AveSticker

Kupatan Yuk!

Sep 16 2010692 Dilihat

Anda yang berada di Jakarta mungkin tidak pernah asing dengan makanan Ketoprak yang bahan bakunya juga berasal dari ketupat. Biasanya dijual di pinggir-pinggir jalan atau dujual keliling dengan menggunakan gerobak. Atau anda yang berada di Kota Malang juga sangat mengenal makanan yang khas disebut sebagai orem-orem. Orem-orem pun lontongnya juga dibungkus dengan janur.  Nah, mungkin kedua makanan di atas mirip dengan ketupat, cuman perbedaannya makanan ini bisa kita jumoai sepanjang waktu. Selama penjualnya masih berjualan, maka kita masih bisa menkmatinya.

Ketupat yang belum dimasak

Saat arus balik lebaran, di jalan-jalan di daerah Jawa Timur-an akan banyak ditemui penjaja ketupat. Baik yang masih berupa janur atau yang sudah berbentuk ketupat. Bagi orang-orang di luar daerah Jawa Timur-an seperti Jakarta atau sekitarnya jangan heran dengan fenomena ini, sebab memang di sana ketupat sudah bisa ditemui saat lebaran tiba. Hal yang berbeda lagi di Jawa Timur ketupat hanya bisa ditemui saat hari raya ketujuh.

Lain daerah memang terkadang lain caranya walaupun mungkin maksudnya sama. Di daerah Jawa timur-an ada sendiri momentum untuk lebaran ketupat, atau dikenal dengan kupatan. Dari penuturan orang-orang dulu lebaran ketupat ini dimaksudkan bagi orang-orang yang menjalankan puasa syawal. Makanya ketupat dapat ditemui setelah hari ketujuh lebaran. Caranya ketupat diantar ke tetangga-tetangga terdekat, atau ada juga yang diantar ke mushola untuk salamatan.

Terlepas dari hal itu makna simbolis ketupat sangat beragam. Beras ada yang mengasumsikan sebagai symbol dari nafsu, sedangkan janur merupakan istilah dari jatining nur atau hati nurani. Pembuatan ketupat dengan anyaman yang rumit juga menjadi symbol tersendiri yaitu sulitnya pengekangan hawa nafsu, belum lagi cara memasaknya membutuhkan waktu berjam-jam. Hal ini dimaksudkan bahwa semakin lama waktu memasaknya maka ketahanan ketupat tersebut juga akan lebih lama atau tidak cepat basi. Hal itu mengajarkan pada kita bahwa belajar untuk mengekang hawa nafsu juga tidak instan tapi juga membutuhkan kesabaran dan proses yang lama. Proses itu kita jalankan saat puasa ramadhan dan disunnahkan lagi saat Bulan Syawal.  Jadi ketupat merupakan perlambang dari pengekangan hawa nafsu itu.

Ketupat siap di santap

Makanan khas yang hanya dapat kita temui satu tahun sekali ini memang seringkali kita tunggu-tunggu, karena selain rasanya yang enak juga aromanya yang berbeda dari lontong biasa. Aroma daun janurnya membuat makanan tidak saja enak untuk dinikmati tetapi juga membuat rindu untuk membuatnya di tahun mendatang.

Kerinduan karena rasa inilah yang seringkali membuat kita lupa akan rasa yang sebenarnya. Rasa yang mengajarkan untuk selalu mengekang hawa nafsu dengan mata hati nurani kita. Sudahkah kita bisa membuat ketupat yang sebenarnya  setelah lebaran ini?

Sumber gambar :

http://unic77.blogspot.com/2010/09/dari-mana-sih-asal-usul-ketupat-ni-gan.html

http://matanews.com/2009/09/04/perayaan-nisfu-syaban-di-tangsel/

Share to

Lahir di bumi Bung Karno Blitar. Kini terperangkap dalam hiruk pikuk Kota Malang. Belajar menulis dan komentar tentang apapun.

Topik Terkait

Lele, Leluhur, dan Janji yang Terikat Wa...

by Mar 28 2026

Pecel lele. Dua kata yang lantas memunculkan bayangan: piring merah, sambal pedas mengepul, ikan hit...

JAWARA

by Mar 13 2026

Tubuh bocah kecil itu terbang jauh, saat dilemparkan lelaki tua bertubuh kekar di tengah sungai tanp...

Pencium Tembakau! Kelas Wahid Dunia

by Mar 05 2026

Sebagai sebuah profesi, Grader tembakau mungkin tak jamak dikenal bagi sebagian orang. Orang yang be...

Pinjol-Judol dan Riuh Ramadan: Guncangan...

by Feb 26 2026

Ramadhan di Indonesia bukan hanya menghadirkan cerita tentang puncak spiritualitas diri, tetapi juga...

Tangi (3)

by Feb 15 2026

Di antara mereka yang terdiam, lalu ada yang berdiri perlahan. Mencoba berbicara, untuk memberikan j...

Tangi (2)

by Feb 12 2026

Hubungan Niero dengan saudara sepupunya. Tidak terlalu dekat, dapat dikatakan jauh sekali. Semata-ma...

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top