AveSticker

Hujan di Ramadlanku

May 09 201889 Dilihat

Sekarang sudah Mei 2018. Hujan sudah hampir habis. Tapi saya tetap mau curhat tentang hujan.

Hujan merupakan salah satu anugerah tak terhingga nilainya yang diberikan oleh Tuhan. Dalam kehidupan ada baik ada buruk, ada hitam ada putih, ada laki-laki ada perempuan, semua diciptakan Tuhan secara berpasang-pasangan.

Pun begitu juga dengan hujan. Ia tak lepas dari kemarau.

Saat kemarau sudah memuncak, hawa panas semakin membuat gerah lahir batin, maka musim hujan merupakan musim yang ditunggu-tunggu oleh siapapun, juga para petani guna menyuburkan sumber pertanian.

Tidak hanya Pak Tani, musim hujan juga sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak kecil. Anbak-anak mengerti bahwa bermain air hujan jenis permain termurah dan gratis. Tantangan mereka cuman satu, memberi jawaban memuaskan pada warning para orang tua, “Jangan bermain bermain hujan nanti kau sakit.” Atau

Hujan kerap bersahabat dengan para penjual bakso, mie ayam, soto ayam, rawon dan makanan-makanan hangat lainnya. Sedangkan bagi para penjual es buah, jus blender, es teler dan es potong, hujan juga menjadi sahabat baik yang menyuruh agar mereka banyak-banyak beristirahat.

Menjelang Ramadlan 2018 ini, semoga hujan tetap turun rintik-rintik saja. Agar badan dan jiwa kita semua tetap adem dan tentrem. Dan membuat bunga-bunga ridlo Mu bersemai tak terhingga.

Amin, welkem Ramadlan.

Share to

Pantang lari dari gelanggang corong palayu

Topik Terkait

Menakar Electoral Threshold dalam Rancan...

by Jul 09 2026

Pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terus bergulir memasuki bu...

Asia Datang Beramai-Ramai, Pulang Bersam...

by Jul 05 2026

Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen yang paling membanggakan bagi sepak bola Asia. Untuk perta...

Matahari yang Enggan Terbenam: Jokowi, B...

by Jun 24 2026

Dalam sepekan terakhir, selain dinamika Munas Kombes NU, salah satu berita politik yang menarik perh...

Ketika Diskusi Dibubarkan: Kampus, Demok...

by Jun 17 2026

Kemarin, sepulang dari kegiatan Pra Muscab IKA PMII di Malang, saat sedang scrolling media sosial se...

Grup WhatsApp dan Demokrasi yang Terlalu...

by Jun 13 2026

Tidak ada tempat yang lebih demokratis di era modern selain grup WhatsApp. Semua orang punya hak bic...

Menuju Piala Dunia: Nasionalisme yang Da...

by Jun 06 2026

Tidak semua rasa cinta pada negara hadir setiap hari. Ada yang muncul hanya ketika perlu—dan Piala...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top