AveSticker

Mengenal Dunia Kerja Sejak Kecil, Mak Suprihatin Mulai dari Nol

Jan 08 202618 Dilihat

Petani menjadi salah satu profesi yang paling dikenal di Indonesia. Berkecimpung didalam dunia pertanian menjadi hal yang biasa jika melakukan hal-hal berat disetiap harinya. Walaupun dari keluarga petani dan tidak lulus SD, kerja keras yang dilakukan Mak Suprihatin dari Tulungagung sungguh luar biasa.

Mengenal Mak Suprihatin

Sebagai perempuan dari desa, Mak Suprihatin sudah membantu orangtua disawah dan mencari rumput untuk hewan peliharaan berupa sapi. Beliau putus sekolah sejak kelas 2 SD dan memutuskan untuk mencari nafkah. Mak Suprihatin menawarkan hasil panen padi kesana-kemari menggunakan sepeda kuno dengan mengayuh sampai berkilo-kilo meter. Dengan membawa sekarung padi seberat 40 kg dibawah terik matahari, tak mematahkan semangatnya untuk membantu keluarga.

Hampir 35 tahun mak suprihatin bekerja membantu orangtua dan beliau menikah diusia muda yaitu 15 tahun. Beliau bekerja, mengurus suami, anak dan orangtuanya. Di sisilain, suami mak Suprihatin bekerja sebagai pengangkut barang (cikar) menggunakan tenaga sapi.

Dari hasil kerja kerasnya, beliau sekarang sudah menjual banyak karung padi dan bahkan sekarang menjadi pemborong padi dari petani-petani lain yang kemudian digiling menjadi beras dan dijual ke toko-toko.

Sekilas tentang Usaha Mak Suprihatin

Menurut mak suprihatin, tidak mudah merintis usahanya dan berbakti pada orangtua karena sejak kecil ditinggal oleh ayahnya. Mak suprihatin sedikit demi sedikit menabung untuk membuka gilingan padi sendiri dan membuka lowongan pekerjaan untuk tetangga sekitar. Meski sudah bisa membuka usaha sendiri beliau bersama suami menjajakan produksinya ke toko-toko yang lingkupnya lebih luas.

Akibat dari semangatnya dengan suami untuk keluar dari garis kemiskinan, mereka bisa menerima pesanan dari luar kota dan menembus toko-toko Cina. Dengan kendaraan cary sederhana dan membawa anak paling bungsu, berkeliling kota mengantar dan menawarkan beras. Sekarang, mereka berjualan beras dan menjadi pekerja petani serta merawat anak-anaknya.

Penulis: Ayu Setia Ningsih (peserta Short Course Citizen Journalist)

Share to

Topik Terkait

Wahana Misteri

by Jan 08 2026

Bunyi letusan senjata api laras panjang, membahana ke seantereo hutan. Menggetarkan nyali tiap orang...

Pasar Buku Wilis di Kota Malang

by Jan 08 2026

Pasar buku Wilis merupakan salah satu tempat penjualan buku terlengkap yang terdapat di Kota Malang....

Meski Mahal, Vespa Matic Tetap Banyak Di...

by Jan 08 2026

Apa alasan yang membuat Vespa matic yang harganya mahal tetap diminati? Padahal dari segi fitur ngga...

Api Alam Tak Kunjung Padam di Bangkalan

by Jan 08 2026

Api tak kunjung padam merupakan kekayaan alam yg dimiliki warga Desa Genteng Kecamatan Konang Kabupa...

Kilas Balik Pemberontakan PETA

by Feb 14 2023

Pada tanggal 14 Februari 1945 tepatnya 78 tahun dari masa sekarang, terjadi sebuah peristiwa di Blit...

Belum Seutuhnya Menikmati Revolusi Indus...

by Feb 06 2023

Isu hadirnya robot untuk menggantikan pekerjaan manusia menjadi momok serius bagi banyak pihak. Hal ...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top