AveSticker

Tajemtra Sebuah Tradisi Untuk Mengenal Jasa Pahlawan

Sep 12 20101.001 Dilihat

Gerak jalan mungkin sudah lazim kita jumpai di setiap peringatan hari kemerdekaan. Tapi gerak jalan yang satu ini berbeda. Gerak jalan yang diikuti oleh ribuan warga dari berbagai penjuru kabupaten Jember dan  sekitarnya inimenempuh jarak yang tidak pendek, yakni sekitar 31 km. Gerak jalan masal tahunan ini bernama Tahemtra.

Start Tajemtra dari Alun-alun Tanggul

Start Tajemtra dari Alun-alun Tanggul

Tajemtra adalah kegiatan gerak jalan tahunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Jember untuk memperingati hari kemerdekaan. ”Hampir seluruh warga Jember mengenal Tajemtra,” ujar Nanda seorang warga Jember yang pernah mengikuti Tajemtra. Karena selain sudah menjadi budaya di Jember, hadiah yang diberikan oleh panitiapun tidak kecil. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jember, Kamil Gunawan mengatakan bahwa total hadiah yang diperebutkan sebesar 100juta dan piala Mahmudi Cup. Mahmudi adalah nama seorang peserta gerak jalan yang meninggal pada tahun 70an, digunamakan nama piala untuk mengenang semangatnya.

Gerak jalan yang memiliki kepanjangan Tanggul Jember tradisional ini diadakan sejak tahun 1977. Pesertanya terdiri dari berbagai elemen, mulai dari anak-anak, kaum muda hingga orang tua, mulai dari pelajar hingga pegawai kantoran. Peserta Tajemtra dikategorikan dalam 4 kelompok nomor lomba diantaranya beregu umum putra/putri, beregu pelajar putra/putri, perorangan putra usia 45 tahun keatas dan perorangan putri usia 40 tahun keatas.

Meskipun bertemakan gerak jalan namun tak jarang peserta yang ikut didalamnya berpose layaknya peserta karnaval. Agus seorang warga kecamatan tanggul mengatakan bahwa beberapa peserta yang menggunakan kostum yang tidak umum itu bisanya berniat untuk menghibur para penonton yang berjejar di sepanjang rute perjalanan. “Ada yang berpenampilan sebagai pocong, petani, bahkan tahun 2009 lalu ada peserta dari Pobolinggo yang menggunakan kostum layang-layang ular khas Probolinggo,” ujar Agus. Peserta yang tak kurang dari 15 ribu orang setiap tahunnya ini diberangkatkan secara bergantian mulai jam 13.30 hingga Pukul 17.00 dari alun-alun Tanggul. “Biasanya peserta sampai di garis finish mulai dari jam 22.00”, ungkap Agus.

Sesuai dengan singkatannya gerak jalan ini dimulai dari alun-alun kecamatan Tanggul Menuju alun-alun Kabupaten Jember yang menempuh jarak sekitar 31 Km. Layaknya gerak jalan yang ada, Tajemtra pun memiliki beberapa pos peristirahatan, biasanya Pos peristirahatan ini di gunakan peserta untuk Ishoma. Pos-pos ini terletatak di beberapa kecamatan sepanjang rute perjalanan, ada dua pos utama yang digunakan untuk melakukan pendataan ulang yaitu pos I di Kecamatan Bangsalsari dan pos II di Kecamatan Rambipuji. Selain pos utama, pihak panitia juga menyiapkan 300 pos lainnya.
“Semangat para pahlawan yang jalanya jauh jauh lebih sengsara dari yang ada sekarang, karena itu saya bisa merasa bangga bisa ikut dalam Tajemtra”, ujar Nanda. Beberapa warga yang pernah mengikuti kegiatan ini juga menyatakan bahwa kegiatan ini mampu memupuk rasa kebersamaan antar sesama, karena baik yang miskin maupun yang kaya semuanya sama-sama jalan kaki.

Kamil Gunawan, seorang panitia mengatakan bahwa selama kegiatan ini berlangsug jalan utama menuju kota Jember terutama jalur Surabaya Jember di tutup total. Jalur bus, truk angkutan berat, dan kendaraan pribadi menuju Jember dari Surabaya, dialihkan melewati jalur alternatif mulai dari Pondok Dalem-Kencong-Kasiyan-Balung-Ambulu-Jenggawah-Ajung-Gladak-Pakem-Jalan propinsi menuju Banyuwangi. “Begitu pula sebaliknya, dari arah Banyuwangi menuju Surabaya yang melewati Jember,” katanya menambahkan.

Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang.

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top