AveSticker

Trend Energi Baru (Bag 2)

Nov 02 2012609 Dilihat

Mengapa pemanfaatan energi baru dan terbarukan semakin sering digalakkan dan menjadi sangat penting? Alasan paling mendasar adalah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Karena energi terbarukan memberi peluang investasi di masa depan, misalnya menciptakan lapangan kerja dalam negeri dan tentunya mengurangi anggaran pemerintah dalam mengelola bahkan mengimpor energi tersebut.

Pertimbangan ekonomis ini juga diikuti dengan alasan agar kita bisa menyisakan warisan terbaik bagi generasi mendatang. Dampak lingkungan dan keamanan juga faktor penting dalam mengembangkan energi terbarukan. Perkembangan teknologi dalam implikasi energi ini sangat krusial dan signifikan untuk terus diperbaharui. Supaya nantinya selain bisa digunakan secara masal juga dapat menurunkan resiko pencemaran terhadap lingkungan. Selain solar, angin, dan geothermal, juga terdapat beberapa sumber energi terbarukan lain yang tentu tak kalah potensialnya untuk dikonsumsi secara masal di masa mendatang.

  • Energi laut. Luas lautan pada permukaan bumi menjadi salah satu sumber panas terbesar. Sinar dari matahari yang mengenai permukaan air laut mampu menciptakan energi panas yang dapat dikonversi menjadi generator listrik. Terdapat tiga sistem konversi, pertama siklus tertutup (closed-cycle) yaitu dengan cara mengambil panas permukaan air laut untuk menguapkan cairan (fluida), sehingga menghasilkan uap, lalu menjadi motor penggerak turbin dan menghasilkan listrik. Kedua, siklus terbuka (open-cycle) adalah sebuah sistem yang beroperasi pada tekanan paling rendah dari pemanasan air laut, dan selanjutnya memproduksi uap yang dialirkan melalui generator. Sistem terakhir disebut dengan sistem hybrid, karena merupkan gabungan dari kedua siklus sebelumnya.
  • Tenaga air. Hydropower atau hydroelectric power merupakan jenis energi yang memanfaatkan aliran air menjadi penggerak listrik. Sistem energi ini cukup sederhana, yaitu dengan cara menyimpan air pada sebuah bendungan atau kanal kecil di sungai, kemudian simpanan air tersebut dialirkan untuk menggerakan turbin, sehingga bisa mengaktifkan generator listrik.
  • Bioenergy. Biasa kita kenal dengan energi yang memanfaatkan bahan baku organik, seperti salah satunya membakar kayu untuk kebutuhan sehari-hari (memasak). Penelitian telah banyak menemukan penggunaan energi terbarukan ini berpotensi mengurangi tingkat emisi gas dari efek rumah kaca. Pada dasarnya terdapat beberapa jenis teknologi utama dari energi organik yang dapat kita aplikasikan. Bahan bakar nabati (BBN) jenis etanol dan biodiesel memiliki potensi utama sebagai bahan bakar transportasi yaitu mobil, truk, pesawat terbang, bahkan kereta api. Etanol merupakan sejenis alkohol yang biasa kita temukan dalam kandungan bir atau anggur. Prosesnya kurang lebih sama, yaitu melakukan fermentasi dalam kandungan karbohidrat (gula atau selulosa) dari bahan organik tersebut. Penggunaan etanol sebagai bahan bakar telah terbukti mengurangi karbon monoksida dan asap emisi kendaraan bermotor. Produk organik (Bioproducts) yang saat ini ada di pasaran, bukan saja sekedar terbuat dari sumber-sumber terbarukan, tetapi juga dalam proses pembuatannya membutuhkan energi lebih sedikit dari produk-produk lainnya.
  • Hidrogen. Sebagai unsur paling sederhana dan paling berlimpah di bumi, hidrogen selalu dikombinasikan dengan oksigen, atau yang kita kenal dengan H2O. Unsur hidrogen banyak terdapat dalam senyawa organik, yang mana mampu membentuk banyak bahan bakar seperti gas alam, bensin, dan metanol. Hebatnya, mesin yang berfungsi membakar hidrogen murni menjadi energi bisa dipastikan hampir tidak mengeluarkan polusi. Penggabungan hidrogen dengan sel bahan bakar dan oksigen mampu menciptakan listrik, air, dan panas. Sehingga, hidrogen merupakan pembawa energi yang sangat menjanjikan di masa mendatang. Tidak seperti matahari dan angin yang tidak bisa menghasilkan energi sepanjang waktu, sebaliknya hidrogen mampu menyimpan energi sampai suatu saat dibutuhkan, juga dapat dipindahkan ke suatu lokasi yang diperlukan.
Share to

penulis lepas, JelajahBudaya.com

Topik Terkait

Ketika Diskusi Dibubarkan: Kampus, Demok...

by Jun 17 2026

Kemarin, sepulang dari kegiatan Pra Muscab IKA PMII di Malang, saat sedang scrolling media sosial se...

Grup WhatsApp dan Demokrasi yang Terlalu...

by Jun 13 2026

Tidak ada tempat yang lebih demokratis di era modern selain grup WhatsApp. Semua orang punya hak bic...

Menuju Piala Dunia: Nasionalisme yang Da...

by Jun 06 2026

Tidak semua rasa cinta pada negara hadir setiap hari. Ada yang muncul hanya ketika perlu—dan Piala...

Lemahnya Kontrol Sosial dan Ancaman Degr...

by Jun 05 2026

Lemahnya kontrol sosial merupakan salah satu persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat Indon...

Ketika Satir Menjadi Popularitas: Dari M...

by Jun 02 2026

Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...

Beberapa Kebiasaan Aneh Gen Z yang Seben...

by May 30 2026

Ada fase dalam hidup ketika seseorang mulai merasa generasi setelahnya sedikit membingungkan. Kalima...

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top