Desa Pejarakan, Jabon, tanpa penghuni. (dok pribadi)

SEJAK semburan lumpur lapindo bikin geger pada akhir Mei 2006 lalu, dampak paling nyata adalah kemacetan di sepanjang Raya Porong hingga Traffic Light Gempol. Jelas dan nyata-nyata kemacetan itu bikin stres para pengguna ruas jalan tersebut. Sementara, angka kecelakaan lalu lintas menjadi tinggi di sana karena permukaan jalan yang bergelombang disertai truk bermuatan berat yang sering lewat sana.

Kali Porong dari atas jembatan. (dok pribadi)

Sebenarnya, kemacetan itu disebabkan adanya tiga titik vital yang ada di sepanjang Porong-Gempol. Yakni exit tol, pertigaan Kejapanan dan Traffic Light Gempol. Exit tol Porong menjadi pangkal masalah tersebut. Sebab, sebelum ada luberan lumpur, antara Porong-Gempol dihubungkan oleh ruas tol. Sayangnya, ruas itu sekarang lumpuh karena terkena dampak luberan lumpur. Maka, jangan buang waktu anda karena terjebak macet di ruas Porong-Gempol. Saat ini, pemerintah pusat bekerjasama dengan Pemprov Jatim tengah mempersiapkan relokasi Raya Arteri Porong. Kira–kira Agustus tahun ini akan rampung dan bisa segera digunakan. Namun, bukan jalan itu yang menjadi alternatif mengurai kemacaten.

Pintu masuk Tol Gempol 2. (dok pribadi)

Melainkan jalur alternatif mengelilingi tanggul dari Apollo-Gerbang tol Gempol 2-Jabon-Kalitengah untuk pengguna dari arah Malang atau Pasuruan. Sedangkan dari arah exit tol atau Sidoarjo, bisa melalui Pasar Ngaban atau Jalur Perlintasan Kereta Tanggulangin belok ke arah timur. Jangan takut tersesat karena terdapat ramu lalu lintas yang dipasang DLLAJ Jatim sebagai petunjuk. Dengan lebar jalan sekitar 4 meter, ruas alternatif tersebut relatif lancar. Beberapa kondisi ruas alternatif tersebut memang tidak mulus karena banyak lubang dan tidak beraspal. Selain itu, pemandangan dan panorama yang lepas batas juga lumayan untuk dinikmati. Di bagian ruas tol buntung Gempol (begitu biasa disebut), akan banyak ditemui gunungan pasir dari beberapa daerah. Pemandangan itu mirip dengan open space showroom pasir. Itu mirip dengan pasar loak pasir yang dibeber di jalanan. Saat melintasi jembatan Kali Porong, pandangan mata bisa makin lepas batas. Bukan karena banyaknya warga yang BABS-MCKS atau Buang Air Besar dan Mandi Cuci Kakus Sembarangan di pinggir kali. Namun, tapal batas pemandangan itu bisa lepas hingga ke pusat semburan lumpur dengan asap yang tampak kecil. Di luar tanggul terdapat kampung suwung dengan rumah-rumah warga yang sudah diratakan. Sebuah masjid dua lantai dengan kubah perkasa berdiri paling gagah diantara perumahan itu. Selain macet, sisa reruntuhan nestapa korban lumpur bisa anda rekam dari sana. (*)