AveSticker

UFORIA

Feb 10 2011512 Dilihat

Senin pagi 24 Januari 2011, warga sleman heboh dengan bentuk crop circle yang ada di sebuah desa di kecamatan Brebah, Yogyakarta. Televisi menyiarkan berkali-kali, tidak kalah media massa lokal, internet dan berbagai jaringan sosial maya asyik membicarakan hal ini. Tak terkecuali dengan teman-teman saya di sekolah. Kami penasaran, akhirnya selasa, 25 Januari pagi kami pergi ke lokasi yang memang tidak jauh dari kota Yogyakarta.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit menggunakan motor pribadi, kami tiba dilokasi sekitar pukul 10.30. Tidak disangka lokasi sudah penuh sesak pengunjung, penjual es krim, penjual mainan, penjual minuman dingin, polisi, wartawan beserta reporternya dan lainnya. Yes, that right! desa ini tengah menjadi lokasi wisata baru, setelah wisata bencana merapi.

Untuk melihat crop cirle dengan view yang bagus dari atas, kita harus naik bukit batu kapur yang bisa dikatakan curam. Harus ekstra hati-hati karena hujan semalam menyebabkan bukit batu kapur licin dan terdapat lumpur tanah disekitarnya. Setelah naik, kami melihat crop circle nya, kami sempat memotret.

Kami pandangi sejenak, mencoba mencerna ini buatan alien atau mahasiswa MIPA UGM? Memang aneh melihat ada motif kembang di atas sawah. Kami berjubel diantara kerumunan orang yang saling berebut mengabadikan crop circle. Tidak puas hanya melihat di atas, kami langsung turun ke bawah. Namun sayang, police line membatasi kami sehingga tidak bisa membuktikan jelas apakah ini buatan manusia atau alien.

Yang jelas fenomena ini menjadi UFORIA bagi warga. Warga tumble blek dari tua, muda, laki-laki, orang dewasa, anak-anak, perempuan, mahasiswa, mahasiswai, pegawai, petani, suami istri, pasangan kekasih dsb. Kami pun larut dalam uforia ini.

Share to

Alumni Universitas Brawijaya Malang. Pernah bekerja par time di Komunitas Averroes.

Topik Terkait

Menakar Electoral Threshold dalam Rancan...

by Jul 09 2026

Pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terus bergulir memasuki bu...

Asia Datang Beramai-Ramai, Pulang Bersam...

by Jul 05 2026

Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momen yang paling membanggakan bagi sepak bola Asia. Untuk perta...

Matahari yang Enggan Terbenam: Jokowi, B...

by Jun 24 2026

Dalam sepekan terakhir, selain dinamika Munas Kombes NU, salah satu berita politik yang menarik perh...

Ketika Diskusi Dibubarkan: Kampus, Demok...

by Jun 17 2026

Kemarin, sepulang dari kegiatan Pra Muscab IKA PMII di Malang, saat sedang scrolling media sosial se...

Grup WhatsApp dan Demokrasi yang Terlalu...

by Jun 13 2026

Tidak ada tempat yang lebih demokratis di era modern selain grup WhatsApp. Semua orang punya hak bic...

Menuju Piala Dunia: Nasionalisme yang Da...

by Jun 06 2026

Tidak semua rasa cinta pada negara hadir setiap hari. Ada yang muncul hanya ketika perlu—dan Piala...

Silakan berkomentar :)

Email Anda tidak akan dipublikasikan (*) wajib diisi ya

*

*

back to top