AveSticker

Kereta Proletar Berbenah

Nov 13 2010688 Dilihat

Kamis (4/11) penulis menumpang kereta Matarmaja. Kereta kelas ekonomi jurusan Malang ke Pasar Senen, Jakarta menjadi pilihan kebanyakan orang karena biaya murah. Dengan uang Rp. 51.000,- penumpang bisa melakukan perjalanan sampai ke Jakarta. Jika dibandingkan dengan alat transportasi lain, Matarmaja menjadi pilihan favorit kaum proletar. Kaum proletar yang berpikir biaya yang murah dalam memilih alat transportasi, dengan harapan fasilitas memadai. Fasilitas yang terdapat dalam transportasi jenis Kereta kelas ekonomi, hanya toilet, keamanan itu sudah maksimal dikelasnya.

Pertama masuk gerbong 8, keadaan kereta bersih dan toilet bersih ( baca : tidak bau). Bila dibandingkan dengan tahun lalu ketika penulis menumpang kereta yang sama, kondisi gerbong kumuh dan toilet bau sampai radius 500 m jadi dalam gerbong yang ada toiletnya (namun tetap tidak ada airnya).

Selain itu, ketika pemeriksaan tiket, kereta proletar mencoba untuk mencitrakan diri bersih “pungutan liar”. Dengan dikawal 2 satpam petugas pemeriksa tiket melakukan tugasnya. Sampai di stasiun Cirebon, 14 jam perjalanan dari malang dengan kereta ini, ada petugas yang membersihkan gerbong dan toilet. Usaha PT.Kereta api indonesia (KAI) sebagai wakil pemerintah dalam menyediakan pelayanan transportasi kereta, harus kita apresiasi dan kenyataan mereka bisa melakukan perbaikan tanpa menaikkan harga tiket. Artinya tidak semua perbaikan harus menambah biaya pengeluaran, dengan sedikit berpikir membuat formulasi pelayanan yang lebih baik atau menerima masukan dari pelanggan.  PT KAI berhasil membuat citra baik ditengah guncangan kecelakaan perkeretaapian di negeri ini.

Masih banyak yang harus dilakukan oleh PT KAI untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya terlebih kereta kelas ekonomi. Jika PT KAI melakukan kinerja berbasis kinerja bukan hanya anggaran, apresiasi publik akan sendirinya akan memudahkan turunnya anggaran.

Sumbe Foto     : http://www.titiw.com dan http://www.thejakartapost.com

Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang, tinggal di Jakarta

Topik Terkait

Lemahnya Kontrol Sosial dan Ancaman Degr...

by Jun 05 2026

Lemahnya kontrol sosial merupakan salah satu persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat Indon...

Ketika Satir Menjadi Popularitas: Dari M...

by Jun 02 2026

Dalam beberapa hari terakhir, ada satu lagu yang terus berulang terdengar di telinga saya. Anak saya...

Beberapa Kebiasaan Aneh Gen Z yang Seben...

by May 30 2026

Ada fase dalam hidup ketika seseorang mulai merasa generasi setelahnya sedikit membingungkan. Kalima...

Orang-Orang di Pinggir Lapangan yang Men...

by May 23 2026

Sepak bola modern terlalu sering jatuh cinta pada wajah yang sama. Kamera selalu tahu ke mana harus ...

Jam Dua Siang dan Ilusi Produktivitas Ka...

by May 16 2026

Tidak ada waktu yang lebih jujur di kantor selain jam dua siang. Pagi masih menyimpan sisa ambisi. G...

Sepak Bola Modern dan Kerinduan Pada Nom...

by May 09 2026

Sepak bola modern adalah dunia yang curiga pada kebebasan. Ia meminta semua orang tahu ruang, tahu w...

  • ZARKASI LAROS says:

    lho, bukannya tarif ka sempat naik per 1 oktober lalu? apa karena memang nggak kerasa naik? dompetmu yang suruh njawab, Cud.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top