Very Yudha • Feb 27 2026 • 28 Dilihat

Produksi: Genta Buana Pitaloka
Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D., Suzanna Meilia, Jill Carissa, Yuni Sulistyowati, Chairil J.M., Fitria Anwar, Irman F.R., Heryana Lilis Sugandha, Anika Hakim, Choky Andriano, Rizal Muhaimin, Lyra Virna
Sutradara: Dasri Yacob
Tahun: 2000
Kembali pada alur cerita sebelumnya, dikisahkan bahwa Sang Prabu Angling Dharma sedang sakit keras dan belum juga menemukan obat penyembuhnya. Dewi Sekarwangi, istri sang prabu, tak henti-hentinya menahan kesedihan lantaran sang suami belum juga sembuh. Demikian pula Patih Batik Madrim, yang terus berusaha mencari pertolongan kepada para resi maupun tabib yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit sang prabu.
Di tempat lain, Suliwa mendapat firasat melalui mimpi bahwa Sang Prabu tengah berada dalam bahaya. Dalam mimpi tersebut, Suliwa melihat arwah Prabu Angling Dharma dirantai dan disiksa dengan kejam oleh Kashmala. Mimpi itu mendorong Suliwa untuk segera meminta pertolongan kepada Pangeran Suryapati. Dari permohonan itu, Suliwa memperoleh wangsit bahwa sang prabu terkena teluh pulakhet dari Hindustan, dan hanya dapat ditolong dengan menyiapkan tulang babi sebagai sarana untuk menarik keluar makhluk jin dan iblis yang bersarang di dalam perut Prabu Angling Dharma. Setelah ritual dilakukan, jin tersebut akhirnya keluar dan berhasil dikalahkan dengan bantuan Batik Madrim.
Sementara itu, Kashmala dan Durgandhini yang mengetahui kegagalan tersebut diliputi rasa kesal dan marah karena rencana mereka membunuh sang prabu tidak berhasil. Namun, keduanya tak pernah putus asa untuk terus mencelakai Prabu Angling Dharma. Durgandhini pun meminta Kashmala melakukan sesuatu yang dapat membuat Malwapati resah. Kashmala kemudian melafalkan japa mantra untuk memanggil Jin Julig dari Pulau Gulgul, dengan tujuan menyebarkan tanah tamasimaya. Durgandhini terkejut karena yang disebarkan hanyalah tanah, lalu mempertanyakan khasiatnya.
Kashmala menjelaskan bahwa tanah tamasimaya merupakan abu tanah dari orang-orang pembunuh, pencuri, dan kaum leja yang semasa hidupnya diliputi rasa bersalah serta mati dalam keadaan penasaran. Abu tanah itu rencananya akan disebarkan ke pusat keramaian, yakni Pasar Malwapati, karena di sanalah banyak orang berkumpul. Jika abu tersebut tersebar dan terhirup, orang-orang akan mudah marah, tersulut emosi, bahkan bisa saling membunuh satu sama lain. Jin Julig yang menerima tugas itu pun segera berangkat, sementara Kashmala dan Durgandhini memantau dari kejauhan, menikmati kegaduhan yang terjadi dan berharap hal itu akan semakin membingungkan sang prabu.
Benar saja, Jin Julig menyebarkan tanah tamasimaya ke seluruh sudut pasar. Orang-orang yang tengah melakukan aktivitas jual beli tiba-tiba diliputi amarah dan saling berkelahi. Prajurit yang berjaga pun ikut tersulut emosi dan terlibat pertarungan dengan rakyat di Pasar Kedaton Malwapati. Kondisi gaduh ini segera dilaporkan Batik Madrim kepada Prabu Angling Dharma. Ia menyampaikan bahwa musuh telah menyerang secara gelap, dan rakyat menjadi korban utama. Sang prabu pun mengutus Batik Madrim dan Suliwa untuk melihat langsung kondisi pasar dan menyelesaikan kekacauan tersebut.
Berkat wisik yang diterima Suliwa, kemarahan dan pertikaian di pasar dapat diatasi dengan menyiramkan air sumur ke seluruh sudut pasar. Akhirnya, Batik Madrim dan Suliwa berhasil memulihkan keadaan, dan rakyat serta prajurit kerajaan kembali seperti semula. Suliwa kemudian menjelaskan kepada Batik Madrim bahwa wisik tersebut juga menyingkap datangnya ajaran agama baru yang berasal dari Gujarat, yang kelak diyakini akan dianut oleh hampir seluruh masyarakat di Pulau Jawa.
Episode kali ini menyampaikan pesan bahwa apa yang ditabur, itulah yang akan dituai. Setiap tindakan dan perbuatan akan memperoleh balasan serta konsekuensinya masing-masing. Perbuatan jahat kepada sesama akan berbuah keburukan, sedangkan dalam kehidupan bermasyarakat, sudah selayaknya manusia berbuat baik dan saling menolong. Kebaikan yang dilakukan pun akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Dari Hati Film Entertainment Pemain: Rio Dewanto, Putri Intan Kasela, Ochi Rosdiana, Jolen...
Produksi: Kharisma Starvision Plus Pemain: Nadya Arina, Putri Ayudya, Rangga Azof, Sujiwo Tedjo, Ind...
Produksi: MVP Pictures Pemain: Aulia Sarah, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Cindy Nirmala, Ence Bagus,...

Belum ada komentar.