AveSticker

Nasi Boran Lamongan yang Tidak Bisa Dibuat Sembarang Orang

Sep 28 2010985 Dilihat

Nasrun sedang Makan Nasi Boran Lamongan

Lamongan memang terkenal dengan soto dan tahu campurnya. Namun ada satu lagi makanan khas yang ada di kota ini. Apa itu? Nasi Boran. Memang belum seterkenal soto dan tahu campur sih. Pasalnya makanan yang satu ini tidak dijual di luar kota Lamongan sebagaimana soto dan tahu campur, dua makanan yang sudah menjadi identias lain Lamongan. Nasi Boran khusus hanya dijual di Lamongan saja dan hanya di wilayah perkotaan.

Mencari nasi ini di Lamongan sangat mudah. Di tempat-tempat umum yang relatif ramai seperti stasiun, rumah sakit, alun-alun maupun perempatan jalan bisa ditemui penjaja Nasi Boran. Biasanya mereka akan bergerombol tiga atau empat penjual. Nasi Boran bisa dibungkus atapun dimakan di tempat panjual yakni di pinggir jalan, di rumah sakit, di stasiun maupun di tempat lainnya.

Melihat sekilas Nasi Boran nampak tidak ada bedanya dengan Nasi Bali. Sebab kuah kental Nasi Boran memang berwarna merah dan mirip kuah kental bali. Namun bila dirasakan ternyata rasanya jauh berbeda. Kuah kental Nasi Boran tidak manis seperti kuah bali dan memiliki rasa unik tersendiri. Konon kabarnya hanya orang desa tertentu di Lamongan yang bisa meracik bumbunya, yakni orang dari Desa Kaotan dan dari Desa Sawo. Di luar orang itu rasa keaslian kuah itu akan menjadi berbeda.

Budi Satria Maulana salah seorang pembeli Nasi Boran menceritakan, pernah orang tuanya dikasih racikan bumbu kuah Nasi Boran oleh orang Kaotan. Bumbu tersebut tinggal diseduh dengan air bisa langsung siap saji. Namun ketika dirasakan rasanya berbeda dari kuah asli yang dibuat oleh orang Kaotan.’’Saya tidak tahu apa penyebabnya. Faktanya memang rasa kuah itu berbeda,’’ kata Budi.

Sebab itupula yang melatarbelakangi nasi ini belum bisa di bawa ke luar Lamongan dan dikenal oleh banyak orang seperti soto. Padahal Nasi Boran mempunyai prospek untuk dijadikan sebagai identitas lain Kota Lamongan selain dua nama makanan yang selama ini sudah dikenal publik yakni soto dan tahu campur. Mayoritas orang di dua desa itu memang tidak berkarakter perantau sebagaimana orang Lamongan pada umumnya yang banyak menjual soto maupun tahu campur di kota-kota besar seperi Jakarta dan Surabaya maupun kota-kota lain di luar Jawa.

Nasi Boran ini sendiri memiliki tiga kekhasan. Pertama tentu saja kuah kental yang menjadi rasa dominan Nasi Boran yang tidak bisa dibuat sembarang orang. Kedua adalah para penjual Nasi Boran menaruh nasinya di Boran (tempat yang terbuat dari anyaman bambu) yang akhirnya menjadi nama nasi ini. Dan ketiga empok, berbentuk bulat yang terbuat dari tepung. Bila dimakan terasa empuk dan gurih.

Untuk lauknya sangat variatif. Tergantung pembeli mau memilih yang mana. Ada ayam, ikan bandeng, udang, ikat gabus, dan lain sebagainya. Tidak lupa Nasi Borang selalu dikasih dengan peyek sebagai lauk tambahan. Penasaran, datang ke Lamongan dan coba Nasi Boran.

Sumber foto :
http://ikapunyaberita.wordpress.com/2009/05/04/nasi-boranan/
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://gunturanggraito.files.wordpress.com/2009/12/nasi-boranan.

Share to

Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung.

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top