AveSticker

Bumi Berantakan: Dampak Psikologis Kolonialisme di Aljazair

Mar 09 20151.411 Dilihat

Bumi Berantakan Frantz Fanon 1963

Judul       : The Wreched of the Earth (Bumi Berantakan)

Penulis   : Frantz Fanon

Pengantar: Jean Paul Sartre

Penerbit : Grove Press, Inc New York (edisi Indonesia Teplok Yogykarta)

Tahun     : 1963 (edisi Indonesia 2000)

Tebal       : 358

ISBN       : –

Bumi Berantakan Frantz Fanon 1963

Bumi Berantakan Frantz Fanon 1963

Bumi Berantakan adalah karya Frantz Fanon, seorang psikiater kulit hitam yang kemudian menjadi tokoh revolusi di Aljazair. Melalui karya The Wreched of the Earth inilah Fanon mengabarkan kerasnya kolonialisme di Aljazair. Fanon menggambarkan begitu rinci dampak kolonialisme teradap gangguan kejiwaan (psikologis) masyarakat Aljazair.

Ada banyak simbol yang diperkenalkan oleh kolonialisme di dunia, mulai dari persemakmuran, pemberadaban, kemerdekaan ataupun nasionalisme dan termasuk demokrasi. Adagium apapun yang diperkenalkan oleh bangsa-bangsa di Eropa hampir pasti terpendam kekerasan dan kepentingan bangsa-bangsa kolonial. Fanon mencoba memotret secara terperinci bagaimana nalar kolonialisme itu menerjang garis ketidaksadaran masyarakat terjajah.

Frantz Fanon memberikan khasanah lain dalam memandang kolonialisme. Dia hendak menunjukkan pada dunia bahwa kolonialisme itu sampai pada wilayah ketidaksadaran manusia. Ketidaksadaran inilah yang kemudian menjadikan negara jajahan menjadi berwajah koloni. Dampak-dampak dari kolonialisme masih terasa betul di Aljazair. Sebagai psikiater dia menemukan banyak sekali gangguan kejiwaan yang diderita oleh masyarakat pasca kolonialisme. Diantaranya psikosomatis, gangguan kejiwaan reaksioner, traumatis dan banyak lagi yang lainnya.

Bumi Berantakan edisi terjemahan

Bumi Berantakan edisi terjemahan

Buku “Bumi Berantakan” ini banyak menginspirasi para pemikir kolonialisme dalam berbagai kajian berikutnya. Dampak psikologis pada negara-negara terjajah disuguhkan dengan apik dalam buku ini. Para Buku ini ditulis berdasarkan apa yang dia alami selama dia menjadi psikiater dan memberikan pertolongan pada korban kegarangan dan kesadisan para penjajah di Aljazair.

Tulisan Fanon ini sebenarnya memberikan khasanah baru kajian Poskolonial yang berkembang di Negara-negara pasca kolonial. Ada banyak kajian yang bisa dijadikan rujukan lain jika membahas poskolonial diantaranya para tokoh yang dilahirkan dari India yaitu Gayatri Spivak, Leela Ghandi, Ania Loomba, Homi Bhaba, Gyan Prakas, dll.

Sedangkan di Palestina ada Edward Said, banyak refrensi yang memberikan rujukan bahwa Said dianggap sebagai peletak batu pertama kajian kolonialisme. Melalui magnum opusnya “Orientalisme” dia mampu membongkar kemegahan nalar eropa secara epistemologis. Fanon melengkapi khasanah kajian postkolonial ini dari sisi psikoanalisa. Dia menggambarkan bagaimana kolonialisme melewati ambang ketidaksadaran manusia.

sumber gambar: http://media.bureauoftrade.com/p/2013/02/14/ithe-wretched-of-the-earthi-by-frantz-fanon-400c.jpg

Share to

Lahir di bumi Bung Karno Blitar. Kini terperangkap dalam hiruk pikuk Kota Malang. Belajar menulis dan komentar tentang apapun.

Topik Terkait

Santiago dan Analogi Filsafat Sederhana

by Apr 06 2026

Selama beberapa dekade, The Alchemist karya Paulo Coelho telah menempati ruang unik dalam kesadaran ...

Nyai Pondok! Konseptor SNI Bidang Pangan...

by Mar 03 2026

E fructu arbor cognoscitur. Ungkapan latin yang berarti, “sebatang pohon bisa dikenali dari buahny...

Broken Strings: Luka Sunyi, Kuasa Tersem...

by Feb 15 2026

Ada luka yang tidak lahir dari pukulan, tetapi dari kalimat yang diulang pelan-pelan. Broken Strings...

Pendidikan Islam Berbasis Peradaban: Akt...

by Feb 13 2026

Perkembangan teknologi digital telah menggeser makna pendidikan dari proses pembentukan manusia menj...

Rival, Cinta, dan Luka di Masa Putih Abu...

by Feb 12 2026

IPA dan IPS sering kali dipandang sebagai dua dunia yang tak pernah bisa menyatu. Yang satu dikenal ...

Jejak Kupu-Kupu di Tanah yang Terluka &#...

by Jan 30 2026

Antologi puisi Jejak Kupu-Kupu merupakan terjemahan dari buku bahasa arab berjudul Atsarul Farasyah ...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top