Judul: Kapoor and Sons
Sutradara: Shakun Batra
Pemain: Sidhart Malhotra, Alia Bhatt, Fawad Khan, Rishi Kapoor, Rajat Kapoor dan Ratna Pathak
Produksi: Dharma Production
Rilis: 18 Maret 2016

Dalam hidup, ada beberapa hal, ikatan lebih tepatnya, yang oleh Tuhan, satu sama lain memang diciptakan untuk saling melengkapi, saling menggenapi dan saling memiliki. Beberapa dari mereka dipersatukan sejak dalam buaian. Sebagian yang lainnya ada karena kedekatan. Sementara pula, ada dari sebagian mereka yang dipertemukan karena ke(tidak)sengajaan.

Secara harfiah sederhana, hampir semua orang pasti mengamini jika ikatan terbesar dalam hidup adalah ikatan keluarga. Ikatan yang terbentuk dalam keberimbangan campuran antara faktor genetika dan konstruk sosial. Ikatan sedarah yang tidak pernah kalah dengan ikatan apapun.

Barangkali, pondasi tersebutlah yang mengilhami sutradara Shakun Batra dalam membuat film Kapoor and Sons. Film yang dirilis pada 18 Maret 2016 ini menitikberatkan pada  kekuatan ikatan keluarga. Mendapuk beberapa artis kenamaan Bollywood, film ini terasa renyah untuk memahami konflik yang umum terjadi dalam keluarga.

Jalan Cerita

Di India, seorang kakek tua (Raj Kapoor) sedang menikmati masa senjanya bersama anak dan menantunya (Harsh dan Sunita Kapoor). Ketiga orang ini menghabiskan setiap detik kebersamaan waktu mereka dengan berbagai pertengkaran dan konflik saling tuduh satu sama lain. Jalinan keluarga Harsh dan Sunita banyak dibumbui pertengkaran dan keributan.

Hasil dari pernikahan mereka membuahkan dua putra tampan bernama Rahul dan Arjun. Sayangnya, kedua putranya memilih untuk pergi jauh dari rumah guna meraih cita-cita mereka. Rahul bekerja di London. Sedangkan, Arjun memilih menjadi freelance di New Jersey.

Sejak lama, ada disparitas hubungan yang terjalin antara Rahul dan Arjun dengan kedua orang tuanya. Sebagai anak pertama, Rahul seringkali mendapatkan pujian atas keberhasilan dan kepintarannya dalam hal pendidikan dan pekerjaan. Sebaliknya, Arjun lebih banyak mendapatkan nyinyiran dari ayahnya karena kenakalan dan keacuhannya. Setali tiga uang, hubungan antara Rahul dan Arjun pun mengalami proses distilasi yang makin lama makin membesar.

Setelah sekian lama tidak pulang, keduanya akhirnya terpaksa kembali ke rumah karena kakeknya yang sedang masuk rumah sakit. Sesampainya di rumah, mereka bernostalgia bersama kenangan dan beberapa hal di sudut rumah yang hingga kini masih tersimpan rapi seperti dahulu.

Sayangnya, kemesraan itu tidak berselang lama. Mereka kembali terlibat konflik ruwet nan mbulet di bawah atap rumah keluarga Kapoor. Sang ayah ternyata melakukan poligami. Sang ibu cerewet menuntut banyak hal. Rahul mencuri file naskah novel milik Arjun dan diketahui sebagai seorang homo oleh ibunya. Dan Arjun, ia masih dipandang sebagai bagian keluarga paling inferior. Perseteruan Rahul dan Arjun makin memuncak tatkala seorang gadis bernama Tia masuk dalam hidup mereka.

Mereka kemudian terpisah lagi. Rahul kembali ke London. Arjun menuju New Jersey. Sementara sang ayah meninggal karena tertabrak truk.

Hingga akhirnya, keinginan Raj Kapoor untuk mengabadikan momen dengan sebuah foto keluarga menjadi penengahnya. Mereka pulang dan merawat keutuhan keluarga yang sempat terurai. Mereka berfoto keluarga dengan senyuman renyah di bibirnya. Tepat diantara mereka, foto sang ayah dipajang untuk melengkapi keutuhan foto keluarga.

Keluarga, Keluarga dan Keluarga

Film dengan durasi 137 menit ini nampak secara utuh menceriterakan konflik seputar keluarga. Dengan detail, adegan-adegan cekcok dan saling melempar lirikan digambarkan dengan baik oleh sang sutradara. Tanpo tedheng aling-aling. Begitu pepatah jawa menyebutnya.

Selain merinci konflik, film ini juga memberikan ending manis dengan tumpuan kekuatan ikatan keluarga yang kokoh. Pertengkaran dan keributan yang selama ini terjadi pada akhirnya luluh karena cinta dan kasih sayang antara semua elemen. Mereka saling merendah dan menundukkan ego untuk menjalin ikatan keluarga yang lebih baik dan lebih sehat.

Selayaknya pepatah bijak yang mengatakan bahwa setinggi-tinggi bangau terbang, jatuhnya ke kubangan juga. Begitulah yang terjadi pada Rahul dan Arjun. Sejauh mereka pergi, toh mereka akhirnya kembali ke rumah juga.

Lebih dalam, sebagaimana intisari film, keluarga memang ikatan utama dan pertama dalam hidup.

Mengapa?

Karena keluargalah yang senantiasa bahagia dengan senyuman di wajah kita. Keluarga jua yang paling khawatir tatkala duka tengah melanda. Dan keluarga pula-yang bahkan-masih berkenan berdoa-meski  tak jarang kita melupa atau meninggalkan goresan luka pada mereka.

Siapapun itu, baik ayah, ibu, kakak, adik atau juga istri. Mereka adalah jodoh kita. Jodoh yang dipersatukan oleh cinta, diamini semesta dan direstui oleh Yang Maha Kuasa.

 

Sumber gambar: http://i.ndtvimg.com/i/2016-03/kapoor-and-sons-movie-poster_650x400_51459142088.JPG