AveSticker

Rekreasi di Alun-Alun Kota Malang

Sep 23 2010761 Dilihat

Rekreasi ternyata tidak harus ke tempat wisata seperti pantai, air terjun, dunia fantasi, wisata pegunungan tetapi di alun-alunpun bagi keluarga yang berasal dari Kota Blitar bisa dijadikan alternative tujuan  rekreasi. Maka tidak jarang para  wisatawan dari luar kota selalu menyempatkan diri untuk singgah di Alun-alun kota tujuan mereka.

Alun-alun merupakan cerminan identitas suatu kota, sehingga tidak segan-segan pemerintah daerah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mempercantik wajah alun-alun sedemikian rupa agar kelihatan indah dan mampu menarik pengunjung. Sehingga tidak jarang pemerintah daerah menjadikan alun-alun sebagai icon kota atau daerah yang patut dibanggakan. Simbol daerah bisanya juga dipasang disana, Kota Batu misalnya menampilkan monument buah apel sebagai simbol kota begitu juga dengan kota-kota lainnya termasuk kota Malang.

Alun-Alun MalangPenataan alun-alun bisa dikatakan mempunyai konsep yang hampir sama. Air mancur adalah bagian yang utama yang tidak bisa dihilangkan dari bagian alun-alun, disamping penataan taman dan fasilitas lainnya sebagai penunjang. Di Kota Malang memiliki dua alun-alun yaitu alun-alun jami’ (terletak didepan Masjid jami’ Malang) dan Alun-alun bunder yang berada di depan balai Kota Malang. Tetapi umumnya yang menjadi persinggahan wisata adalah alun-alun Jami’ meskipun tidak sedikit juga yang berkunjung ke alun-alun Bunder. Bersama keluarga atau rombongan pengunjung dari luar kota memanfaatkan alun-alun sebagai tempat persinggahan sekaligus melepas rasa penat setelah seharian berkeliling ke tempat wisata.

Ternyata apa yang dilakukan  oleh Bu Mur (bukan nama sebenarnya), keluarga dari Kota Blitar ini telah menjadi kebiasaan yang telah membudaya di masyarakat. Pergi bersama anak-anak beserta keluarga lainnya, menggelar tikar sambil menikmati bekal yang dibawa dari rumah. Sementara anak-anak bermain di tengah taman yang ditata rapi, pedagang asongan sibuk menjajakan dagangannya.

Atraksi topeng monyet atau komedi bedes ikut meramaikan suasana sore yang cerah. Keberadaan ruang terbuka hijau seperti alun-alun sangat dibutuhkan oleh  masyarakat yang setiap hari sumpek dengan kebisingan kota sebagia tempat rekreatif.

Share to

Alumni S-2 FIA Univ. Brawijaya Malang. Berorganisasi di KOMDEK Malang, Averoes Community, Lakpesdam NU Kota Malang s/d GP ANSOR Jawa Timur. Pernah bekerja di Panwaslu Kecamatan 2008, Pimred Pandanwangi Newsletter 2010, Jurnalis NIMD Belanda & KID Jakarta, Komisioner KPU Kota Malang 2009-2014, Dewan Riset Daerah Kota Malang dll

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top