Daman Huri • Sep 19 2010 • 507 Dilihat
Angin tak pernah bertanya,, aroma apa yang dibawa. Semerbak melati, atau bangkai yang menyengat.
Angin tetaplah angin, berjalan dengan fitrahnya.
@Malang, Jum’at Pon, 9 Mulud 1430 H
Alumni Universitas Muhammadiyah Malang. Fasilitator Pendamping Desa tertinggal.
Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...
Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...
Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...
Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...
Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...
Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...
Belum ada komentar.
Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya
Silakan berkomentar. *
Nama *
Email *
Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.
Δ
Belum ada komentar.