AveSticker

Dari Manakah Revolusi Bermula?

Jan 18 2016680 Dilihat

jenderal sudirman film

Selain adegan kemarahan Soedirman saat pemerintah Republik menerima perjanjian kerja sama, ada satu credit title yang mengusik pikiran saya. Sang Jenderal meninggal di usia muda 34 tahun”. Otak saya yang sedang blank, kehilangan semangat mengerjakan tesis, dipaksa berlarian oleh film ini.

Bagaimana sosok semuda itu mampu memimpin pasukan TNI bergerilya melawan bangsa penjajah?

Pahlawan dan Momentum Kepahlawanan

Membincang tentang pahlawan tentunya akan membawa kita pada tema momentum kepahlawanan. Momentum adalah sebuah titik pertemuan antara kapasitas diri dengan kebutuhan bangsa. Saat seseorang mengerjakan sebuah pengabdian dengan istiqomah, apapun bentuknya, suatu saat pengabdiannya akan bertemu dengan kebutuhan publik. Saat semacam ini akan membuatnya diterima sebagai sosok yang berguna bagi bangsa.

Mari kita tengok dengan apa yang dilakukan sang Jenderal, sebagaimana dideskripsikan dalam filmnya. Di usia mudanya, ia memimpin gerilya melawan penjajah. Apa modal yang ia miliki? istiqomah dan prinsip. Semua orang tahu siapa dia, semua orang membantunya dengan suka rela, eksistensinya diakui. Kenapa? karena masyarakat tahu bahwa Sang Jenderal adalah pahlawannya. Bangsa Indonesia tahu bahwa beliau berjasa.

Dapat pula kita ingat momentum lahirnya Hari Pahlawan di Surabaya. Para pemuda itu dengan gagah berani menerobos kerumunan di depan Hotel Yamato. Beberapa orang merobek bagian biru dari bendera Belanda kemudian mengibarkan bendera Merah Putih kembali. Sejarah kemudian mencatat momentum tersebut sebagai Hari Pahlawan.

Beri Aku Sepuluh Pemuda, Maka Akan Aku Guncang Dunia

CIta-cita bung Karno di atas belum  tercapai hingga kini. Karena krisis terbesar yang sedang kita hadapi bukanlah krisis ekonomi, tapi krisis kepahlawanan. Indonesia belum punya cadangan pahlawan untuk masa depan.

Sudah berapa kali 17 Agustus dilewati? Sudah berapa kali Hari Pahlawan dilampaui? tapi semuanya hanya menjadi ajang refleksi bahkan hanya diperingati tanpa ruh yang diresapi kemudian dijalani.

Untuk para pemuda, yang kalian perlukan hanya istiqomah mengasah kapasitas pribadi. Suatu saat akan ada waktu yang mempertemukan kapasitas itu dengan kebutuhan bangsa. Tugas kalian ndak seberat pak Dirman. Era masa kini bukan eranya berperang melawan penjajah kok. Tantanganmu hanyalah memaknai nilai kepahlawanan kemudian menginspirasi pemuda-pemuda lain melalui kerja-kerja nyata.

Jika misalnya Pak Dirman menjadi idolamu, tak perlu kiranya kamu keluar masuk hutan untuk berperang. Tak perlu kamu tiru wujud fisiknya. Tapi nilainya itu, ya kegigihan dalam berjuang dan prinsip pengabdiannya itu yang wajib kamu tiru. Jika misalnya hobimu itu baca buku, bagaimana caranya baca bukumu itu bermanfaat bagi orang lain. Jika hobimu adalah touring dengan motor CB, pikirkan bagaimana caranya agar dirimu dan CB mu itu ada gunanya, minimal untuk teman-teman sekitarmu. Jika kau tak punya hobi dan kelebihan apapun, minimal nyapu rumah dan cuci piring bisa membantu meringankan beban orang tuamu.

Ndak usah repot peras otak dan tenaga mencari cara agar menjadi visioner dan solutif dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Kerjakan hal kecil dulu, hal besar akan mengikuti langkahmu kemudian.

Jangan menjadi “para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan”, jangan menjadi “penyair salon, yang bersajak tentang anggur dan rembulan ”

“Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan,” (W.S. Rendra).

 


Sumber gambar : liputan6.com

Share to

Aktivis dangdut koplo

Topik Terkait

Resep Menjadi Pelajar Moderat dari SMA B...

by Jan 07 2026

Pernahkah kalian membayangkan sekolah sebagai sebuah dapur besar? Di dalamnya terdapat bermacam-maca...

Pemilu 2024 dan Etika Politik Elit

by Jan 07 2026

Pada masa pemilu 2024, lini media massa dan media sosial kita banyak dipenuhi dengan diksi, kosakata...

9 Nilai Perdamaian yang Bikin Siswa Jadi...

by Jan 07 2026

Menjadi siswa keren zaman now itu bukan cuma soal penampilan atau seberapa mahal barang yang dipakai...

OSIS SMA Babussalam Malang Wujudkan Seko...

by Jan 07 2026

Masa SMA sering disebut sebagai masa paling indah, namun di sisi lain, ini adalah fase di mana ego s...

Kecanduan Gadget pada Generasi Muda

by Dec 19 2025

Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa banyak manfaat, namun juga menimbulkan masalah baru,...

Kilas Balik De Zeven Provincien: Perjuan...

by Feb 20 2023

Sekilas tentang Peristiwa Malaise Dalam catatan sejarah, Amerika Serikat pernah dilanda krisis monet...

  • bibul says:

    Saya terharu baca tulisan ini. Merasa blm berbuat apa2. Terimakasih atas nasehatmu mas.

  • CakRun says:

    Injeh sama-sama mas. tulisan ini ditulis untuk mengingatkan saya sendiri. biar menjadi prasasti pengingat kalau suatu saat lupa dan tak melakukan apa-apa. ({})

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top