AveSticker

Remoralisasi Pancasila

Oct 01 2010685 Dilihat

Pancasila disahkan sebagai dasar negara 18 Agustus 1945 melalui sidang PPKI (panitia persiapan kemerdekaan Indonesia). Pancasila sebagai ideologi bangsa, sekarang telah menjadii barang usang. Benarkah? Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras, antar golongan (SARA). Para founding father dengan bijak menetapkan rumusan dasar dan cara pandang hidup (way of life) negara bangsa ini. Pandangan jauh kedepan dalam menyatukan keberagaman telah dilakukan para pendiri negara dengan mengenyampingkan ego masing-masing. Namun dalam perjalanan di era orde baru (orba) Pancasila dijadikan alat untuk melenggangkan kekuasaan. Melalui penataran Pancasila, orde baru mendoktrin “penyeragaman” demi persatuan harus dilakukan. Akhirnya semua elemen Negara wajib mendukung penguasa pada waktu itu demi persatuan. Di akhir kekuasaan pancasila menjadi barang yang menjijikkan, sesuatu yang harus dihindari sampai sekarang. Setiap orang alergi dengan pancasila, seolah-olah yang salah pancasilanya bukan orbanya.

chauvinisme

“Hilangnya” Pancasila

Pemerintahan orba berkuasa selama kurang lebih 32 tahun, masih menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat. Semua yang berbau orba harus dihilangkan dari bumi Indonesia. Tidak luput dari kebencian masyarakat, pancasila sebagai dasar negara juga menjadi sasaran. Pancasila hanya menjadi hiasan di ruang kelas sekolahan, kuliah, dan kantor pemerintahan. Pancasila produk asli nusantara, nilai-nilai luhur yang lahir dari akar rumput Negara bangsa. Nilai yang dikandung dalam pancasila diterima semua sara yang ada. Setelah “hilangnya” pancasila kerusuhan ambon, poso, timor timur menjadi bukti kita butuh sesuatu yang bisa menyatukan kita ditengah keberagaman. Pertikaian antar suku di Tarakan pada hari minggu (26/09), selang  tiga hari (30/09)  pertikaian antar golongan di Ampera Jakarta selatan terjadi. Belum lagi kondisi politik yang memunculkan sikap chauvinisme kepada masyarakat, sifat individualistis sekarang menjadi budaya. Kebebasan yang bablas tanpa ada alat kontrol mengakibatkan perilaku semau gue.

bangsa berkibar

Kejadian demi kejadian yang menggambarkan perpecahan bangsa ini telah terjadi. Sudah waktunya kita bicara atasnama bangsa bukan sara. Sesuatu yang bisa menyatukan semua elemen bangsa ini, yakni pancasila. Tugas pemimpin nasional menjadikan pancasila nyata sebagai dasar Negara dan way of life warganya. Remoralisasi pancasila, memahami kembali nilai-nilai luhur asli Indonesia yang bisa menyatukan seluruh elemen bangsa ini. Alat pemersatu di tengah keberagaman budaya Indonesia, bukan pemerasatu dengan cara “diseragamkan”. Semoga pemimpin kita segera sadar kondisi perpecahan yang hampir terjadi, bisa ditangani serius dengan menggunakan formula remoralisasi pancasila.

Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang, tinggal di Jakarta

Topik Terkait

Diantara Menjadi Dokter, Notaris, Atau G...

by Jun 18 2026

Di ruang rawat inap VVIP Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie (AWS), Samarinda. Nampak belasan orang me...

Ketika Diskusi Dibubarkan: Kampus, Demok...

by Jun 17 2026

Kemarin, sepulang dari kegiatan Pra Muscab IKA PMII di Malang, saat sedang scrolling media sosial se...

Grup WhatsApp dan Demokrasi yang Terlalu...

by Jun 13 2026

Tidak ada tempat yang lebih demokratis di era modern selain grup WhatsApp. Semua orang punya hak bic...

Menuju Piala Dunia: Nasionalisme yang Da...

by Jun 06 2026

Tidak semua rasa cinta pada negara hadir setiap hari. Ada yang muncul hanya ketika perlu—dan Piala...

Lemahnya Kontrol Sosial dan Ancaman Degr...

by Jun 05 2026

Lemahnya kontrol sosial merupakan salah satu persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat Indon...

Ketika Satir Menjadi Popularitas: Dari M...

by Jun 02 2026

Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...

  • Anakngger Laros says:

    Mau diapakan dengan remoralisasi?
    Pelajaran Pancasila di SD sudah diganti dengan PKN. Kalau dulu, ngomong soal pancasila, tiap sila mempunyai butir-butir pancasila. Isinya soal semangat yang terkandung dalam masing-masing sila. Tahu, jaman sekarang masih laku apa nggak tuh?

  • syadhu says:

    Pancasila atau apapun namanya, sekarang dibutuhkan untuk alat pemersatu bangsa. Kita lihat sekarang nasionalisme berubah menjadi chauvinisme, hal itu diamini dengan adanya pilkada (harus putra daerah). Jika kalah mengajukan pemekaran (kasus tapanuli utara), itu segelintir contoh keadaan bangsa ini. Bangsa ini mengusung pancasila sebagai alat pemersatu, pemahaman yang luas bernegara. Kita tidak ingin seperti negara bangsa seperti di Belgia.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top