Very Yudha • Jan 27 2026 • 136 Dilihat

Produksi: Unlimited Production
Pemain: Pemain Utama: Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Taskya Namya, Imelda Therinne, dan Fara Shakila, Agus Kuncoro, Rukman Rosadi, Ruth Marini, Dewi Pakis, Pritt Timohty
Sutradara: Hadrah Daeng Ratu
Tahun: 2026
Film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah berbasis mitos lokal melalui Alas Roban, karya terbaru sutradara Hadrah Daeng Ratu. Setelah sukses dengan Santet: Kitab Sijjin & Illiyyin (2025), Hadrah kembali mengolah cerita rakyat dan kisah nyata menjadi tontonan horor yang sarat atmosfer mencekam. Alas Roban mengangkat legenda jalan angker di jalur Pantura, tepatnya di Kabupaten Batang, Jawa Tengah—wilayah yang sejak lama dikenal dengan kisah warung ghaib, ritual membunyikan klakson tiga kali, hingga membuang koin demi keselamatan.
Berlatar tahun 1990-an, film ini berfokus pada Sita (Michelle Ziudith), seorang ibu tunggal yang berjuang demi masa depan anaknya, Gendis (Fara Shakila), yang memiliki gangguan penglihatan. Dalam perjalanan dari Pekalongan menuju Semarang untuk hari pertama kerja sebagai perawat, Sita dan Gendis terpaksa menumpang bus lain dengan biaya mahal karena tertinggal jadwal. Demi mengejar harapan operasi mata sang anak, Sita tetap melanjutkan perjalanan meski harus melewati jalur Alas Roban yang terkenal angker.
Teror mulai terasa ketika bus memasuki kawasan “jalur tengkorak”. Seorang penumpang menyadari kejanggalan karena bus seolah berputar-putar di tempat yang sama. Ketegangan memuncak saat bus menabrak sesuatu dan mogok di tengah hutan. Dalam situasi inilah Sita dan Gendis menemukan warung makan misterius yang muncul di tengah alas—sebuah adegan ikonik yang memperkuat mitos Warung Ghaib Alas Roban. Penampakan monyet putih dan teriakan histeris Gendis menjadi penanda awal gangguan dari dunia lain.
Setelah tiba di Semarang, horor tidak berhenti. Perilaku Gendis berubah drastis: berbicara sendiri, berlari tanpa lelah, dan menggambar hal-hal yang tak lazim. Sita yang fokus bekerja belum menyadari keanehan tersebut hingga bertemu Anto, sopir ambulans yang menyimpan trauma masa lalu di Alas Roban. Anto meyakini bahwa Gendis telah “dipilih” oleh penguasa ghaib Alas Roban, Dewi Raras, untuk menjadi penerusnya.
Puncak cerita terjadi saat ritual “mbuka gerbang ghaib” dipimpin Bu Emah. Unsur budaya lokal seperti sesajen, pewayangan, dan air sendang menjadi kekuatan visual sekaligus spiritual film ini. Sita masuk ke alam ghaib demi menyelamatkan anaknya dan dihadapkan pada pilihan paling menyakitkan: mengorbankan dirinya sendiri demi kebebasan Gendis.
Secara keseluruhan, Alas Roban tidak hanya mengandalkan jumpscare dan visual menyeramkan, tetapi juga menghadirkan drama keluarga yang emosional. Film ini menegaskan bahwa kasih sayang seorang ibu tidak memiliki batas, bahkan ketika nyawa menjadi taruhannya. Pesan moralnya terasa kuat: bakti kepada orang tua dan pengorbanan keluarga adalah nilai yang tak tergantikan, menjadikan Alas Roban lebih dari sekadar film horor—ia adalah kisah cinta dalam balutan kegelapan.
Ada yang selalu terasa sedikit menegangkan dari ruang tamu saat Lebaran: bukan karena kursinya kuran...
Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Meil...
Produksi: Genta Buana PitalokaPemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D., Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...
Produksi: Genta Buana Pitaloka Pemain: Anto Wijaya, Candy Satrio, Roy Jordy, Errina G.D, Suzanna Mei...

Belum ada komentar.