sendiri beliau bersama suami menjajakan produksinya ke toko-toko yang lingkupnya lebih luas.

Akibat dari semangatnya dengan suami untuk keluar dari garis kemiskinan, mereka bisa menerima pesanan dari luar kota dan menembus toko-toko Cina. Dengan kendaraan cary sederhana dan membawa anak paling bungsu, berkeliling kota mengantar dan menawarkan beras. Sekarang, mereka berjualan beras dan menjadi pekerja petani serta merawat anak-anaknya.

Penulis: Ayu Setia Ningsih (peserta Short Course Citizen Journalist)

Share to

Topik Terkait

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Tangi (1)

by Feb 10 2026

Dua sosok lelaki tua, tiba-tiba mendekati tubuh Niero yang terbaring tak berdaya. Mereka berteriak t...

Merajut Budaya Menjaga Tradisi (3)  

by Feb 09 2026

Keliling Kampung, Menuai Kebersamaan Langit di Desa Miau Baru Kecamatan Kongbeng pada Kamis malam (3...

Merajut Budaya Menjaga Tradisi (2)  

by Feb 07 2026

Menari Laksana Enggang, Melenggok Laksana Bidadari Setiap daerah memiliki tarian tersendiri, dengan ...

Merajut Budaya Menjaga Tradisi (1)  

by Feb 05 2026

Perahu Naga, Kisah Tentang Kekuatan dan Kesetiaan Nenek Moyang Suku Dayak Kayan Suatu pagi. seusai p...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top