AveSticker

Membangun Aksi Demokrasi

Mar 06 2015573 Dilihat

membangun-aksi-demokrasi

Judul: Membangun Aksi Demokrasi: Pengalaman dan Harapan Demokrasi di Kabupaten Malang
Penulis: Saiful Arif (ed)
Penerbit: Averroes Press
Seri: Buku Seri Demokrasi ke-5
Tahun: 2007
Tebal: 295
ISBN: 9793997133

Demokrasi adalah satu bentuk kehidupan bersama manusia yang ideal, sebagaimana disepakati Habermas, di mana semua anggota masyarakat dapat secara bebas mengutarakan kemauan mereka. Dalam berbagai pengambilan keputusan, aspirasi setiap warga masyarakat selalu mendapatkan tempat dan dihitung sebagai satu faktor pengambilan keputusan demokratis.

Tentu saja, kita sadari sepenuhnya bahwa “keadaan ideal” –seperti yang Habermas bayangkan– tak bisa sepenuhnya tercapai, karena tak ada sistem yang sangat baik, tetapi jelas bahwa semua sistem harus mendapatkan perbaikan. Ini berarti bahwa ketidakpuasan satu atau sebagian komponen masyarakat –sebagai akibat suatu pengambilan keputusan yang demokratis sekalipun– akan selalu muncul. Namun yang penting adalah prinsip melakukan-aksi untuk mencapai “keadaan ideal” terus ditingkatkan. Maka harus ditolak segala macam bentuk hambatan aspirasi, baik berupa pengekangan kebebasan menyuarakan pendapat maupun terjadinya

Memilih Sistem Demokrasi

Jika kini ada orang yang mengatakan bahwa jumlah penganut demokrasi lebih banyak daripada jumlah penentangnya, mungkin bisa kita maklumi adanya. Ketika sistem politik otoritarian tumbang satu demi satu, masyarakat dunia berbondong-bondong memilih demokrasi sebagai sistem politik dan pemerintahan.

Namun, membaca seberapa penting demokrasi, bukanlah semata-mata persoalan kuantitas. Meski, dapat kita sadari bahwa ‘mengadu’ besaran kuantitas adalah hal lazim dalam berdemokrasi. Pemungutan suara langsung dalam pemilu serta dipergunakannya mekanisme voting dalam penentuan keputusan sebuah rapat adalah contoh betapa untuk menentukan sesuatu hal dalam demokrasi, faktor besaran kuantitas menjadi penentu utamanya.

Agaknya, sesuatu hal kemudian menjadi keresahan banyak pihak. Bahwa pendapat mayoritas masih memiliki kelemahan dalam hal kualitas sebuah keputusan yang diambil. Dalam banyak hal kita jumpai seringkali pendapat mayoritas justru mengarah pada pilihan yang amat populis yang memiliki kualitas yang lebih buruk dari pilihan lain yang dikalahkannya. Namun, atas nama mekanisme dan prosedur, pilihan yang tidak lebih baik tersebut harus ditetapkan sebagai keputusan bersama.

Sudah anyak dilakukan eksperimentasi prosedural yang mengarah pada penguatan kualitas keputusan yang hendak diambil dengan mekanisme pemilihan berdasarkan suara terbanyak. Ada yang menerapkan metode fit and proper test untuk menjadi seleksi awal bagi calon pemimpin di lembaga tertentu, yang dengan demikian, pemilih akan diarahkan untuk memilih calon-calon pemimpin yang kualitasnya dianggap memenuhi beberapa persyaratan tertentu.

Sebuah rancangan peraturan daerah, misalnya, diharuskan memenuhi berbagai kualifikasi akademis, legitimasi-legitimasi ilmiah tertentu, dan konsultasi serta uji publik sebelum dibahas dan disahkan dalam rapat paripurna DPRD untuk menjadi Peraturan Daerah. Terdapat kesadaran yang kian besar untuk menjadikan sebuah rancangan keputusan memiliki kualitas yang baik sebelum diserahkan keputusannya berdasarkan suara mayoritas.

Kesadaran tersebut yang kemudian ‘ditangkap’ oleh sebagian kalangan untuk mengetengahkan faktor ‘nilai’ (value) dalam berdemokrasi. Bahwa prosedur-prosedur yang demokratis harus dibarengi dengan substansi-substansi yang demokratis pula. Tidak cukup dengan itu, harus ada pengawalan terhadap prosedur dan substansi demokratis tersebut yang dilakukan oleh ‘nilai-nilai’ yang demokratis.

Share to

Lahir di Lamongan Jawa Timur. Senang membaca tulisan siapapun

Topik Terkait

Nyai Pondok! Konseptor SNI Bidang Pangan...

by Mar 03 2026

E fructu arbor cognoscitur. Ungkapan latin yang berarti, “sebatang pohon bisa dikenali dari buahny...

Broken Strings: Luka Sunyi, Kuasa Tersem...

by Feb 15 2026

Ada luka yang tidak lahir dari pukulan, tetapi dari kalimat yang diulang pelan-pelan. Broken Strings...

Pendidikan Islam Berbasis Peradaban: Akt...

by Feb 13 2026

Perkembangan teknologi digital telah menggeser makna pendidikan dari proses pembentukan manusia menj...

Rival, Cinta, dan Luka di Masa Putih Abu...

by Feb 12 2026

IPA dan IPS sering kali dipandang sebagai dua dunia yang tak pernah bisa menyatu. Yang satu dikenal ...

Jejak Kupu-Kupu di Tanah yang Terluka &#...

by Jan 30 2026

Antologi puisi Jejak Kupu-Kupu merupakan terjemahan dari buku bahasa arab berjudul Atsarul Farasyah ...

Menjamah Novel Wigati dan Seluk Beluknya

by Jan 08 2026

Penulis novel laris dengan judul “Hati Suhita” ternyata juga memiliki banyak tulisan lainnya. Sa...

Belum ada komentar.

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top