AveSticker

Sukses Ketua Sejahtera Dunia

Jan 17 2026438 Dilihat

Rombongan kendaraan roda empat masuk secara beriringan, memenuhi tiap-tiap sudut halaman parkir rumah paling mewah di Stone City. Sang empunya rumah dinyatakan kembali terpilih, menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Konoha (DPR RK) dari Dapil (Daerah Pemilihan) V.

Meraup dukungan sebesar 135.164 suara, tak ayal itu menempatkan Rian sebagai kader Partai Gerhana yang meraih simpati masyarakat Stone City, untuk Pemilu Legislatif.

Hiruk-pikuk serta tawa bahagia tumpah ruah, memenuhi ruangan tengah yang lantainya dilapisi marmer Calacatta dari Italia berwarna dasar putih berurat emas.

Todli Ketua Tim Sukses, nampak memeluk erat Rian yang merupakan sahabat seperjuangan sejak masa awal kuliah dulu. Kedekatan mereka layaknya kerbau dan burung jalak, saling menguntungkan satu sama lain alias simbiosis mutualisme. Walau Todli berdarah panas dan Rian berdarah dingin, mereka melengkapi satu sama lain.

Kembang-kempis lambung jadi ritme yang dilalui bersama sebagaimana aktivis mahasiswa lainnya. Hidup dari berebut menuangkan rangkaian ide, pada kolom-kolom opini yang hadir di media cetak lokal dan nasional.

Merupakan ajian sakti yang tak putus-putus dilakoni. Walau terkadang tulisan tak muncul di koran, namun berubah jadi satu bundel proposal permohonan bantuan.

“Selamat atas keberhasilan kali ini. Aku selalu ada terdepan untuk mendampingimu sahabatku”, ucap Todli berbisik pada daun telinga kiri Rian.

Seusai melepas pelukan erat sahabatnya itu. Sang pemenang lantas naik ke podium yang ada di ruangan tengah itu. Ia lantas berkata, “Duduknya saya di DPR adalah berkat dukungan kalian semua. Mari kita rayakan dengan riang gembira! Karena kebersamaan kita tak berhenti sampai disini, terus membumbung tinggi di angkasa selamanya,” tukas Rian berapi-api.

Lantas dibalas teriakan nyaring dari puluhan mulut Timses baik pria dan wanita secara serempak, “SKSD! Sukses Ketua Sejahtera Dunia”.

Luapan gairah kemenangan itu tak hanya pada satu titik koordinat di wilayah rumah elit di Stone City tersebut. Namun merata serempak di titik-titik pemenangan, baik wilayah pedesaan dekat pegunungan hingga pesisir pantai.

Ucapan-ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Rian, terus mengalir deras seperti aliran air sungai di musim penghujan. Muncul dalam berbagai platform media sosial mulai dari TikTok, Instagram, WhatsApp, Facebook, Threads, hingga jadi perbincangan utama di X.

Jikalau masih relevan dengan keadaan zaman, kemungkinan ucapan selamat dapat berlangsung lewat bunyi kentungan di pos kamling. Beruntung fatwa haram telah dikeluarkan Majelis Ulama Konoha (MUK), jika tidak tentu juga ucapan disampaikan lewat sound horeg.

Tenanglah! Ucapan selamat lewat mulut ke mulut secara alamiah tetap berlangsung, walau lewat perantara. Dari si B lewat mulut si G, dari si C lewat mulut si O, dari si M lewat mulut si A. Semua memiliki inti ketepatan sasaran tembak jelas, yakni teruntuk Rian. Ikut andil para pemberi ucapan, mendudukan pria itu kembali ke kursi empuk. Bukan sekedar salam tempel semata, hingga bekas tinta tanda coblosan yang mengering di jari tangan saja.

***

Kerbau tetap menampilkan jalan kebajikan dengan membajak sawah petani, Jalak bersiap menatap tajam kemunculan kutu-kutu. Simbiosis mutualisme dengan tipikal berbeda, namun satu kesepakatan yakni saling menguntungkan.

Rian memperkuat pencitraan kuat menggarap lahan persetujuan hingga pengawasan anggaran negara. Todli berdiri melihat tajam peluang serpihan-serpihan komisi, sebelum dan sesudah acara gunting pita.

Jadwal kerja Rian semakin padat tiap harinya, terlebih semenjak ditunjuk jadi ketua Komisi IV DPR RK. Mulai memimpin rapat komisi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), untuk mengkaji ulang regulasi mutu dan harga eceran tertinggi beras yang beredar di masyarakat. Kunjungan ke Ambojas guna meninjau langsung aksi penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Desas-desus pergantian jajaran pimpinan pusat Partai Gerhana berhembus kencang. Usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT), pada Sekjen Partai Gerhana yakni Yudhi. Penangkapan tersebut berkaitan pengadaan barang dan jasa (PBJ), yakni proyek alat sistem deteksi bencana senilai Rp 8,7 triliun.

Tak butuh waktu lama, Ketua Partai Gerhana Gus Yakin. Menetapkan Rian sebagai Sekjen, agar marwah partai tetap terjaga dan konsolidasi lintas kader baik di daerah hingga pusat berjalan tenang.

Ucapan-ucapan selamat dan sukses, meluap deras menelan tingginya bendungan dan menenggelamkan apapun yang ada di hadapan. Jutaan wajah kader-kader partai tercurah pada satu titik pencerahan yakni Rian.

Ia tidak saja jadi sosok pemimpin untuk keluarga, namun telah menjadi teman, kawan, sahabat, hingga saudara bagi setiap orang. Entah orang itu benar-benar dikenalnya sejak kecil hingga ia dewasa.

“Bismillahirrahmannirrahim”, ucap Sekjen, sembari memotong puncak gunungan tumpeng lalu menyuapkan ke mulut Sophie istrinya. Menandai acara syukuran keberhasilan menduduki posisi Sekjen Partai, berjalan aman dan lancar. Sejumlah tokoh penting baik itu tingkatan menteri hingga pengurus inti partai berkumpul hikmat, mengikuti prosesi syukuran.

Maka kini pendapat dan ide-ide segarnya hadir mengisi rasa haus dan dan lapar masyarakat luas, atas kejumudan hadirnya tokoh nasional di mata publik. Rian seakan-akan memiliki cenayang dalam tiap gerak-langkahnya. Momentumnya selalu tepat sasaran, ia hadir di masyarakat, ketika ternadi suka, cita, hingga duka lara terjadi

Lampu sorot pemberitaan media massa nasional, makin tajam. mengarah ke sosok lelaki berambut ikal dengan postur tinggi besar itu.

***

Ditemani hujan dan petir menyambar, Rian duduk diam menghadapi berkas-berkas yang kokoh berdiri di meja. Nampak seorang penyidik KPK, menyerahkan berkas bukti korupsi. Terdapat nominal uang Rp 7,2 miliar, sebagai jumlah total kerugian negara akibat penyelewengan dana bantuan dan hibah pertanian di empat provinsi.

Ia ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya Todli terkena OTT dan mengaku bertindak sebagai operator lapangan. Otak dibalik drama besar korupsi dana hibah itu sendiri, adalah si Sekjen Partai Gerhana.

“Sial! Bodoh sekali Todli sampai ketahuan pihak KPK,” umpat Rian dalam hati. Sungguh tragedi bodoh untuk orang sekaliber dirinya, tersungkur tajam karir politik gegara keteledoran si burung jalak alias Todli. Selama ini ia selalu berhasil bermain cantik dan menawan, ketika menjalankan pola sebagai kerbau pembajak sawah.

Dua minggu kemudian, usai pihak KPK menyatakan berkas telah lengkap alias P21. Rian diperbolehkan menerima kunjungan tamu. Siang itu, Sophie istrinya datang menemui. Mengenakan dress batik panjang dan kaca mata hitam, perbincangan mereka berdua berlangsung sekitar setengah jam.

Jelang akhir pertemuan, Sophie menyampaikan salam Ibu. “Ibu titip salam Mas! Pesannya, jaga makan dan kesehatan,” ucap Shopie. “Selain itu, Mas diminta jujur kali ini. Ingat perihal kotak kayu,” tambah istrinya.

Suara langkah kaki Sophie mengiringi alur pikir Rian ke masa lalu. Ketika itu ibu memergoki ia membongkar kotak kayu, tempat uang hasil jualan kopi disimpan. Kejadian itu benar-benar membuat ibunya murka.

Lantas terucap kata-kata, “Ibu bisa memaafkan perbuatanmu, namun mencuri tetap perbuatan haram dan dosa besar. Ingat anakku! Kisas dunia dibayar di dunia, di akhirat lain lagi perhitungan Allah SWT,” ucapan Ibu menggema tajam. (Selesai)

Share to

Ronall J Warsa. Berdomisili di Rapak Mahang, Kutai Kartanegara. Menulis berbagai cerpen,puisi, dan penggemar fotografi. Buku yang diterbitkan antara lain; Demokrasi dan Kemiskinan, Budaya Politik Demokratis, Obituari Andry Dewanto Ahmad : Catatan Keluarga, Sahabat & Kolega, Kariyau Hutan. Dapat dihubungi di Ig raja_warsa atau email: theothernald@gmail.com

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top