Review Buku Internasional Bestseller

“Messi (The Inside Story of  The Boy Who Become A Legend)”

Karya Luca Caioli

Dalam buku ini dijelaskan bahwa bakat yang dimiliki Messi ternyata tidak bisa tersalurkan dengan baik di Argentina. Tidak ada klub yang mampu menanggung biaya pengobatan kelainan yang dimilikinya. Di usia 11 tahun, Messi harus menyeberang benua dari Amerika menuju Eropa. Bersama ayah dan kakaknya, Rodrigo. Kepergian Messi tersebut tentu saja menyisakan kedukaan pada ibu dan saudara-saudaranya yang harus berpisah jauh.

Di Barcelona, setelah mengikuti tes dan membuat pihak klub terpukau akan bakatnya. Ayah Messi kemudian mendapatkan kabar bahwa putra kecilnya diterima di akademi La Masia. Tidak hanya itu, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pihak klub. Oleh penulis buku, Luca Caioli, cerita Messi di Barcelona kemudian berlanjut sampai ia merintis dan  menggapai mimpi-mimpinya.

Belajar Hidup dari Sosok Messi

Selain bercerita mengenai kisah hidup, ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan yang dialami oleh Messi. Sesuai dengan falsafah orang jawa, berikut adalah beberapa pesan dan hikmah yang  dapat diambil:

  1. Jer Basuki Mawa Beya (Semua Keberhasilan Membutuhkan Pengorbanan)

Pesan tersebut merujuk kepada perjuangan yang dilakukan oleh Messi bersama keluarganya yang rela hingga menyeberang samudera untuk menggapai mimpi dan kesuksesannya. Di usia 11 tahun, ia rela meninggalkan kampung halaman dan keluarganya dan pergi ke Spanyol. Pada halaman 353, Messi mengungkapkan bahwa hal tersulit dalam hidupnya adalah ketika ia harus hijrah dari Argentina ke Spanyol. “Aku kangen Matias, Rodrigo, adikku, dan ibu. Aku sering menangis di rumahku, tapi ayah tidak pernah melihatnya”.

  1. Adigang, Adigung lan Adiguna (Kekuatan, Kekuasaan dan Kepandaian)

Falsafah tersebut berarti sebagai seorang manusia hendaknya tidak mengandalkan dan menyombongkan kelebihan yang dia miliki. Messi adalah contoh orang yang tidak sombong dan senantiasa rendah hati. Hal tersebut bisa dilihat dari pengakuan Messi di halaman 355. “Sangat sulit  menceritakan tentang diri sendiri, lebih baik orang lain saja yang menilai”. Bukti lain adalah ketika ia ditanya mengenai apakah uang tidak mengubah kehidupannya. Dengan tenang Messi menjawab “Hidupku sama seperti biasanya, kami bukan orang yang menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah”.

  1. Kacang Ora Ninggal Lanjaran (Kacang Tidak Lupa Pada Kulitnya)

Benar, dalam buku banyak diceritakan bahwa Messi bukanlah sosok yang lupa asal usul ketika ia sudah menggenggam segalanya. Messi adalah sosok yang dapat dijadikan contoh terbaik untuk belajar menghargai semua orang dan asal usul ketika sudah sukses. Salah satu bukti kongkrit dari hal tersebut dapat dilihat dari selebrasi yang ia lakukan ketika mencetak gol. Bukti lain juga diungkapkan dalam salah satu isi buku, “Aku berutang banyak pada keluargaku. Jika mereka baik-baik saja, maka aku pun akan selalu baik-baik saja”.

Messi menyerahkan trofi Ballon d'Or pada ibunya
Messi menyerahkan trofi Ballon d’Or pada ibunya. Sumber gambar : beritaunik.net

Sebagai penutup ada satu kutipan dari sang bintang yang dapat dijadikan motivasi dalam kehidupan. “Kemenangan akan membuatmu senang. Jika kalah, kita akan merasa sedih dan kecewa. Dan kita akan terus berpikir dimana letak kesalahannya dan bagaimana bisa melakukan kesalahan itu. Sejak kecil aku tidak suka kekalahan”.