Judul: Panda 3
Sutradara: Jennifer Yuh Welson dan Alessandro Carnolin
Pemain (Pengisi Suara): Jack Black, Bryan Cranston, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, J.K Simmons
Produksi: China Film Co, DreamWorks Animation, Oriental DreamWorks
Rilis: 29 Januari 2016

Juil Jade diserang oleh pasukan zombi monster kerbau bernama Kai. Po sang Kesatria Naga bersama pasukan naga bertarung untuk mengalahkan zombi-zombi itu. Master Shifu nampak kebingungan dengan apa yang sedang terjadi di desanya. Karena selama ini mereka belum pernah menghadapi lawan seperti itu. Terutama Kai yang namanya begitu asing ditelinga masyarakat.

Balas Dendam Seorang Sahabat

Di tengah kebingungan, Master Shifu bersama pasukan naga mencari tahu siapa Kai. Ia membuka kitab-kitab yang pernah ditulis oleh Master Oogway (Pendiri dan Master Kuil Jade). Sayangnya, dari sekian banyak karya Master Oogway, hanya ada satu yang menggambarkan Kai.

Dalam kitabnya, Master Oogway menggambarkan Kai sebagai rekan seperjuangan. Seorang sahabat sejati dan keluarga baginya. Ia bersama Kai telah melewati beberapa pertempuran. Hingga pada suatu pertempuran, mereka kalah dan Master Oogway terluka parah. Kai menggendong Master Oogway mendaki gunung dan melewati lembah hingga tiba di perkampungan rahasia panda.

Di perkampungan Panda inilah Master Oogway mendapat perawatan. Bahkan, master Oogway dan Kai mendapat jurus baru untuk mengusai Chi mereka. Hubungan persahabatan itu akhirnya kandas. Perpisahan keduanya bukan karena berebut perempuan selayaknya perseteruan antara Arya Kamandanu dengan Arya Dwipangga. Namun, perpisahan terjadi karena penyalahgunaan Chi oleh Kai.

Perkelahian keduanya akhirnya dimenangkan oleh Master Oogway dengan mengirim Kai ke dunia Arwah. Bahkan layaknya Jayabaya, Master Oogway juga meramalkan akan kedatangan Kai kembali. Ia juga berpesan bahwa yang bisa mengalahkannya adalah orang yang mempunyai kemurnian tenaga Chi.

Kembali ke Pelukan Keluarga

Di tengah kebingungan Master Shifu dan pasukan naga, Ayah Po mengusulkan untuk membawa Po ke kampung panda. Sang ayah berharap disana ia dapat melatih Chi. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Mr Ping. Ia tidak rela melepas panda yang ia rawat selama 20 tahun. Pada akhirnya, Po dibawa ke kampung panda dengan berbagai pertimbangan.

Po merasa senang berkumpul dengan para panda. Sementara itu, Kuil Jade yang selama ini menjadi tempat tinggal Po diserang oleh pasukan zombi dan Kai. Pasukan naga kalah telak. Termasuk Master Shifu yang akhirnya diambil chinya-dan dijadikan giok oleh Kai. Dari serangan tersebut, hanya tersisa Tigress yang sempat melarikan diri untuk menemui Po.

Mengetahui kabar tersebut, Po mendesak ayahnya untuk segera mengajarkan ilmu mengeluarkan Chi. Namun, bukannya kabar baik, Po malah mendapati kekecewaan. Ternyata selama ini ayahnya berbohong. Perkampungan panda yang terkenal dengan chi-kini hanyalah legenda.

Membentuk kamu menjadi dirimu

Po tak lantas membuang waktu untuk merenung dan menyesal. Ia segera berlatih. Sadar akan sesalahannya, sang ayah ingin berusaha membantu Po untuk menyelamatkan dunia. Untungnya, seluruh panda juga mau untuk membantunya.

Po mengajarkan Kung Fu kepada setiap panda di tempat tersebut. Selayaknya guru yang bijak, Po memberikan latihan berbeda kepada masing-masing Panda. Ia selalu menekankan-jadilah dirimu sendiri. Ini mirip-mirip lagu Kun Anta yang memotivasi untuk menjadi diri sendiri.

Hasil latihan tersebut mulai terlihat, mereka mampu membendung serangan Kai. Hingga Po mengirim Kai kembali ke dunia arwah. Pertarungan berlanjut disana. Tatkala terpojok, di dunia arwah itulah Po mendapatkan chinya. Dengan bantuan para panda di dunia nyata, akhirnya Po mampu mengalahkan Kai. Diakhir cerita Po diberikan tongkat oleh master Oogway. Sebagai pertanda bahwa Po adalah penerusnya.

Membumikan Pasangan Gay

Film besutan duet Jennifer Yuh Welson dan Alessandro Carnolin ini dirilis pada 23 Januari 2016 di China. Film yang menghabiskan dana sebesar $ 145 juta ini menjadi box office dengan keuntungan tiga kali lipatnya. Namun, film berdurasi 95 menit seolah terlalu kental membumikan pasangan gay pada penontonnya. Hal ini terlihat dari duet “Double Dad” dari Li Shan sang Panda dan Mr Ping sebagai ayah Po. Kata “Double Dad” ini berkali-kali diucapkan oleh keduanya. Sudah barang tentu, secara sirri hal tersebut merujuk pada kampanye LGBT yang beberapa waktu lalu sempat booming.

 

Sumber gambar: http://beta286.print.kompas.com/muda/wp-content/uploads/sites/67/2016/03/730A86E8-C8E2-0BC8-5A800024EB5BEF6F.jpg

Ditulis oleh: Sam Arsy