AveSticker

Miliaran Cuan dari Dracin

Jan 29 2026225 Dilihat

Drama China banyak mendapatkan banyak penonton di Indonesia, fenomena ini berangkat dari kemudahan akses. Drama China yang familiar dengan sebutan “Dracin” menjadi perbincangan tidak hanya di antara bapak-bapak di warung kopi. Kalangan muda-mudi di tiktok menjadi bagian dari hype pada banyak video pendek dan serial yang kerap menampilkan kemegahan CEO.

Netizen yang belakangan ikut belajar dalam bersikap ketika menjalankan pekerjaan, pada sebuah komentar dalam postingan salah satu netizen menyatakan sikap dengan berkomentar, “Saya tidak akan meremehkan profesi OB karena ternyata dia adalah anak konglomerat yang ditemukan”-sampai pada drama kemampuan tak terhingga dengan dengan simbol “black card” atau kartu kredit tanpa batas penggunaan.

Keindahan fantasi menjadi pengisi hiburan yang disepakati oleh banyak masyarakat nusantara, kekosongan hiburan drama yang mendukung kelas bawah untuk bangkit dari keterpurukan.

Kemampuan Dracin dalam menyampaikan kisah heroik menjadi pengingat masa lalu pada kisah masa lampau tentang Roro Jonggrang yang meminta Bandung Bondowoso membangun 1.000 candi dalam satu malam, atau Sangkuriang yang ingin membendung Sungai Citarum dalam semalam.

Fantasi pada masa lampau dalam plot penggunaan keris yang bisa digunakan untuk melakukan banyak hal, dari kemampuan magis hingga meningkatkan tingkat ketampanan.

Kemegahan dracin yang kerap menampilkan kekayaan dengan bentuk mobil sport atau super car yang diraih oleh tokoh utama, menjadi fantasi atas kemampuan rakyat sederhana yang sedang bangkit melawan ketidakadilan.

Redupnya drama lokal yang terkenal dengan soundtrack Hati yang Kau Sakiti yang terkenal dengan “ku menangis” menjadikan Dracin sebagai media hiburan pengganti yang jenuh dengan FTV. Fantasi yang membuat puas hati para penon betah untuk menatap layar berdiri, dari sumber IDN times menyebutkan ratusan juta hingga milyaran tayangan agregat di platform online.

VCD Bajakan dan Reuploader

Pada masa lampau fenomena pembajak VCD menjadi sumber dapur yang ngebul, banyak penjual video musik dan film dalam bentuk video bajakan sebagai salah satu model penambah cuan. Fenomena Dracin yang kerap kali memberikan fantasi atas hausnya hiburan atas ketidakadilan dan bangkitnya si miskin menjadi pembela kaum lemah ini juga tidak luput dari kalangan pencari cuan di era digital saat ini. Ada banyak reuploader yang menjadikannya sebagai peluang untuk memenuhi jam tayang yang fantastis.

Manfaat robot penerjemah untuk dijadikan sebagai alat paling mudah demi melayani para penonton Dracin di banyak platform online dari Youtube dengan sumber iklan dari adsense sampai Facebook dengan Meta-ads.

Share to

Penyuka perkembangan teknologi informasi.

Topik Terkait

Matahari yang Enggan Terbenam: Jokowi, B...

by Jun 24 2026

Dalam sepekan terakhir, selain dinamika Munas Kombes NU, salah satu berita politik yang menarik perh...

Ketika Diskusi Dibubarkan: Kampus, Demok...

by Jun 17 2026

Kemarin, sepulang dari kegiatan Pra Muscab IKA PMII di Malang, saat sedang scrolling media sosial se...

Grup WhatsApp dan Demokrasi yang Terlalu...

by Jun 13 2026

Tidak ada tempat yang lebih demokratis di era modern selain grup WhatsApp. Semua orang punya hak bic...

Menuju Piala Dunia: Nasionalisme yang Da...

by Jun 06 2026

Tidak semua rasa cinta pada negara hadir setiap hari. Ada yang muncul hanya ketika perlu—dan Piala...

Lemahnya Kontrol Sosial dan Ancaman Degr...

by Jun 05 2026

Lemahnya kontrol sosial merupakan salah satu persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat Indon...

Ketika Satir Menjadi Popularitas: Dari M...

by Jun 02 2026

Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top