AveSticker

Tuhan Maha Tahu tapi Dia Menunggu

Sep 30 2010654 Dilihat

Tentang Manusia dan Tuhannya

Penerbit              : Jalasutra

Penulis                 : Leo Tolstoy

Tebal                     : 399 hal

Leo Tolstoy merupakan  sastrawan klasik Rusia terbesar yang berpengaruh luas dalam pembentukan perkembangan sastra dunia modern. Dia juga seorang pemikir sosial dan moral terkemuka. Karyanya bercorak realis dan bernuansa religius sarat renungan moral dan filsafat. Selain menulis dua buah masterpiece yang membuat namanya terus hadir dalam ingatan setiap pembaca sastra, yakni War and Peace dan Anna Karenina. Sejumlah ceritanya pun abadi, dibaca sepanjang masa dari generasi ke generasi. Karya sastra yang oleh ahli kritik dianggap merupakan salah satu masterpiece aliran realism psikologis. Kita bisa mendapatkan banyak hal dari membaca buku ini, baik implisit maupun eksplisit. Setidaknya karena Tolstoy adalah contoh terbaik karya klasik.

Dalam buku kumpulan cerita ini ada sebelas cerita yang berkaitan dengan perjalanan spiritual. Bukan sekedar spiritual-agama, melainkan apapun kisah yang menjadi inspirasi renungan hidup. Melalui eksplorasi psikologis, Tolstoy memaparkan makna yang lebih dalam tentang suatu hal yang terlihat sederhana. Dari karya-karyanya yang bercorak realis, bernuansa religius, renungan moral, dan filsafat, Tolstoy terbukti sebagai seorang pemikir sosial dan moral. Gagasan yang kontroversial dan tidak lazim di masa itu membuatnya dicap sebagai anarkis.

Kumpulan cerita yang dipilih dalam buku ini boleh disebut sebagai kumpulan cerita terbaiknya. Di antara cerita yang sudah sangat legendaris adalah “Ilyas”, ”Alyosha”, “Berapa Luaskah Tanah yang Diperlukan Seseorang?”, “Ziarah”, “Tuhan dan Manusia”, dan juga “Matinya Ivan Ilyich”.

Di antara beberapa cerita tersebut, dipilih cerita Matinya Ivan Ilyich untuk diulas dalam tulisan ini. Ivan Ilyich seorang birokrat sejati, yang dengan keluwesan dan kepintaran berpura-pura mampu menjadi orang penting di sebuah Provinsi. Dia diberitakan mati karena sakit yang tak dapat disembuhkan. Di tengah siksa sakit itu, ternyata dia masih merasakan ketulusan. Dan pada akhirnya menerima takdir sebagai makhluk, justru dari seorang jongos bernama Gerasim. Bagaimana di ujung hidupnya yang mengenaskan, harus menghadapi kematian dengan rasa sakit. Justru Ilyich perlahan-lahan terpengaruh oleh pemikiran sederhana pembantunya yang ikhlas; bhawa mati itu alamiah, niscaya. Interaksinya dengan Gerasim mampu mengakhiri hidupnya dalam damai.

Satu cerita tersebut menunjukkan ide religius Tolstoy yang mengajarkan gerakan moral dengan bersikap zuhud, hidup sederhana, dan hidup dengan upaya sendiri. Memaparkan cerita dengan aliran humanisme universal yang bisa dipahami dan berlaku bagi semua kalangan pembaca. Meski sangat kental dengan penceritaan religius, cerita yang ditulis Tolstoy tidak mengajarkan satupun agama yang menjadi keyakinannya. Membacanya adalah cerita tentang manusia dengan tuhannya, Tuhan semua manusia semua agama. Sehingga, buku ini layak dibaca oleh siapapun dengan keyakinan Tuhannya masing-masing.

Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang

Topik Terkait

Santiago dan Analogi Filsafat Sederhana

by Apr 06 2026

Selama beberapa dekade, The Alchemist karya Paulo Coelho telah menempati ruang unik dalam kesadaran ...

Nyai Pondok! Konseptor SNI Bidang Pangan...

by Mar 03 2026

E fructu arbor cognoscitur. Ungkapan latin yang berarti, “sebatang pohon bisa dikenali dari buahny...

Broken Strings: Luka Sunyi, Kuasa Tersem...

by Feb 15 2026

Ada luka yang tidak lahir dari pukulan, tetapi dari kalimat yang diulang pelan-pelan. Broken Strings...

Pendidikan Islam Berbasis Peradaban: Akt...

by Feb 13 2026

Perkembangan teknologi digital telah menggeser makna pendidikan dari proses pembentukan manusia menj...

Rival, Cinta, dan Luka di Masa Putih Abu...

by Feb 12 2026

IPA dan IPS sering kali dipandang sebagai dua dunia yang tak pernah bisa menyatu. Yang satu dikenal ...

Jejak Kupu-Kupu di Tanah yang Terluka &#...

by Jan 30 2026

Antologi puisi Jejak Kupu-Kupu merupakan terjemahan dari buku bahasa arab berjudul Atsarul Farasyah ...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top